
JurnalPost.com – Selama menjalani kegiatan magang di Mataram Sport, kami mendapatkan banyak pengalaman yang tidak hanya sebatas teori, tetapi benar-benar terjun langsung ke dunia kerja. Kami ikut melayani pelanggan sehingga belajar bagaimana menghadapi berbagai karakter konsumen, mulai dari yang sudah tahu kebutuhan sampai yang masih butuh banyak penjelasan. Kami juga terlibat dalam pembuatan konten untuk kebutuhan promosi yang menuntut kami untuk lebih kreatif dan peka terhadap tren, ikut serta interview karyawan, merekap absensi dan report harian karyawan sebagai bagian dari pengelolaan SDM, hingga mencari data email sekolah untuk kebutuhan database marketing. Selain itu, kami juga mengikuti kegiatan stock opname (SO) untuk memahami alur pengecekan barang secara langsung, serta terlibat dalam kegiatan training karyawan yang menjadi salah satu pengalaman paling berkesan. Dari berbagai aktivitas tersebut, kami jadi lebih memahami bagaimana operasional toko berjalan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi tugas masing-masing, tetapi juga bagaimana semua bagian saling terhubung dan saling mendukung satu sama lain.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat kami terlibat dalam pelaksanaan training karyawan yang dilakukan sebanyak dua kali. Training pertama bersifat lebih personal, yaitu dilakukan oleh Repky kepada satu karyawan yang memiliki peran sebagai leader di bidang marketing kreatif. Dalam sesi ini, fokus utamanya adalah bagaimana seorang leader mampu menjadi role model bagi timnya, baik dari segi kedisiplinan, komunikasi, maupun cara berpikir kreatif yang bisa diterapkan langsung dalam pekerjaan. Diskusi yang dilakukan juga terasa lebih mendalam karena membahas kondisi nyata yang dihadapi di lapangan. Dari sini kami belajar bahwa seorang leader bukan hanya memberi arahan, tetapi juga harus bisa memberikan contoh nyata dalam bekerja, karena sikap leader akan sangat mempengaruhi ritme kerja, pola komunikasi, dan bahkan semangat tim secara keseluruhan.

Selanjutnya, training kedua dilakukan oleh tim kami kepada beberapa staff dengan materi yang lebih luas, seperti kedisiplinan waktu, target rating Google Maps, dan pentingnya komunikasi untuk menghindari miskomunikasi. Permasalahan yang kami temui antara lain masih adanya kebiasaan datang terlambat yang bisa mempengaruhi konsistensi budaya kerja, rasa sungkan dalam meminta review kepada pelanggan padahal hal tersebut penting untuk membangun citra toko, serta komunikasi yang belum sepenuhnya efektif sehingga terkadang menimbulkan kesalahpahaman kecil di lingkungan kerja. Untuk mengatasi hal tersebut, kami memberikan solusi berupa pemahaman dan penegasan ulang aturan kerja (SOP) agar lebih jelas dan disepakati bersama, membangun kebiasaan komunikasi yang lebih terbuka antar karyawan, serta memberikan gambaran cara yang lebih tepat dan sopan dalam berinteraksi dengan pelanggan, termasuk menentukan momen yang pas untuk meminta rating tanpa membuat pelanggan merasa tidak nyaman. Dalam prosesnya, training ini juga berlangsung cukup interaktif karena ada sesi diskusi dan berbagi pengalaman dari masing-masing staff. Melalui training ini, kami tidak hanya berbagi materi, tetapi sama-sama belajar dan juga berusaha menyamakan pemahaman agar seluruh karyawan dapat bekerja lebih disiplin, profesional, dan saling mendukung satu sama lain dalam mencapai tujuan bersama.




