• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

TINGKAT PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT JAKARTA TENTANG PENGGUNAAN OBAT BEBAS DENGAN BENAR

Editor Redaksi
19 Januari 2026
in Artikel

Oleh: Dhafiyah Salwa Arifin
Universitas Binawan
Email: [email protected]

ABSTRAK

Penggunaan obat bebas merupakan praktik swamedikasi yang umum dilakukan oleh masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Kemudahan akses terhadap obat bebas mendorong masyarakat untuk menggunakannya tanpa resep dokter, namun sering kali tidak diimbangi dengan pengetahuan dan kesadaran yang memadai mengenai cara penggunaan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat Jakarta tentang penggunaan obat bebas dengan benar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap masyarakat di wilayah Jakarta. Informan dipilih secara purposive berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat bebas masih bervariasi dan cenderung belum optimal, terutama dalam memahami dosis, durasi penggunaan, serta potensi efek samping obat. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam menerapkan penggunaan obat bebas yang rasional masih rendah, ditandai dengan kebiasaan mengabaikan informasi pada kemasan obat dan minimnya konsultasi dengan tenaga kesehatan. Faktor pendidikan, lingkungan sosial, serta arus informasi turut memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan upaya edukasi kesehatan yang berkelanjutan serta penguatan peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat agar penggunaan obat bebas menjadi lebih aman dan bertanggung jawab.

Kata Kunci : Pengetahuan dan Kesadaran, Obat Bebas, Swamedikasi, Masyarakat Jakarta

PENDAHULUAN

Penggunaan obat bebas merupakan bagian penting dari praktik swamedikasi yang banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan. Obat bebas dinilai mudah diakses, praktis, dan relatif terjangkau sehingga menjadi pilihan utama sebelum masyarakat memutuskan untuk berkonsultasi dengan tenaga Kesehatan (Manihuruk et al., 2024). Namun, kemudahan akses ini perlu diimbangi dengan pengetahuan dan kesadaran yang memadai agar penggunaan obat tetap aman dan efektif.

Pengetahuan masyarakat tentang obat bebas mencakup pemahaman terhadap indikasi, dosis, cara penggunaan, efek samping, serta batasan penggunaannya. Kurangnya pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut dapat menimbulkan risiko, seperti kesalahan dosis, penggunaan obat yang tidak sesuai dengan keluhan, hingga interaksi obat yang berbahaya (Astuti & Apriyani, 2023). Oleh karena itu, tingkat pengetahuan menjadi faktor kunci dalam menentukan kualitas penggunaan obat bebas di masyarakat. Selain pengetahuan, kesadaran masyarakat juga memegang peranan penting dalam penggunaan obat bebas secara benar. Kesadaran ini tercermin dari sikap kehati-hatian dalam membaca label obat, mengikuti aturan pakai, serta memperhatikan peringatan dan kontraindikasi. Masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi cenderung lebih bertanggung jawab dalam memilih dan menggunakan obat, sehingga dapat meminimalkan risiko efek yang merugikan.

Perkembangan informasi kesehatan melalui media massa dan media digital turut memengaruhi perilaku masyarakat dalam menggunakan obat bebas. Informasi yang akurat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, tetapi informasi yang keliru atau tidak lengkap justru dapat menyesatkan. Kondisi ini menuntut kemampuan masyarakat untuk menyaring informasi kesehatan secara kritis dan rasional.

Tenaga kefarmasian, khususnya apoteker, memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait penggunaan obat bebas. Melalui edukasi yang tepat, apoteker dapat membantu masyarakat memahami cara penggunaan obat yang benar dan aman. Interaksi langsung di apotek menjadi sarana penting dalam mendukung praktik swamedikasi yang rasional (A. K. Sari et al., 2023).

Di sisi lain, perbedaan latar belakang pendidikan, sosial ekonomi, dan budaya turut memengaruhi tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Faktor-faktor tersebut menyebabkan adanya variasi dalam cara masyarakat memahami dan menggunakan obat bebas. Oleh karena itu, kajian mengenai tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat perlu dilakukan secara kontekstual sesuai dengan karakteristik wilayah penelitian.

Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki karakteristik masyarakat yang heterogen dengan tingkat mobilitas dan aktivitas yang tinggi. Kondisi ini mendorong tingginya kebutuhan akan obat bebas sebagai solusi cepat terhadap keluhan kesehatan ringan (Januari et al., 2024). Namun, keberagaman latar belakang penduduk Jakarta juga berpotensi menimbulkan perbedaan tingkat pengetahuan dan kesadaran dalam penggunaan obat bebas.

Permasalahan utama dalam penelitian ini berangkat dari masih tingginya praktik penggunaan obat bebas di masyarakat Jakarta yang belum sepenuhnya didukung oleh pengetahuan dan kesadaran yang memadai. Kemudahan akses obat bebas di apotek, toko obat, maupun platform daring mendorong masyarakat untuk melakukan swamedikasi tanpa konsultasi dengan tenaga kesehatan. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum memahami secara benar mengenai indikasi, dosis yang tepat, cara penggunaan, lama penggunaan, serta potensi efek samping dan kontraindikasi obat bebas. Kondisi ini diperparah dengan adanya anggapan bahwa obat bebas selalu aman digunakan dalam segala situasi, sehingga meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat, seperti overdosis, penggunaan berulang dalam jangka panjang, atau penggunaan obat yang tidak sesuai dengan kondisi kesehatan tertentu.

Selain rendahnya tingkat pengetahuan, permasalahan lain yang signifikan adalah kurangnya kesadaran masyarakat Jakarta dalam menerapkan perilaku penggunaan obat bebas yang rasional dan bertanggung jawab. Banyak masyarakat yang tidak membaca atau mengabaikan informasi pada kemasan obat, tidak memperhatikan peringatan khusus, serta mudah terpengaruh oleh rekomendasi non-medis dari lingkungan sekitar maupun informasi yang tidak tervalidasi dari media sosial. Keberagaman latar belakang pendidikan, sosial ekonomi, serta tingginya aktivitas dan tekanan hidup di wilayah perkotaan seperti Jakarta turut memengaruhi pola perilaku tersebut.

Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan di Jakarta untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat bebas dengan benar. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi edukasi kesehatan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan, khususnya di wilayah Jakarta.

TINJAUAN PUSTAKA

Obat Bebas

Obat bebas adalah obat yang dapat diperoleh masyarakat secara bebas di pasaran tanpa memerlukan resep dokter. Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan, seperti demam, sakit kepala, batuk, pilek, atau gangguan pencernaan ringan. Menurut Depkes RI dalam (Alida Rahmalia Damayanti, 2023), obat bebas tergolong relatif aman apabila digunakan sesuai dengan aturan pakai yang tercantum pada kemasan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya swamedikasi.

Selain obat bebas, dikenal pula istilah obat bebas terbatas, yaitu obat yang sebenarnya termasuk dalam golongan obat keras tetapi masih diperbolehkan untuk dijual tanpa resep dokter dengan ketentuan tertentu (Fatmawati, 2022). Obat bebas terbatas memiliki tanda khusus dan disertai peringatan pada kemasannya. Keberadaan peringatan ini bertujuan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam penggunaannya, mengingat potensi efek samping yang dapat timbul apabila digunakan secara tidak tepat. Meskipun obat bebas dan obat bebas terbatas dapat dibeli tanpa resep dokter, penggunaannya tetap harus memperhatikan indikasi, dosis, cara penggunaan, serta lama pemakaian yang dianjurkan (Thaib, 2020). Penggunaan yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan, seperti efek samping atau gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai pengertian dan aturan penggunaan obat bebas sangat penting agar masyarakat dapat melakukan swamedikasi secara aman dan bertanggung jawab.

Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Obat Bebas

Pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat bebas merupakan aspek penting dalam menentukan keberhasilan praktik swamedikasi yang aman dan efektif. Pengetahuan ini tidak hanya terbatas pada kemampuan mengenali jenis obat yang digunakan, tetapi juga mencakup pemahaman yang lebih luas mengenai indikasi yang tepat, dosis yang sesuai, cara dan waktu penggunaan, serta potensi efek samping yang mungkin timbul (Nurfadillah et al., 2022). Masyarakat yang memiliki pengetahuan yang baik cenderung lebih berhati-hati dalam memilih obat dan mampu menyesuaikan penggunaannya dengan kondisi kesehatan yang dialami. Sebaliknya, keterbatasan pengetahuan dapat menyebabkan kesalahan dalam penggunaan obat, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai obat bebas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat pendidikan, pengalaman pribadi dalam menggunakan obat, serta kemudahan akses terhadap informasi kesehatan. Selain itu, peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, sangat berpengaruh dalam memberikan edukasi yang benar terkait penggunaan obat bebas (Rio Renaldi Hidayatullah, 2025). Informasi yang diperoleh dari sumber yang tidak resmi atau tidak tervalidasi, seperti media sosial atau rekomendasi dari lingkungan sekitar, sering kali menyebabkan kesalahpahaman dalam penggunaan obat. Oleh karena itu, kualitas dan keakuratan informasi yang diterima masyarakat menjadi faktor penentu dalam membentuk pengetahuan yang benar mengenai obat bebas.

Pengetahuan yang rendah tentang penggunaan obat bebas dapat mendorong terjadinya perilaku penggunaan obat yang tidak rasional. Contoh perilaku tersebut antara lain penggunaan dosis yang melebihi aturan, penggunaan obat dalam jangka waktu yang terlalu lama tanpa pengawasan, serta pemilihan obat yang tidak sesuai dengan keluhan atau kondisi kesehatan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping, interaksi obat, hingga keterlambatan dalam penanganan penyakit yang lebih serius. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat berhubungan erat dengan peningkatan ketepatan, keamanan, dan tanggung jawab dalam penggunaan obat bebas, sehingga edukasi kesehatan menjadi upaya penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat bebas dengan benar. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu menggali pemahaman, persepsi, dan pengalaman masyarakat secara langsung dan kontekstual, khususnya terkait perilaku swamedikasi. Metode deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran nyata mengenai kondisi yang terjadi di lapangan tanpa melakukan manipulasi terhadap variabel yang diteliti (Sudirman, 2023).

Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi kepada masyarakat yang berdomisili di wilayah Jakarta. Informan dipilih secara purposive, yaitu berdasarkan kriteria tertentu seperti usia, latar belakang pendidikan, dan pengalaman menggunakan obat bebas. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur agar peneliti memiliki panduan pertanyaan, namun tetap memberi ruang bagi informan untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman secara bebas. Observasi dilakukan untuk memperkuat data dengan melihat secara langsung perilaku masyarakat dalam memperoleh dan menggunakan obat bebas.

Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh dari wawancara dan observasi diklasifikasikan sesuai dengan tema penelitian, kemudian dianalisis untuk menemukan pola dan makna yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan kesadaran Masyarakat (M. Sari et al., 2023). Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan metode, sehingga hasil penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang akurat dan mendalam mengenai penggunaan obat bebas di masyarakat Jakarta.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Obat Bebas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Jakarta mengenai penggunaan obat bebas masih berada pada kategori bervariasi, mulai dari cukup hingga rendah. Sebagian informan memahami fungsi dasar obat bebas untuk mengatasi keluhan ringan seperti demam, sakit kepala, atau batuk. Namun, pemahaman tersebut umumnya terbatas pada pengalaman pribadi dan kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun. Banyak informan yang belum memahami secara lengkap mengenai indikasi yang tepat, dosis yang benar, serta batasan penggunaan obat bebas, terutama terkait lama penggunaan dan risiko jika digunakan secara berlebihan.

Temuan wawancara juga menunjukkan bahwa sebagian besar informan belum memahami secara jelas makna informasi yang tercantum pada kemasan obat, seperti aturan pakai, peringatan, dan efek samping. Beberapa informan mengaku hanya membaca nama obat dan kegunaannya secara singkat tanpa memperhatikan informasi lainnya.

Berdasarkan analisis kualitatif, tingkat pendidikan dan akses informasi sangat memengaruhi pengetahuan masyarakat. Informan dengan latar belakang pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik dan lebih berhati-hati dalam menggunakan obat bebas. Sebaliknya, informan dengan pendidikan rendah lebih sering mengandalkan rekomendasi dari orang lain tanpa mempertimbangkan aspek keamanan. Hal ini memperkuat pentingnya edukasi kesehatan yang merata untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat secara menyeluruh.

Kesadaran Masyarakat dalam Menerapkan Penggunaan Obat Bebas yang Benar

Selain pengetahuan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Jakarta dalam menerapkan penggunaan obat bebas yang benar masih tergolong rendah. Banyak informan yang mengaku pernah menggunakan obat bebas tanpa membaca aturan pakai secara lengkap, bahkan mengonsumsi obat berdasarkan kebiasaan sebelumnya. Kesadaran untuk memperhatikan peringatan, kontraindikasi, dan potensi efek samping masih kurang, terutama ketika keluhan dianggap ringan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Temuan observasi juga memperlihatkan bahwa masyarakat cenderung menggunakan obat bebas sebagai solusi cepat tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Beberapa informan menyatakan bahwa mereka akan terus mengonsumsi obat selama gejala belum hilang, tanpa memperhatikan durasi penggunaan yang dianjurkan.

Kesadaran masyarakat juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan gaya hidup perkotaan. Tingginya aktivitas dan keterbatasan waktu mendorong masyarakat Jakarta untuk memilih cara praktis dalam mengatasi masalah kesehatan. Kondisi ini menyebabkan konsultasi dengan tenaga kesehatan sering diabaikan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kesadaran tidak hanya memerlukan pengetahuan, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam memandang pentingnya penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab.

Peran Informasi dan Tenaga Kesehatan dalam Penggunaan Obat Bebas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran informasi dan tenaga kesehatan, khususnya apoteker, sangat berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Informan yang pernah mendapatkan penjelasan langsung dari apoteker cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai cara penggunaan obat bebas. Namun, tidak semua informan memanfaatkan kesempatan untuk bertanya atau berkonsultasi saat membeli obat, sehingga potensi edukasi yang ada belum dimanfaatkan secara optimal.

Sumber informasi non-medis, seperti media sosial dan rekomendasi dari keluarga atau teman, masih menjadi rujukan utama masyarakat dalam menggunakan obat bebas. Sayangnya, informasi tersebut tidak selalu akurat dan dapat menimbulkan kesalahpahaman. Berdasarkan hasil wawancara, beberapa informan mengaku pernah mencoba obat tertentu karena rekomendasi daring tanpa mengetahui kandungan dan risiko penggunaannya. Hal ini menunjukkan bahwa arus informasi yang tidak terkontrol menjadi salah satu faktor penyebab penggunaan obat bebas yang tidak rasional.

Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini berhasil menggambarkan secara mendalam kondisi nyata di lapangan terkait penggunaan obat bebas di masyarakat Jakarta. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa permasalahan utama terletak pada rendahnya pengetahuan dan kesadaran, serta belum optimalnya peran edukasi dari tenaga kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang berkelanjutan dan mudah diakses agar masyarakat mampu menggunakan obat bebas secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.

Pembahasan

Pembahasan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan obat bebas di masyarakat Jakarta masih didominasi oleh kebiasaan swamedikasi yang belum sepenuhnya didukung oleh pengetahuan dan kesadaran yang memadai. Meskipun obat bebas mudah diperoleh dan sering digunakan untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan, pemahaman masyarakat mengenai aturan penggunaan yang benar masih terbatas. Banyak masyarakat menganggap obat bebas sebagai obat yang sepenuhnya aman, sehingga cenderung mengabaikan aspek dosis, durasi penggunaan, serta potensi efek samping yang dapat timbul apabila digunakan secara tidak tepat.

Hasil penelitian juga memperlihatkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik penggunaan obat bebas. Sebagian masyarakat sebenarnya mengetahui aturan dasar penggunaan obat, seperti anjuran dosis, namun tidak selalu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari kebiasaan menggunakan obat berdasarkan pengalaman sebelumnya atau rekomendasi orang lain tanpa membaca kembali informasi pada kemasan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimiliki belum sepenuhnya diikuti oleh kesadaran dan sikap yang bertanggung jawab dalam penggunaan obat bebas.

Faktor pendidikan dan akses informasi terbukti berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan masyarakat. Masyarakat dengan latar belakang pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik serta lebih berhati-hati dalam menggunakan obat bebas. Sebaliknya, masyarakat dengan pendidikan yang lebih rendah lebih sering mengandalkan informasi dari lingkungan sekitar atau media sosial yang belum tentu benar. Hal ini menegaskan pentingnya peran edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, gaya hidup masyarakat perkotaan seperti Jakarta yang serba cepat dan padat aktivitas turut memengaruhi perilaku penggunaan obat bebas. Keterbatasan waktu membuat masyarakat memilih solusi instan tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang. Kesadaran untuk berkonsultasi dengan apoteker atau tenaga kesehatan masih rendah, padahal peran mereka sangat penting dalam memberikan informasi yang akurat dan mencegah kesalahan penggunaan obat.

Selain faktor individu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lingkungan sosial memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku penggunaan obat bebas di masyarakat Jakarta. Rekomendasi dari keluarga, teman, atau rekan kerja sering kali menjadi dasar utama dalam memilih obat, terutama ketika keluhan dianggap ringan dan pernah dialami sebelumnya. Pola ini memperkuat kebiasaan penggunaan obat tanpa pertimbangan medis yang memadai. Ketergantungan pada pengalaman orang lain menunjukkan bahwa kepercayaan sosial sering kali lebih dominan dibandingkan pemahaman ilmiah, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan obat secara berulang.

Di sisi lain, temuan penelitian ini juga mengindikasikan perlunya peningkatan peran fasilitas pelayanan kefarmasian sebagai pusat edukasi kesehatan masyarakat. Apotek tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh obat, tetapi juga sebagai sarana konsultasi yang strategis. Dengan pendekatan edukatif yang lebih aktif dan komunikatif, apoteker dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat bebas yang benar. Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko penggunaan obat yang tidak rasional serta mendorong masyarakat Jakarta untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan melalui swamedikasi yang aman.

Secara keseluruhan, pembahasan hasil penelitian ini menegaskan bahwa permasalahan penggunaan obat bebas di masyarakat Jakarta tidak hanya terletak pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada kesadaran dan perilaku. Oleh karena itu, upaya peningkatan penggunaan obat bebas yang benar perlu dilakukan secara komprehensif melalui edukasi berkelanjutan, penguatan peran tenaga kesehatan, serta peningkatan literasi kesehatan masyarakat agar penggunaan obat bebas menjadi lebih aman dan rasional.

KESIMPULAN

  1. Tingkat pengetahuan masyarakat Jakarta tentang penggunaan obat bebas masih tergolong bervariasi dan cenderung belum optimal, terutama dalam memahami dosis, durasi penggunaan, serta potensi efek samping dan interaksi obat. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemudahan akses obat bebas belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai penggunaannya secara aman dan rasional.
  2. Kesadaran masyarakat dalam menerapkan penggunaan obat bebas yang benar masih rendah, terlihat dari kebiasaan tidak membaca informasi pada kemasan obat, penggunaan obat berdasarkan pengalaman sebelumnya, serta minimnya konsultasi dengan tenaga kesehatan. Faktor gaya hidup perkotaan, lingkungan sosial, dan arus informasi yang tidak selalu akurat turut memengaruhi perilaku penggunaan obat bebas.
  3. Peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Penguatan literasi kesehatan melalui pendekatan yang mudah dipahami dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat mendorong penggunaan obat bebas yang lebih aman, tepat, dan bertanggung jawab di masyarakat Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA
Alida Rahmalia Damayanti,  et al. (2023). ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN MAHASISWA JURUSAN KESEHATAN UMS TERKAIT PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN OBAT BEBAS TERBATAS UNTUK SWAMEDIKASI. Jurnal Farmasi Dan Herbal, 5(2).

Astuti, F., & Apriyani, H. D. (2023). Laporan penelitian hubungan pengetahuan tentang swamedikasi dengan pola penggunaan obat pada masyarakat dusun sanan kecamatan pleret kabupaten bantul.

Fatmawati, E. R. M. dan. (2022). Informasi Umum Tentang Penggunaan Obat Yang Aman. Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/801/informasi-umum-tentang-penggunaan-obat-yang-aman

Januari, A. D. W. I., Rusdayanti, N., Kardian, S., & Shara, S. (2024). Urbanisasi Jakarta dan dampaknya terhadap sosial ekonomi dan lingkungan. STUM : Sustainable Transportation and Urban Mobility, 1(1), 21–37.

Manihuruk, A. C., Handini, M. C., Sinaga, T. R., Rosa, L., Sinaga, V., Studi, P., Ilmu, M., Masyarakat, K., Pascasarjana, D., & Sari, U. (2024). SWAMEDIKASI OBAT : STUDI KUALITATIF PELAKSANAAN PELAYANAN SWAMEDIKASI DI APOTEK KECAMATAN DOLOKSANGGUL , KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2023. PREPOFIT : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(April), 301–329.

Nurfadillah, Z., Kunaedi, A., Bachtiar, A., & Santana, S. A. (2022). REVIEW ARTIKEL PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TANPA RESEP DI INDONESIA. Medimuh: Jurnal Kesehatan Muhammadiyah, 3(1), 1–4.

Rio Renaldi Hidayatullah, U. N. dan U. F. (2025). Analisa faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman pasien tentang swamedikasi di apotek. Jurnal Kesehatan T, 6(4), 14241–14248.

Sari, A. K., Hanistya, R., Samlan, K., Wahyuningsih, E., & Irma, O. (2023). LITERATUR REVIEW : PERAN STRATEGIS APOTEKER DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN SWAMEDIKASI ( SELF MEDICATION ). Usadha: Journal of Pharmacy, 2(4), 543–550.

Sari, M., Rachman, H., Astuti, N. J., Afgani, M. W., & Abdullah, R. (2023). Explanatory Survey dalam Metode Penelitian Deskriptif Kuantitatif Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(1), 10–16.

Sudirman,  et al. (2023). Metodologi Penelitian 1 (S. Haryanti (ed.)). Media Sains Indonesia.

Thaib, A. Y. S. dan C. M. (2020). PENYULUHAN EFEK SAMPING OBAT TANPA RESEP DOKTER YANG DAPAT MEMBAHAYAKAN DI KELURAHAN DENAI, MEDAN Artha. Jurnal Abdimas, 1(2), 86–89.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.