• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Kesantunan Berbahasa dalam Pendidikan: Sebuah Catatan Linguistik

Editor Redaksi
8 Juni 2026
in Artikel

Oleh: Kelik Wachyudi (Dosen PBI, Universitas Singaperbangsa Karawang)

JurnalPost.com – Ada hal sederhana yang sering luput ketika kita membicarakan pendidikan, yaitu cara kita berbahasa. Kita lebih sering berbicara tentang kurikulum, nilai, prestasi, teknologi pembelajaran, dan capaian akademik. Semua itu penting, tetapi kehidupan pendidikan sehari-hari justru bergerak melalui bahasa. Guru menjelaskan, siswa bertanya, dosen memberi arahan, mahasiswa berdiskusi, dan teman saling menanggapi. Dari pilihan kata, nada, dan cara menyampaikan pesan, suasana belajar dapat tumbuh menjadi hangat atau sebaliknya terasa kaku dan kurang nyaman. Satu kalimat dapat membuat peserta didik berani bertanya, tetapi kalimat lain dapat membuatnya memilih diam.

Kesantunan berbahasa, dalam hal ini, tidak cukup dipahami sebagai kebiasaan mengucapkan “tolong”, “maaf”, atau “terima kasih”. Ia lebih dalam daripada sekadar sopan santun di permukaan. Kesantunan berbahasa adalah kemampuan memilih kata, membaca keadaan, menjaga rasa, dan menghargai perasaan serta posisi lawan bicara. Dalam pendidikan, ketegasan tetap diperlukan, kritik tetap penting, dan perbedaan pendapat tetap harus diberi ruang. Namun, ketegasan tetap dapat disampaikan dengan bahasa yang pantas, kritik tetap dapat diberikan dengan cara yang menghargai, dan perbedaan pendapat tetap dapat dijaga tanpa menghilangkan rasa hormat. Di ruang kelas, peserta didik tidak hanya belajar memahami pelajaran, tetapi juga belajar bagaimana berbicara, menanggapi, dan berbeda pendapat dengan tetap menghargai orang lain.

Pada era digital, kesantunan berbahasa menjadi semakin penting. Peserta didik tidak hanya berbicara di kelas, tetapi juga menulis di grup percakapan, ruang komentar, media sosial, dan platform pembelajaran daring. Dalam ruang digital, kata-kata sering hadir tanpa wajah, tanpa nada suara, dan tanpa konteks yang utuh. Pesan singkat bisa terasa dingin, candaan bisa dipahami berbeda, dan kritik bisa menimbulkan salah paham jika tidak disampaikan dengan hati-hati. Dari sudut pandang linguistik, bahasa tidak pernah sekadar bunyi atau tulisan; ia selalu membawa sikap. Pendidikan tentu perlu melahirkan orang-orang cerdas, tetapi kecerdasan itu akan lebih bermakna jika disertai kemampuan berbahasa secara bijak. Kesantunan berbahasa adalah cara kecil tetapi penting untuk membuat pendidikan terasa lebih hangat, manusiawi, dan bermakna.***

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.