Bangli, JurnalPost.com – Setelah sukses mendapatkan penghargaan sebagai inovasi terbaik tingkat Puskesmas di Kabupaten Bangli tahun 2024 dan 2025, penciptaan inovasi di Puskesmas Tembuku II tidak berhenti sampai disana. Pada tahun 2026 ini, Puskesmas Tembuku II mulai menyusun inovasi di bidang kesehatan anak dan remaja, yaitu MARI MATEMBANG RARE.

Berangkat dari kurang maksimalnya deteksi dini masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak dan remaja yang menjadi salah satu permasalahan di wilayah kerja puskesmas tembuku II yang harus diperhatikan. Adanya kasus gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak dan remaja di wilayah kerja menjadi permasalahan yang tidak bisa diabaikan.
Bersama dan Mandiri Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Prasekolah dan Sekolah) dan Remaja (MARI MATEMBANG RARE) merupakan suatu inovasi yang dilakukan untuk mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak dan remaja melalui pemantauan dan deteksi dini pada gangguan tumbuh kembang.
Dalam inovasi MARI MATEMBANG RARE ini dilakukan pendekatan promotif ke anak dan remaja termasuk orangtua mengenai pertumbuhan dan pekembangan anak dan remaja baik secara langsung maupun melalui media sosial. Kegiatan Preventif dilakukan melalui skrining SDIDTK. SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang) adalah program pemantauan kesehatan komprehensif bagi anak usia dini (0-72 bulan) untuk merangsang perkembangan, mendeteksi kelainan sejak dini, dan memberikan intervensi segera. Program ini mencakup pengukuran fisik, motorik, bahasa, dan mental emosional agar anak tumbuh optimal. SDIDTK dilakukan di posyandu.
Selanjutnya pemantauan pada remaja dilakukan melalui posyandu remaja. Posyandu Remaja adalah layanan kesehatan komunitas (usia 10-24 tahun) yang berfokus pada pemantauan tumbuh kembang fisik (berat/tinggi badan, lingkar lengan, tekanan darah) dan edukasi kesehatan mental-reproduksi. Program ini bertujuan mencegah gizi buruk, anemia, dan mendukung pubertas yang sehat melalui konseling teman sebaya.
“Mari Matembang Rare menjadi salah satu upaya kami dalam mempersiapkan diri untuk mewujudkan puskesmas ramah anak di Puskesmas Tembuku II”, ujar drg. Riya Laksmi selaku koordinator klaster II pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Untuk kedepannya, diharapkan MARI MATEMBANG RARE dapat mewujudkan kesadaran Masyarakat agar dapat secara mandiri memantau pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja sehingga gangguan tumbuh kembang dapat dideteksi dan diatasi sedini mungkin.




