
JurnalPost.com – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga melaksanakan program kerja “Ecobrick to Reduce Plastic Waste” sebagai upaya edukasi pengelolaan sampah plastik sejak dini. Program ini dilaksanakan selama dua hari, yakni 14–15 Januari 2026, bertempat di SDN Waruwetan, Desa Waruwetan, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan.
Program “Ecobrick to Reduce Plastic Waste” merupakan kegiatan edukatif yang bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa sekolah dasar melalui metode praktik langsung.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi singkat mengenai dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan, dilanjutkan dengan pengenalan konsep Ecobrick sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah plastik yang sederhana dan ramah lingkungan. Setelah itu, siswa diajak untuk membuat Ecobrick dengan cara memasukkan sampah plastik yang telah dicacah ke dalam botol bekas hingga terisi padat dan keras, lalu disusun untuk dibuat kreasi tempat sampah.
Sasaran utama program ini adalah siswa-siswi kelas 5-6 SDN Waruwetan, dengan harapan nilai kepedulian lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa BBK 7 UNAIR, siswa sekolah dasar, serta didukung oleh guru dan pihak sekolah. Salah satu mahasiswa BBK 7 UNAIR menyampaikan, “Melalui Ecobrick, kami harap siswa memahami bahwa sampah plastik bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya dibuang begitu saja.”
Output yang diharapkan dari program ini adalah terbentuknya Ecobrick hasil karya siswa, meningkatnya pengetahuan siswa tentang pengelolaan sampah plastik, serta tumbuhnya sikap peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah dan sekitarnya. Selain itu, Ecobrick yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran atau bahan bangunan sederhana.
Dampak dari program ini tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh seluruh guru dan perangkat sekolah lainnya. Guru pendamping SDN Waruwetan mengungkapkan, “Kegiatan ini sangat positif karena anak-anak jadi lebih sadar untuk memilah sampah dan tidak membuang plastik sembarangan.”
Mahasiswa berharap program ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan, tidak hanya di sekolah, tetapi juga diterapkan di lingkungan rumah dan masyarakat Desa Waruwetan sebagai langkah nyata mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
TAG: #SDG12 #KonsumsidanProduksiyangBertanggungJawab #SDGsUNAIR




