• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Bermula Dari Desain dan Arsitektur yang Unik, Kemudian Menjadi Destinasi Wisata Internasional

Editor Redaksi
21 Mei 2026
in Artikel

JurnalPost.com – Pernahkan kita berfikir bahwa sebuah keunikan yang dikembangkan dengan baik dapat mendatangkan dampak positif yang sangat besar bagi daerah dan negara itu sendiri. Berbicara mengenai pariwisata, terdapat begitu banyak faktor yang dapat mencetuskan lahirnya kepariwisataan pada suatu tempat, salah satunya adalah variabel “kreatif”. UU No 24 Tahun 2019 Tentang Ekonomi Kreatif memuat kebijakan terkait pariwisata kreatif dengan tujuan mendorong seluruh aspek ekonomi kreatif dengan tujuan menyejahterakan masyarakat Indonesia. Kreatif dan Pariwisata tidak dapat dipisahkan, karena ekosistem “kreatif” mampu mendatangkan pengunjung dan menjadikan suatu tempat menjadi sebuah destinasi wisata.

Keberhasilan Milan Sebagai Destinasi Internasional Dipengaruhi oleh “Kreativitas Desain”

Untuk benchmarking kota kreatif, kita dapat melihat contoh Milan sebagai salah satu destinasi utama di Italia, yang juga menyandang gelar sebagai World Design Capital. Milan merupakan kota pertemuan antara industri kreatif dan pariwisata. Kebijakan di Milan menekankan perencanaan yang terintegrasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dengan kolaborasi bottom up serta investasi di bidang digital.

Milan sebagai kota desain, awalnya berkembang karena adanya dorongan dari perusahaan-perusahaan di wikayah tersebut, terutama di bidang furniture. Seiring berjalannya waktu, indistri kreatif semakin berkembang dengan adanya permintaan yang tinggi. Dalam penataan kota, terdapat juga distrik-distrik yang memiliki ciri khas tersendiri, seperti Quadrilatero della Moda (Alun-Alun Mode) yaitu sekelompok jalan yang dipenuhi dengan toko-toko brand ekslusif kelas atas. Secara sudut pandang pariwisata, keberadaan jalan ini sudah dapat menjadi daya tarik wisata, yang mana wisatawan khusus berkunjung dengan motivasi ingin berbelanja atau hanya sekedar visit di jalan tersebut. Bagi wisatawan, ini memberikan pengalaman tersendiri dan pencapaian akan prestige seperti yang dikatakan pada Teori Kebutuhan Dasar Manusia oleh Maslow.

Bukan hanya fashion, Milan juga dikenal dengan struktur bangunan yang unik dan khas, bahkan dalam pembangunan gedung-gedung haruslah mengikuti kebijakan tertentu dari pemerintah daerah, agar tertata dengan rapi. Kesenian juga menjadi sentuhan dari setiap gedung-gedung, bahkan terdapat Cimitero Monumentale yang merupakan pemakaman dan rumah bagi patung terindah dari abad ke-19 dan ke-20 dengan gaya artistic yang merupakan karya seniman, desainer, dan arsitek ternama seperti Adolfo Wildt, Giò Ponti, dan Carlo Maciachini. Tentu, pemakaman ini juga menjadi salah satu destinasi wisata favorit, bukan lokal melainkan internasional.

Keberhasilan Milan sebagai destinasi wisata internsional berbasis kota kreatif merupakan wujud dari keseriusan pemerintah, masyarakat, dan industri dalam menekuni bidang yang dikerjakan oleh mereka. Pembangunan secara fisik bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, baik bagi manusia maupun barang dan jasa, melainkan memiliki nilai ganda dengan sentuhan kreatifitas, yang dahulu secara tidak langsung mampu menarik minat pengunjung dari berbagai penjuru dunia. Begitu juga dengan bidang lain seperti fashion yang saat ini sudah menyelimuti sudut-sudut kota Milan.

Hal baik yang dapat dilihat dari keberhasilan Milan untuk diterapkan di Indonesia adalah fokus pada pengembangan potensi industri kreatif dengan ekosistem yang baik serta keseriusan dari semua pihak dan berorientasi pada nilai ganda.

Penulis: Agnes Tresia Silalahi

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.