
Mojokerto, JurnalPost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa, khususnya di sektor pertanian. Hal ini diwujudkan oleh Yosua Asa Firdaus mahasiswa KKN yang bertugas di Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Melalui bimbingan langsung Dr. (Cand.) Fiky Two Nando, S.T., M.T muncul program kerja berjudul “Alat Penebar Pupuk Elektrik untuk Efisiensi Pertanian terhadap Masyarakat Desa Sumberkembar Kecamatan Pacet.”
Program tersebut digagas oleh Sub Kelompok 7 KKN, yang melihat langsung kondisi di lapangan bahwa sebagian besar petani di Desa Sumberkembar masih menggunakan cara manual dalam proses pemupukan tanaman. Metode tradisional ini dinilai kurang efektif karena membutuhkan tenaga fisik yang besar, waktu kerja yang relatif lama, serta berpotensi menyebabkan hasil penebaran pupuk tidak merata di lahan pertanian. Ketidakteraturan distribusi pupuk tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan hasil panen secara keseluruhan.
Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif menghadirkan solusi berupa alat penebar pupuk elektrik yang dirancang dengan konsep sederhana, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan petani desa. Alat ini diharapkan mampu membantu petani meningkatkan efisiensi kerja tanpa harus bergantung pada teknologi yang rumit atau berbiaya tinggi.
Salah satu anggota Sub Kelompok 7 dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Yosua Asa, menjelaskan bahwa alat penebar pupuk elektrik ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi dan kebiasaan kerja petani setempat. “Kami tidak ingin menawarkan teknologi yang terlalu kompleks. Fokus kami adalah alat yang praktis, hemat tenaga, dan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh petani dalam kegiatan sehari-hari,” ujarnya.
Secara teknis, alat penebar pupuk elektrik ini bekerja menggunakan sistem motor listrik yang berfungsi untuk menyebarkan pupuk secara merata ke area tanam. Dengan bantuan mekanisme tersebut, petani tidak lagi perlu menebar pupuk secara manual menggunakan tangan. Selain dapat mengurangi kelelahan fisik, penggunaan alat ini juga mampu mempercepat proses pemupukan sehingga waktu kerja di lahan pertanian menjadi lebih efisien.
Tidak hanya memperkenalkan alat, mahasiswa KKN juga melaksanakan kegiatan praktik langsung kepada petani di Desa Sumberkembar. Praktik langsung ini dilakukan agar petani dapat memahami fungsi alat secara menyeluruh dan merasa lebih percaya diri untuk menggunakannya secara mandiri.

Program kerja ini mendapat respons positif dari masyarakat desa, khususnya petani yang merasakan langsung manfaat dari alat tersebut. Kehadiran alat penebar pupuk elektrik dinilai mampu membantu meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan efektivitas pemupukan di lahan pertanian. Dengan distribusi pupuk yang lebih merata, tanaman diharapkan dapat tumbuh lebih optimal dan hasil panen pun meningkat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap dapat mendorong langkah awal menuju pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan di Desa Sumberkembar. Pemanfaatan teknologi sederhana seperti alat penebar pupuk elektrik menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu harus mahal atau rumit, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat desa.
Kegiatan KKN ini juga menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya sebatas menjalankan kewajiban akademik, mahasiswa turut berkontribusi langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas sektor pertanian desa.
Dengan adanya program alat penebar pupuk elektrik ini, diharapkan terjalin keberlanjutan pemanfaatan teknologi pertanian di Kecamatan Pacet, khususnya Desa Sumberkembar. Mahasiswa KKN optimistis bahwa alat sederhana ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani setempat.




