
Desa Pacet, Mojokerto, JurnalPost.com – Keterbatasan finansial sering kali menjadi kendala utama bagi para ibu di PKK yang ingin memulai bisnis dari rumah. Meskipun demikian, keterbatasan ini tidak menghentikan semangat untuk berinovasi dan menciptakan peluang ekonomi yang baru. Inilah yang menjadi fokus dari kegiatan mahasiswa Sub Kelompok 7 KKN R 5 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dalam program pengabdian masyarakat di Desa Pacet, Mojokerto.
Dengan memanfaatkan potensi lokal berupa ubi, mahasiswa KKN telah memulai inovasi pengolahan makanan menjadi tiga produk yang memiliki nilai jual, yaitu brownies ubi, bola ubi, dan gabin ubi. Ubi dipilih karena mudah diakses, harganya terjangkau, serta bisa diolah menggunakan peralatan dapur sederhana yang sudah dimiliki oleh sebagian besar keluarga.
Dari sisi solusi usaha dengan modal minim, ketiga produk ini menawarkan keunggulan yang jelas. Bahan baku utama berasal dari pertanian lokal, yang memungkinkan pengurangan biaya produksi. Selain itu, proses pembuatan tidak memerlukan teknologi yang rumit, menjadikannya sangat sesuai untuk dijalankan sebagai usaha rumahan skala kecil oleh para ibu di PKK.
Mahasiswa KKN tidak sekadar menunjukkan metode memasak, tetapi mereka juga menyediakan langkah-langkah mudah mengenai rencana bisnis yang mudah dipahami. Mereka meliputi penilaian mengenai biaya produksi, menetapkan harga jual yang wajar dan sekaligus menguntungkan, serta strategi pemasaran yang sederhana seperti menjual produk di lingkungan sekitar, mengadakan arisan PKK, menyalurkan produk ke warung, serta mempromosikan melalui WhatsApp dan platform media sosial.

Brownies ubi dibuat sebagai produk kelas atas dengan tampilan menarik yang cocok untuk perayaan keluarga atau pesanan khusus. Snack bola ubi menjadi alternatif camilan hemat yang dapat diproduksi secara massal dengan modal kecil. Di sisi lain, gabin ubi menawarkan pilihan makanan tradisional yang unik dan memiliki daya tarik tersendiri di kalangan konsumen lokal.
Dengan inisiatif ini, mahasiswa KKN berharap bahwa para anggota PKK dapat memahami bahwa memulai usaha tidak selalu memerlukan dana besar, tetapi lebih kepada kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Dengan inovasi yang sederhana, ubi yang sebelumnya hanya digunakan sebagai bahan makanan sehari-hari kini memiliki potensi untuk menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
Program ini menunjukkan bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat bisa menghasilkan solusi praktis untuk memperkuat perekonomian lokal. Inovasi dalam pengolahan ubi di Desa Pacet diharapkan bisa berlanjut dan menjadi langkah awal bagi pengembangan UMKM yang mandiri dan berkelanjutan meskipun dengan keterbatasan modal
Ditulis Oleh
Marshanda Sekarningrum 1152200077 Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Aagustus 1945 Surabaya




