
JurnalPost.com – Pelayanan publik merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan administrasi secara efektif, cepat, dan transparan. Dalam pelaksanaannya, pelayanan publik tidak hanya fokus pada penyelesaian administrasi tetapi juga pada kualitas komunikasi, ketepatan informasi, serta sikap professional petugas dalam melayanai masyarakat.
Salah satu instansi yang berperan penting dalam pelayanan publik di bidang administrasi kendaraan bermotor adalah samsat. Samsat atau Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap merupakan layanan terpadu yang melibatkan beberapa instansi juga seperti Kepolisian Republik Indonesia, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan PT Jasa Raharja. Melalui sistem itu Masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi kendaraan dalam satu tempat mulai dari dari pembayaran pajak kendaraan bermotor, pengesahan STNK, mutasi kendaraan hingga legalisasi dokumen kendaraan.
Sebagai salah satu pusat pelayanan administrasi kendaraan di Kabupaten Sidoarjo, Samsat Sidoarjo Kota setiap harinya melayani masyarakat dalam jumlah cukup besar. Tingginya aktivitas pelayanan membuat petugas harus bekerja secara cepat, teliti, dan komunikatif agar pelayanan dapat berjalan dengan baik dan tertib. Tidak hanya menjadi tempat pelayanan administrasi kendaraan saja, Samsat sidoarjo kota juga menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswa melalui program magang. Hal tersebut dirasakan oleh Putra, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang melaksanakan program magang pada bagian loket fiscal di Samsat Sidoarjo Kota.
Selama menjalani program magang, Putra melakukan berbagai proses administrasi kendaraan bermotor seperti mutasi kendaraan keluar daerah, legislasi duplikat stnk, cetak data kendaraan, hingga rekap data pajak kendaraan. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru mengenai pentingnya komunikasi dan ketelitian dalam melakukan pelayanan masyarakat.
Pada awal pelaksanaan magang, proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri karena suasana pelayanan di Samsat cukup ramai. Selain membantu melakukan entry data kendaraan, Putra juga harus memahami alur pelayanan serta membantu Masyarakat yang masih belum memahami prosedur administrasi kendaraan bermotor.
“Awalnya saya merasa cukup bingung karena harus belajar memahami alur pelayanan sambil menghadapi masyarakat secara langsung. Namun seiring berjalannya waktu saya mulai terbiasa dan memahami bagaimana cara melayani dengan baik, ” ujar Putra
Dalam praktiknya pelayanan publik di loket fiskal, kemampuan komunikasi menjadi hal yang sangat penting. Banyak wajib pajak yang datang masih merasa bingung mengenai pengisian formulir, proses mutasi kendaraan, legalisasi dokumen, maupun tahapan pembayaran administrasi kendaraan. Oleh karena itu, petugas pelayanan harus mampu memberikan penjelasan secara jelas dan mudah dipahami masyarakat.
Penerapan pelayanan publik di Samsat Sidoarjo Kota terlihat melalui upaya petugas dalam memberikan pelayanan sesuai prosedur, membantu masyarakat yang mengalami kesulitan administrasi, serta menjaga sikap profesional ketika menghadapi berbagai karakter wajib pajak. Selain itu, ketelitian dalam pengelolaan data juga menjadi bagian penting agar proses administrasi kendaraan dapat berjalan lancar dan meminimalkan kesalahan data.
Selama program magang berlangsung, Putra juga membantu pekerjaan administrasi lainnya seperti rekap notice pajak, pemberian stempel dokumen, penyusunan laporan data kendaraan bermotor, hingga pengecekan berkas wajib pajak. Aktivitas tersebut mengajarkan pentingnya tanggung jawab dan kerja sama dalam lingkungan pelayanan publik. Berbagai tantangan juga ditemui selama pelaksanaan magang, mulai dari antrean wajib pajak yang membludak setelah libur panjang, kesalahpahaman dalam proses administrasi, hingga gangguan sistem pelayanan yang sempat menghambat proses kerja. Namun kondisi tersebut justru menjadi pengalaman berharga dalam memahami kondisi nyata pada pelayanan publik secara langsung.
“Melalui magang ini saya belajar bahwa pelayanan publik bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bagaimana kita dapat membantu masyarakat dengan sabar dan profesional, ” jelasnya.
Program magang menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam dunia kerja nyata. Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, pengalaman terjun langsung dalam pelayanan publik memberikan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi interpersonal, sikap profesional, serta kemampuan menghadapi masyarakat dengan karakter yang beragam. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan administrasi, tetapi juga memahami bagaimana pelayanan publik yang baik dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus kebutuhan administrasi kendaraan bermotor.




