
Malang, JurnalPost.com – Keberhasilan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan program pemerintah, tetapi juga oleh efektivitas komunikasi dalam proses penyuluhan kepada masyarakat. Pesan-pesan tentang bahaya narkoba perlu disampaikan secara jelas, persuasif, dan mudah dipahami agar mampu membangun kesadaran serta mendorong perubahan perilaku di tingkat akar rumput.
Dalam konteks ini, peran opinion leader di tingkat desa menjadi sangat strategis. Tokoh-tokoh seperti kepala desa, sekretaris desa, dan kepala dusun memiliki kedekatan sosial serta pengaruh yang kuat dalam membentuk opini dan perilaku masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga figur yang dipercaya, sehingga pesan yang disampaikan memiliki legitimasi dan daya pengaruh yang lebih besar. Namun demikian, peran strategis tersebut perlu didukung oleh kecakapan komunikasi yang memadai. Kemampuan berbicara di depan publik (public speaking), menyusun pesan yang terstruktur, serta menyampaikan informasi dengan percaya diri dan persuasif menjadi kunci utama dalam keberhasilan penyuluhan P4GN. Tanpa keterampilan komunikasi yang baik, pesan yang disampaikan berpotensi tidak efektif, bahkan sulit diterima oleh masyarakat.
Berangkat dari pentingnya penguatan kapasitas komunikasi bagi para opinion leader inilah, dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Public Speaking Penyuluh Untuk Desa Bersinar”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh opinion leader yang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, dan kepala dusun dari Desa Bersinar binaan BNN Kabupaten Malang.
Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali berbagai materi yang berfokus pada penguatan kemampuan komunikasi dalam kegiatan penyuluhan P4GN di tingkat desa. Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar public speaking, teknik menyusun pesan yang persuasif, hingga strategi membangun kepercayaan audiens dalam setiap kegiatan sosialisasi. Peserta juga diajak memahami pentingnya mengenali karakteristik masyarakat sebagai audiens, sehingga pesan yang disampaikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, bahasa, dan konteks lokal. Selain itu, pelatihan ini menekankan teknik vokal, pengelolaan bahasa tubuh, serta cara mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan publik.
Kegiatan pelatihan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui upaya preventif penyalahgunaan narkoba di tingkat masyarakat desa. Melalui penguatan kemampuan public speaking dan komunikasi penyuluhan, para kepala desa, sekretaris desa, dan kepala dusun diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat, aman, dan bebas narkoba. Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan BNN dalam membangun ketahanan masyarakat berbasis komunikasi yang efektif dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, dosen Ilmu Komunikasi juga memberikan simulasi praktik penyuluhan, di mana para opinion leader berlatih menyampaikan materi P4GN secara langsung. Melalui metode ini, peserta dapat mengevaluasi gaya komunikasi masing-masing serta mendapatkan umpan balik yang konstruktif untuk meningkatkan efektivitas penyampaian pesan. Dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur, Dian Hutami Rahmawati, S.I.Kom., M.Med.Kom., menegaskan bahwa kemampuan komunikasi menjadi kunci utama dalam keberhasilan penyuluhan di masyarakat.
“Pesan yang baik tidak akan berdampak jika tidak disampaikan dengan cara yang tepat. Opinion leader di desa memiliki pengaruh besar, sehingga ketika mereka mampu berbicara dengan jelas, percaya diri, dan persuasif, pesan P4GN akan lebih mudah diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi juga tentang bagaimana membangun koneksi dengan audiens.
“Dalam penyuluhan, yang terpenting bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi bagaimana menciptakan kedekatan dengan masyarakat. Ketika komunikasi terbangun dengan baik, pesan akan lebih mengena dan mampu mendorong perubahan perilaku,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para opinion leader Desa Bersinar binaan BNN Kabupaten Malang dapat menjadi komunikator yang efektif dan inspiratif, sehingga mampu memperkuat upaya P4GN secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.




