• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Insentif untuk Dapur Tutup Sementara : Ketika Kebijakan Kehilangan Nurani

Editor Redaksi
29 April 2026
in Kolom Opini

Penulis: Mikael Tamara
Pioneer Bangsa

JurnalPost.com – Saya memandang kebijakan Kepala BGN yang tetap memberikan insentif Rp6 juta per hari kepada dapur yang ditutup sementara sebagai sesuatu yang tidak hanya keliru, tetapi juga mencederai rasa keadilan publik.

Sebagai seseorang yang berkecimpung dalam gerakan sosial, saya terbiasa melihat bagaimana masyarakat kecil harus berjuang tanpa kepastian. Banyak pelaku usaha mikro bertahan hidup dari hari ke hari, tanpa jaminan pemasukan, tanpa subsidi, bahkan tanpa perlindungan yang memadai. Namun di saat yang sama, kita justru menyaksikan anggaran negara tetap mengalir kepada fasilitas yang tidak beroperasi. Ini bukan sekadar kontradiksi—ini adalah ketimpangan yang nyata.

Saya ingin bertanya secara sederhana: di mana letak logika kebijakan ini? Insentif seharusnya diberikan atas dasar produktivitas, bukan sekadar keberadaan. Ketika dapur berhenti beroperasi, maka seharusnya evaluasi dilakukan, bukan justru diberikan kompensasi yang nilainya tidak kecil.

Lebih dari itu, kebijakan ini berpotensi merusak kepercayaan publik. Rakyat berhak tahu ke mana uang mereka digunakan. Transparansi bukan pilihan, melainkan kewajiban. Jika tidak ada penjelasan yang masuk akal, maka wajar jika publik mulai curiga dan mempertanyakan integritas pengambil kebijakan.

Saya juga melihat bahwa gelombang protes yang muncul hari ini adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap tata kelola negara. Ini bukan sekadar kritik, tetapi tanda bahwa rakyat masih peduli dan tidak diam ketika melihat sesuatu yang tidak beres.

Sebagai Ketua Umum Pioneer Bangsa, saya mendorong agar kebijakan ini segera dievaluasi secara terbuka. Jika terdapat kesalahan, akui dan perbaiki. Tidak ada kebijakan yang sempurna, tetapi menutup mata terhadap kritik adalah kesalahan yang jauh lebih besar.

Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya berani mengambil keputusan, tetapi juga berani mengoreksi diri. Karena pada akhirnya, kebijakan publik bukan soal kekuasaan, melainkan tanggung jawab.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.