• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Edukasi Mitigasi Bencana dengan Media Kreatif: Meningkatkan Kesiapsiagaan Siswa SDN Dayeuhkolot dalam Menghadapi Banjir

Editor Redaksi
23 April 2026
in Berita
Penampakan genangan banjir yang memutuskan Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung (Sumber: Detik.com)

Penulis: Kelompok 1, Mata Kuliah Pancasila, Telkom University

BANDUNG, JurnalPost.com – SDN 12 Dayeuhkolot rentan banjir namun minim edukasi mitigasi. Media kreatif diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, menurunkan risiko, serta membangun budaya tanggap bencana sejak dini.

Dayeuhkolot bukan nama yang asing dalam catatan kebencanaan Jawa Barat. Secara geografis, kecamatan ini berada di titik pertemuan beberapa aliran sungai besar diantaranya adalah Citarum, Cipalasari, dan Cigede, yang menjadikannya salah satu wilayah paling rentan terhadap banjir di Kabupaten Bandung. Bukan sekadar cerita lama, hingga April 2026, banjir kembali merendam Dayeuhkolot dengan total 6.877 kepala keluarga atau 19.408 jiwa terdampak, tersebar di tiga desa dan satu kelurahan. Di sebagian titik, ketinggian air bahkan mencapai 140 sentimeter, memaksa puluhan keluarga mengungsi ke shelter darurat. Data ini bukan anomali melainkan ini adalah pola yang terus berulang dari tahun ke tahun.Di tengah kondisi tersebut, ada satu kelompok yang kerap luput dari perhatian, anak-anak usia sekolah dasar. Dalam kejadian banjir April 2026, pengungsi yang tercatat di shelter desa tidak hanya terdiri dari orang dewasa dan lansia, tetapi juga mencakup siswa SD dan SMP. Mereka adalah kelompok yang paling terdampak namun paling sedikit dibekali pengetahuan untuk menghadapinya. Padahal, siswa merupakan kelompok yang paling cepat mentransfer ilmu yang didapat dari sekolah kepada keluarga dan masyarakatnya, sehingga pemberdayaan anak sejak dini untuk memahami mitigasi bencana menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang sadar bencana. Dengan kata lain, mendidik satu anak berarti menjangkau satu keluarga.

Persoalannya, anak-anak usia sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam memahami gagasan-gagasan yang bersifat abstrak, sehingga pendekatan konvensional yang bersifat satu arah sering kali tidak efektif. Di sinilah peran media kreatif menjadi penting bukan sekadar pelengkap, melainkan solusi. Penggunaan media belajar yang bersifat interaktif dan menyenangkan dapat membantu anak usia sekolah dasar memahami pengetahuan tentang bencana karena dunia anak adalah dunia bermain dan anak akan lebih mudah menyerap informasi baru dengan sikap positif tanpa paksaan.

Pemilihan judul ini juga memiliki relevansi yang kuat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui upaya peningkatan kualitas pembelajaran yang kontekstual, SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana, serta SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap risiko bencana yang semakin meningkat. Selain itu, penelitian ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila kedua yang menekankan kemanusiaan dalam memberikan perlindungan dan pengetahuan kepada anak-anak sebagai kelompok rentan, sila ketiga yang mencerminkan pentingnya persatuan dan gotong royong dalam menghadapi bencana, serta sila kelima yang menegaskan keadilan sosial dalam memberikan akses pendidikan yang relevan bagi seluruh masyarakat, khususnya di daerah rawan bencana. Maka pemilihan judul ini bukan semata-mata karena topiknya relevan tetapi karena ada kekosongan nyata yang perlu diisi. Anak-anak di SDN 07 Dayeuhkolot tumbuh di lingkungan yang secara rutin dilanda banjir, namun belum mendapatkan edukasi kebencanaan yang dikemas dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka.

Banjir yang terus terjadi di Dayeuhkolot menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana masih menjadi persoalan yang mendesak untuk dibahas saat ini. Setiap tahun, ribuan warga terdampak dan kondisi ini terus berulang tanpa solusi yang signifikan. Anak-anak sekolah dasar menjadi salah satu kelompok yang paling rentan dalam situasi tersebut. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengalaman mereka dalam menghadapi bencana. Selain itu, edukasi mitigasi yang diberikan masih belum optimal dan belum disesuaikan dengan kebutuhan anak. karena itu, topik ini penting dibahas sekarang sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

Kurangnya pemahaman siswa terhadap mitigasi bencana membuat mereka tidak siap menghadapi situasi darurat. Dalam kondisi banjir, anak-anak cenderung panik dan tidak mengetahui tindakan yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri. Hal ini tentu meningkatkan risiko keselamatan mereka ketika bencana terjadi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka potensi korban dari kalangan anak-anak akan semakin besar. Situasi ini juga bertentangan dengan nilai sila kedua Pancasila yang menekankan perlindungan terhadap sesama manusia. karena itu, edukasi mitigasi menjadi hal yang sangat penting untuk segera diterapkan.

Selain itu, banjir yang terjadi secara berulang juga memberikan dampak jangka panjang bagi anak-anak. Tidak hanya dari segi keselamatan, tetapi juga dari segi psikologis seperti munculnya rasa takut dan trauma. Proses pembelajaran di sekolah pun menjadi terganggu karena kegiatan belajar tidak dapat berjalan secara normal. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa dampak banjir tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan.

Minimnya inovasi dalam metode pembelajaran juga menjadi salah satu penyebab rendahnya pemahaman siswa terhadap mitigasi bencana. Metode konvensional yang bersifat satu arah kurang efektif bagi anak usia sekolah dasar. Anak-anak cenderung lebih mudah memahami materi melalui pendekatan yang menarik dan interaktif. Oleh karena itu, penggunaan media kreatif menjadi solusi yang relevan untuk meningkatkan pemahaman mereka. Media ini dapat membantu menyampaikan informasi dengan cara yang lebih sederhana dan menyenangkan.

Penampakan genangan banjir yang memutuskan Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung (Sumber: ayobandung.com)

Jika edukasi mitigasi bencana tidak segera diterapkan, maka risiko kerugian dan korban akan terus berulang setiap tahun. Kesiapsiagaan siswa akan tetap rendah dan mereka akan terus berada dalam kondisi yang rentan. Selain itu, dampak negatif seperti gangguan pendidikan dan trauma psikologis akan semakin meningkat. Kondisi ini tentu tidak sejalan dengan upaya perlindungan terhadap anak sebagai generasi penerus.

Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini, yaitu :
1. Mengidentifikasi tingkat pemahaman siswa tentang mitigasi bencana banjir.
2. Mengembangkan media edukasi kreatif berupa poster infografis.
3. Meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi banjir.
4. Menanamkan nilai-nilai pancasila dalam mitigasi bencana banjir.

Banjir yang terus-menerus terjadi di wilayah Dayeuhkolot menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga karena kesiapsiagaan masyarakat yang masih tergolong rendah, terutama pada kalangan anak-anak usia sekolah dasar. Siswa sekolah dasar termasuk dalam kelompok yang mudah terpengaruh, karena masih kurang dalam pemahaman, pengalaman, dan kemampuannya mengambil keputusan saat menghadapi situasi darurat. Selain itu, ada perbedaan antara keadaan lingkungan siswa yang tinggal di daerah yang sering mengalami bencana dengan materi yang mereka dapatkan di sekolah. Siswa yang setiap tahun mengalami banjir masih belum diberikan pengetahuan secara nyata tentang cara menyelamatkan diri. Kondisi tersebut, menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang ada belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan situasi mereka.
Jika masalah ini tidak segera ditangani, maka risiko keselamatan siswa akan terus bertambah setiap kali terjadi bencana. Selain itu, dampak yang akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, seperti terjadinya trauma pada psikologis dan gangguan terhadap proses belajar mengajar akan semakin besar. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang tepat agar siswa lebih sigap sejak dini.

Kebijakan alternatif yang dapat kami usulkan berupa kebijakan kurikulum, dimana kami mengimplementasikan mitigasi bencana alam dalam bentuk pembelajaran agar pengetahuan akan hal tersebut sudah ditanamkan sejak dini melalui media kreatif. Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian teori semata, tetapi juga menekankan pada pengalaman belajar yang interaktif dan aplikatif sehingga peserta didik mampu memahami serta merespons situasi bencana dengan tepat. Implementasi kebijakan ini dapat dilakukan dengan mengintegrasikan materi mitigasi bencana ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti ilmu pengetahuan alam, geografi, maupun pendidikan kewarganegaraan. Selain itu, penggunaan media kreatif seperti permainan edukatif, simulasi bencana, video animasi, hingga kegiatan praktik lapangan dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa secara lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Melalui pendekatan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya memiliki pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis bencana dan cara penanggulangannya, tetapi juga memiliki kesadaran, kesiapsiagaan, serta kemampuan untuk mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat. Dengan demikian, pendidikan mitigasi bencana sejak dini dapat menjadi langkah preventif yang efektif dalam mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam di masa yang akan datang.

Metode pengumpulan data yang kami terapkan dilakukan melalui penelusuran serta kajian mendalam terhadap berbagai pemberitaan media daring yang memotret kondisi lingkungan SDN 12 Dayeuhkolot. Lewat barita di internet, kami berhasil mengidentifikasi profil fisik sekolah sekaligus memetakan potensi risiko bencana yang menyertainya secara lebih spesifik.

Inovasi kebijakan pendidikan bencana berbasis media kreatif dapat meningkatkan pemahaman mitigasi banjir dan kesiapsiagaan darurat pada anak-anak. Hal ini juga membantu menurunkan risiko cedera atau kematian, serta mendorong terbentuknya budaya manajemen risiko bencana di lingkungan sekolah dan masyarakat.Di sisi lain, jika kebijakan ini tidak segera diterapkan, tahun demi tahun, kerugian, cedera, dan kematian yang sama akan terus berulang.

Siswa akan tetap rentan dan tidak siap menghadapi bencana. Ini menyoroti urgensi dalam menerapkan perubahan kebijakan untuk meningkatkan pendidikan bencana.
Sebagai langkah awal untuk mewujudkan gagasan edukasi mitigasi ini, kita perlu menjalin kolaborasi yang erat dengan pihak sekolah. Berdasarkan hasil observasi, implementasi program ini akan dirancang dalam bentuk kegiatan edukasi rutin. Kegiatan ini dapat dijadwalkan secara berkala, misalnya setiap dua hingga tiga bulan sekali, atau secara intensif difokuskan pada bulan-bulan tertentu menjelang musim penghujan yang biasanya menjadi siklus berulangnya banjir. Pendekatan ini dipilih agar siswa memiliki momen yang berkesan untuk fokus mempelajari kesiapsiagaan bencana, mengingat anak-anak usia sekolah dasar seringkali kesulitan memahami konsep abstrak jika hanya diajarkan melalui metode satu arah yang konvensional.
Pada saat pelaksanaannya, kegiatan rutin ini harus dikemas secara interaktif dan aplikatif. Mengingat dunia anak-anak adalah dunia bermain, penyampaian materi mitigasi harus dibuat menyenangkan agar mereka bisa menerima informasi dengan lebih mudah dan tanpa merasa dipaksa. Oleh karena itu, sesi edukasi berkala ini tidak hanya diisi dengan materi di dalam kelas saja, tetapi dibentuk menyerupai “Hari Siaga Bencana” yang dibentuk dengan permainan edukatif, simulasi bencana, dan kegiatan praktik lapangan. Cara ini akan melatih kepekaan dan kemampuan anak-anak dalam mengambil tindakan yang tepat saat situasi darurat benar-benar terjadi.

Untuk mendukung suasana belajar yang lebih aktif dan menjaga ingatan siswa di sela-sela jadwal edukasi rutin tersebut, penggunaan media kreatif menjadi solusi yang sangat relevan. Salah satu bentuk nyatanya adalah pembuatan poster infografis bertema “Pahlawan Siaga Banjir Dayeuhkolot” yang desainnya disesuaikan dengan karakteristik dan dunia anak-anak. Poster ini akan ditempatkan secara permanen di titik-titik strategis seperti mading, ruang kelas, dan jalur evakuasi sekolah. Dengan visual yang menarik dan interaktif, media ini diyakini mampu memudahkan pemahaman informasi kebencanaan Sehingga para siswa selalu mudah untuk memahami kapanpun mereka melihatnya.

Isi dari poster infografis ini dibagi menjadi beberapa poin penting yang sangat praktis. Pertama, anak-anak diajarkan untuk mengenali tanda-tanda awal datangnya banjir. Kedua, ada pengenalan tentang “Tas Siaga Bencana” (yang berisikan: peluit, senter kecil, dan jas hujan anak) beserta instruksi sederhana mengenai barang-barang apa saja yang harus disiapkan di dalamnya. Ketiga, poster ini memuat panduan evakuasi yang mengingatkan siswa untuk tidak panik dan mengetahui tindakan untuk menyelamatkan diri. Tidak lupa juga, infografis ini juga dirancang untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua dan ketiga. Pesan visual yang menampilkan sikap saling tolong-menolong antar teman diharapkan dapat menumbuhkan rasa kemanusiaan dan semangat gotong royong saat menghadapi bencana.

Sebagai penutup dari rangkaian program ini, kita akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala setelah sesi edukasi rutin selesai dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman siswa mengenai mitigasi bencana banjir. Masukan dari para guru dan pihak sekolah akan menjadi sangat berguna untuk menyempurnakan bentuk kegiatan dan media kreatif yang digunakan. Harapannya, melalui langkah langkah yang berkelanjutan ini, kesiapsiagaan anak-anak dalam menghadapi banjir bisa meningkat secara signifikan. Sekaligus menekankan dampak jangka panjang seperti trauma psikologis serta mencegah terganggunya proses pembelajaran mereka dikemudian hari.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.