• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Revolusi Oleh-Oleh Nusantara: Tembus Pasar Global Tanpa Takut Basi Berkat Freeze Drying

Editor Redaksi
19 Mei 2026
in Artikel
Ilustrasi oleh Gemini AI, 2026

Oleh: Naomi Azzahra

JurnalPost.com – Oleh-oleh khas Nusantara, mulai dari gurihnya bumbu rendang dan soto, aroma rempah-rempah yang memikat, hingga manisnya camilan buah tropis, selalu memiliki tempat istimewa di hati pecinta kuliner. Sayangnya, impian para pelaku UMKM untuk mengekspor kuliner kebanggaan ini ke pasar global sering kali terhalang oleh satu masalah klasik, yakni produk yang cepat basi atau rusak di perjalanan. Namun, sebuah solusi teknologi canggih freeze drying atau pengeringan beku kini hadir dan siap merevolusi industri pangan lokal, membuka gerbang bagi kuliner Nusantara untuk menaklukkan lidah dunia.

Pengeringan adalah salah satu metode pengawetan makanan tertua. Proses ini merupakan fenomena perpindahan panas dan massa, di mana kelembapan akibat kandungan air dalam produk dipaksa berpindah dari bagian dalam ke permukaan hingga menguap. Tujuannya sangat krusial, yaitu membunuh bakteri penyebab kerusakan dan pembusukan. Jika dahulu nenek moyang kita mengandalkan penjemuran di bawah sinar matahari yang rentan merusak nutrisi, kini zaman telah melahirkan berbagai teknologi mutakhir seperti vacuum drying, hot-air drying, spray drying, hingga yang paling prima, freeze drying (Jude et al. 2023).

Lantas, apa yang membuat freeze drying terasa seperti sebuah “sihir” di dunia pangan? metode ini merupakan proses fisikokimia tingkat tinggi untuk menghilangkan air dari produk melalui pembekuan yang diikuti dengan tahapan sublimasi dan desorpsi (Reale et al. 2023). Prosesnya dimulai dengan membekukan produk hingga mencapai titik beku ekstrem, ± -50°C. Setelah beku, produk masuk ke tahap sublimasi, dimana air bebas dalam fase beku langsung diubah menjadi fase uap tanpa perlu mencair terlebih dahulu. Fase ini memadukan suhu mendekati 0°C dan tekanan vakum yang diukur secara presisi agar struktur fisik produk tidak hancur. Selanjutnya, dilakukan pengeringan sekunder dengan menaikkan suhu mendekati 30°C selaras dengan tekanan vakum tinggi guna menuntaskan penguapan air yang masih terikat di dalam produk (Jude et al. 2023).

Kehebatan duet suhu minus dan ruang vakum ini udah diakui ilmuwan global. Menurut riset Prosapio et al. (2017), freeze drying peroleh hasil maksimal karena air di dalam produk langsung menguap. Beda dari pengeringan biasa yang sering bikin warna kusam dan gizi hilang, metode ini juara nahan bentuk, nutrisi, dan rasa autentik makanan. Bayangkan saja, potongan buah durian atau bumbu rendang asli Indonesia kini bisa mendarat di dataran Eropa tanpa kehilangan aroma aslinya dan tanpa takut membusuk. Keuntungan pengeringan beku ini terbukti mumpuni dalam mempertahankan sifat fisik dan biokimia produk, sekaligus memperpanjang umur simpannya secara drastis (Jude et al. 2023).

Di balik kehebatannya, metode ini punya celah yang menuntut pengusaha berhitung cermat. Kendala utamanya cukup bikin pusing: harga mesin selangit dan memakan tempat, proses yang lama, serta tak semua makanan cocok dibekukan. Selain itu, butuh ketelitian ekstra mengatur suhu dan tekanan vakum agar tidak gagal produksi, yang berujung pada tingginya ongkos operasional (Suherman et al. 2023). Wajar saja jika menurut Calín-Sánchez et al. (2020) menunjukan bahwa mahalnya modal awal dan borosnya tagihan listrik sebagai tembok penghalang terbesar bagi UMKM untuk naik kelas.

Pada akhirnya, freeze drying menawarkan sebuah harapan baru yang sangat menjanjikan untuk industri pangan. Pengeringan bersuhu rendah dalam kondisi vakum ini bukan sekadar metode pengawetan biasa, melainkan sebuah lompatan besar. Bagi para pelaku kuliner lokal yang memiliki nyali serta visi untuk go-international, teknologi freeze drying adalah tiket emas yang akan membawa kekayaan cita rasa Nusantara terbang melintasi benua, menembus pasar global, tanpa pernah takut lagi dihantui kata “basi”.

Referensi Penulisan:

  • Calín-Sánchez, Á, Lipan, L, Cano-Lamadrid, M, Kharaghani, A, Masztalerz, K, Figiel, A, and Carbonell-Barrachina, Á. A. 2020. Comparison of traditional and novel drying techniques and its effect on quality of fruits, vegetables and aromatic herbs. Foods. 9(9): 1261.
  • Jude, J, Adu, E.A, Maiyanga, I.E. and Kamaldeen, O.S. 2023. Application of freeze-drying in food processing and storage-a review. Badeggi Journal of Agricultural Research and Environment. 5 (2): 21-35.
  • Prosapio, V, and Norton, I. 2017. Influence of osmotic dehydration pre-treatment on oven drying and freeze drying performance. LWT – Food Science and Technology. 80: 401-408.
  • Suherman, S, Hadiyanto, H, Trianita, A.P, Hargono, H, Sumantri, I, Jos, B. and Alhanif, M. 2023. Response surface optimamization of time and pressure for freeze-drying mango slices. Food Research. 7(1): 182-195.
  • Reale, V.A, Irigoyen, R.M.T, and Giner, S.A. 2023. Experimental study and modelling of the sublimation and desorption periods for freeze drying of apple, banana and strawberry. International Journal of Food Studies. 12: 95-111.
Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.