• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Krisis Akhlak Murid di Era Modern dan Pentingnya Pendidikan Karakter

Editor Redaksi
18 Mei 2026
in Artikel

Pendidikan Karakter

Penulis: M. IRSYA HADIRROSYID
Kampus: Universitas Negeri Surabaya

JurnalPost.com – Di era modern seperti sekarang, perkembangan teknologi membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Hampir semua aktivitas dapat dilakukan dengan mudah melalui internet dan media sosial. Kemajuan ini tentu memberikan banyak manfaat, terutama dalam bidang pendidikan dan komunikasi. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul pula tantangan baru yang cukup serius, salah satunya adalah krisis akhlak pada generasi muda, khususnya murid sekolah.

Saat ini, kita sering melihat perilaku pelajar yang mulai jauh dari nilai sopan santun dan moral. Contohnya seperti kurang menghormati guru, berkata kasar, melakukan bullying, hingga kecanduan media sosial yang membuat mereka kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Fenomena ini menjadi perhatian banyak pihak karena akhlak merupakan dasar penting dalam kehidupan seseorang.

Pendidikan pada dasarnya bukan hanya bertujuan membuat murid menjadi pintar secara akademik, tetapi juga membentuk kepribadian dan karakter yang baik. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi salah satu cara yang sangat penting untuk mengatasi krisis akhlak murid di era modern.

Pengertian Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah proses pembentukan sikap, moral, dan perilaku seseorang agar memiliki nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut meliputi kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, toleransi, sopan santun, serta rasa peduli terhadap orang lain.

Pendidikan karakter tidak hanya diajarkan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui kebiasaan dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Guru, orang tua, dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membentuk karakter seorang anak.

Melalui pendidikan karakter, murid diharapkan tidak hanya menjadi individu yang cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan mampu bersikap positif di lingkungan masyarakat.

Bentuk Krisis Akhlak Murid di Era Modern
Krisis akhlak pada murid saat ini dapat dilihat dari berbagai perilaku yang mulai menyimpang dari norma dan nilai moral. Beberapa contoh yang sering terjadi antara lain:

1. Kurangnya Rasa Hormat kepada Guru dan Orang Tua
Sebagian murid mulai menunjukkan sikap yang kurang sopan ketika berbicara dengan guru maupun orang tua. Ada yang membantah, berbicara kasar, bahkan menganggap nasihat sebagai hal yang tidak penting.

2. Maraknya Bullying
Kasus bullying atau perundungan masih sering terjadi di lingkungan sekolah maupun media sosial. Banyak murid yang mengejek, menghina, atau merendahkan teman mereka tanpa memikirkan dampaknya terhadap korban.

3. Pengaruh Media Sosial
Media sosial memiliki pengaruh besar terhadap perilaku remaja. Konten negatif yang mudah diakses dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku murid. Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan juga membuat sebagian murid menjadi kurang disiplin dan sulit fokus belajar.

4. Menurunnya Sikap Disiplin
Masih banyak murid yang terlambat datang ke sekolah, tidak mengerjakan tugas, atau melanggar aturan sekolah. Hal ini menunjukkan rendahnya rasa tanggung jawab terhadap kewajiban mereka sebagai pelajar.

Faktor Penyebab Krisis Akhlak
Krisis akhlak murid tidak terjadi begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. Kurangnya Perhatian dari Keluarga
Keluarga merupakan tempat pertama anak belajar tentang moral dan perilaku. Kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua dapat membuat anak lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.

2. Lingkungan Pergaulan
Teman sebaya memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seorang murid. Jika lingkungan pergaulannya buruk, maka kemungkinan besar perilaku anak juga akan ikut terpengaruh.

3. Pengaruh Teknologi
Kemajuan teknologi memang memberikan manfaat, tetapi tanpa pengawasan yang baik, teknologi juga dapat membawa dampak negatif terhadap perkembangan karakter anak.

4. Kurangnya Penanaman Nilai Karakter di Sekolah
Sebagian sekolah masih terlalu fokus pada nilai akademik sehingga pendidikan moral dan karakter kurang mendapat perhatian.

Peran Pendidikan Karakter dalam Mengatasi Krisis Akhlak
Pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk perilaku murid agar menjadi lebih baik. Berikut beberapa peran pendidikan karakter:

1. Membentuk Sikap dan Moral yang Baik
Pendidikan karakter membantu murid memahami mana perilaku yang baik dan mana yang buruk sehingga mereka dapat bersikap lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab
Melalui pembiasaan positif, murid akan belajar menghargai waktu, menaati aturan, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.

3. Mengajarkan Sikap Peduli dan Menghargai Orang Lain
Pendidikan karakter mengajarkan pentingnya saling menghormati, membantu sesama, dan menjaga hubungan baik dengan orang lain.

4. Membentengi Murid dari Pengaruh Negatif
Karakter yang kuat dapat membantu murid menolak pengaruh buruk dari lingkungan maupun media sosial.

Cara Menerapkan Pendidikan Karakter
Agar pendidikan karakter dapat berjalan dengan baik, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak.

1. Peran Guru
Guru harus menjadi teladan yang baik bagi murid, baik dalam perkataan maupun tindakan. Sikap guru akan menjadi contoh yang mudah ditiru oleh murid.

2. Peran Orang Tua
Orang tua perlu memberikan perhatian, nasihat, dan pengawasan terhadap perkembangan anak, terutama dalam penggunaan gadget dan pergaulan.

3. Pembiasaan Positif di Sekolah
Sekolah dapat membiasakan kegiatan positif seperti budaya disiplin, kerja sama, gotong royong, dan kegiatan keagamaan.

4. Penggunaan Teknologi Secara Bijak
Murid perlu diarahkan agar memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti belajar dan mencari informasi positif.

Kesimpulan
Krisis akhlak murid di era modern menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Pengaruh teknologi, lingkungan pergaulan, dan kurangnya pendidikan moral menjadi beberapa faktor penyebab menurunnya perilaku dan sopan santun pada generasi muda.

Melalui pendidikan karakter, murid dapat dibentuk menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan akhlak yang baik. Pendidikan karakter harus diterapkan secara konsisten oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat agar mampu menciptakan generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki sikap sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan karakter yang baik, generasi muda akan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai moral dan jati dirinya sebagai penerus bangsa.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.