
JurnalPost.com — Pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang beberapa waktu lalu, berbagai aspek kehidupan masyarakat terdampak secara signifikan, tidak terkecuali aktivitas keagamaan. Menyikapi kondisi tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Samudra yang diketuai oleh Ibu Rahmawati, S.Si., M.S, melaksanakan kegiatan sosial berupa penyaluran bantuan peralatan ibadah di Gampong Ie Bintah sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya revitalisasi kehidupan spiritual warga.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 8 April 2026, dengan penuh kehangatan ini menyalurkan sebanyak 45 paket bantuan yang terdiri dari sarung dan mukena kepada masyarakat setempat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan perlengkapan ibadah akibat banjir, sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas keagamaan dengan lebih nyaman.
Dalam sambutannya, Ibu Rahmawati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada aspek spiritual yang memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan mental masyarakat. “Bencana tidak hanya meninggalkan kerugian material, tetapi juga dampak psikologis. Melalui bantuan ini, kami berharap masyarakat dapat kembali menghidupkan kegiatan keagamaan sebagai sumber kekuatan dan ketenangan batin,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Datuk Gampong Ie Bintah Wilda Mukhlis, S.H.I setempat menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi tim pengabdian. Mereka mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan, mengingat banyak warga yang belum sepenuhnya pulih dari dampak banjir. Selain penyerahan bantuan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara akademisi dan masyarakat. Diskusi ringan dan interaksi langsung memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi serta kebutuhan mereka secara lebih terbuka.
Pada kesempatan selanjutnya, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan serta membangun kembali kehidupan sosial dan spiritual yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditegaskan sebagai nilai penting dalam menghadapi dan bangkit dari bencana. Revitalisasi aktivitas keagamaan di Gampong Ie Bintah pun menjadi langkah awal menuju pemulihan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat terdampak.




