Oleh : Siti Nur Aisyah Gumalis
JurnalPost.com – Program Patriotisme Les Bahasa Inggris untuk Siswa Sekolah Dasar merupakan salah satu program unggulan yang dilaksanakan oleh Tim KKN R4 di Desa Candiwatu. Kegiatan ini diselenggarakan selama empat hari berturut-turut dan ditujukan bagi siswa Sekolah Dasar kelas 1 hingga kelas 6. Program ini dirancang sebagai upaya peningkatan kemampuan bahasa Inggris anak-anak.
Pelaksanaan program ini berangkat dari hasil observasi awal Tim KKN yang menunjukkan bahwa akses pembelajaran bahasa Inggris yang menarik dan berkualitas di Desa Candiwatu masih terbatas. Pembelajaran di sekolah umumnya bersifat konvensional dan belum sepenuhnya mampu meningkatkan minat serta kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Di sisi lain, penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini juga menjadi aspek penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, beridentitas kuat, dan berdaya saing global. Oleh karena itu, Tim KKN R4 menginisiasi program les bahasa Inggris yang dikemas secara interaktif, menyenangkan, dan kontekstual.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan persiapan matang, meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak sekolah, sosialisasi kepada orang tua, pendaftaran peserta, serta penyusunan modul dan media pembelajaran. Program ini dilaksanakan di salah satu fasilitas desa dengan suasana belajar yang nyaman dan ramah anak. Setiap sesi pembelajaran berlangsung selama kurang lebih dua jam dan dibagi ke dalam beberapa segmen agar sesuai dengan rentang konsentrasi anak-anak.
Hari pertama kegiatan difokuskan pada pengenalan vocabulary bahasa Inggris. Materi meliputi kosakata tentang Daily Activity , buah-buahan dan makanan. Pembelajaran dilakukan melalui penggunaan kertas kata, soal dan sesi tanya jawab interaktif. Anak-anak tampak sangat antusias, terutama saat membahas makanan favorit dan kegiatannya. Pada akhir sesi, Anak- anak diberi soal bahasa Inggris.
Hari kedua diarahkan pada penguatan materi melalui berbagai latihan soal. Peserta mengerjakan soal, melengkapi kalimat, dan menyusun kalimat dari kartu kata acak. Sistem reward berupa jajan diterapkan untuk meningkatkan motivasi belajar. Metode ini terbukti efektif, karena peserta menjadi lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti setiap sesi. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mulai memahami penggunaan kosakata dalam konteks kalimat sederhana, bukan sekadar menghafal kata.
Hari ketiga menjadi Anak-anak diajari Vocabulary dengan pelaksanaan berbagai games edukatif. Permainan yang dilakukan antara Sambung kalimat dalam Bahasa Inggris, dan mengartikan kata. Seluruh permainan dirancang untuk melatih kemampuan listening, speaking, reading, dan vocabulary secara menyenangkan. Anak-anak belajar tanpa merasa terbebani. Suasana kompetisi yang sehat dan kolaboratif berhasil menumbuhkan kepercayaan diri serta kebersamaan antar peserta.
Hari keempat sekaligus menjadi penutup program dengan kegiatan menonton film animasi berbahasa Inggris. Sebelum menonton peserta diajak bermain games Whisper English dan Lucky Word. Selama pemutaran film, anak-anak terlihat fokus dan mulai mengenali kata-kata yang telah dipelajari sebelumnya. Setelah film selesai, dilakukan diskusi ringan untuk menggali pemahaman peserta terhadap alur cerita, karakter, serta nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai seperti keberanian, persahabatan, pantang menyerah, dan gotong royong kemudian dikaitkan dengan semangat patriotisme dan perjuangan pahlawan Indonesia.
Kegiatan ditutup dengan pembagian sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Selain itu, diberikan pula penghargaan khusus bagi peserta paling aktif, peserta dengan peningkatan terbaik, serta pemenang berbagai perlombaan. Momen penutupan berlangsung penuh semangat, terlihat dari antusiasme dan rasa kedekatan yang terjalin antara anak-anak dan Tim. Banyak Anak-anak yang menyampaikan rasa terima kasih serta harapan agar program serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
Program Patriotisme Les Bahasa Inggris untuk Siswa Sekolah Dasar berjalan dengan sangat baik dan mencapai seluruh target yang telah ditetapkan. Peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata, serta minat belajar bahasa Inggris. Lebih dari itu, program ini berhasil menanamkan rasa cinta terhadap Indonesia dan membuktikan bahwa pembelajaran bahasa asing dapat berjalan dengan baik. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang dapat direplikasi dan dikembangkan pada kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya.




