
JurnalPost.com – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk tanggap darurat bencana kembali dilaksanakan oleh dosen Universitas Samudra sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Kegiatan ini mengusung judul “Inovasi Pompa Air Manual ‘Paralon-Pump’ sebagai Solusi Cepat dan Mandiri Energi untuk Rehabilitasi Sanitasi dan Penyediaan Air Bersih Pasca Bencana Banjir Aceh Tamiang”, yang dilaksanakan di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Minyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Program ini diketuai oleh Radhiyullah Armi, S.Si., M.Si., bersama tim mahasiswa dari Program Studi Geofisika Universitas Samudra. Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Simpang Lhee dan diikuti oleh perangkat desa serta masyarakat setempat yang antusias dalam mempelajari teknologi sederhana namun aplikatif tersebut.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi pasca banjir yang seringkali menyebabkan terganggunya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. Dalam situasi darurat, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi guna mencegah munculnya berbagai penyakit.
Melalui inovasi pompa air manual berbasis pipa paralon atau yang disebut “Paralon-Pump”, tim PKM menawarkan solusi praktis yang tidak bergantung pada listrik maupun bahan bakar. Alat ini dirancang sederhana, mudah dirakit, serta dapat dioperasikan secara manual oleh masyarakat tanpa memerlukan keahlian teknis khusus.
Selain demonstrasi penggunaan alat, kegiatan ini juga mencakup pelatihan langsung kepada masyarakat tentang cara pembuatan, perawatan, dan optimalisasi penggunaan pompa tersebut. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mandiri dalam mengembangkan teknologi tersebut di lingkungan mereka.

Manfaat dari kegiatan ini sangat signifikan, di antaranya adalah tersedianya alternatif sumber air bersih yang cepat dan hemat biaya, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat secara mandiri dan berkelanjutan.
Datok Penghulu Desa Simpang Lhee, T. Safrul Jamil dalam testimoninya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan ini. “Kami saya sebagai Datok Penghulu mengucapkan ribuan terima kasih, Alhamdulillah alat ini sangat bermanfaat untuk kelancaran air bersih, terima kasih lagi kepada Bapak Ibu Dosen Unsam,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Adapun kegiatan PKM Tanggap Darurat Bencana ini bersumber dari DIPA Universitas Samudra dengan nomor kontrak Nomor 227/DST/UN54.6/PM.01.02/2026, serta difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samudra. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model inovasi tepat guna yang dapat direplikasi di wilayah lain yang terdampak bencana.




