• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Dari Jagung ke Olahan Kreatif: Harapan Baru Desa Warugunung Menuju Desa Mandiri

Editor Redaksi
14 Januari 2026
in Berita

JurnalPost.com – Desa Warugunung Kabupaten Mojokerto memiliki kekayaan agraria luar biasa, terutama komoditas jagung. Namun, potensi ini seolah berjalan di tempat karena pola distribusi yang masih tradisional. Petani dan warga terbiasa menjual hasil panen dalam bentuk mentah langsung kepada tengkulak atau pasar. Pola ini memberikan perputaran uang cepat, tetapi nilai tambahnya sangat minim bagi kesejahteraan warga. Tim mahasiswa yang terdiri dari Na’sha Presly Caurelysia, Ilhan Putera Damara, Andi Fyqri Hanyfa, Sevia Kikan Azzahra, dan Daniel Aryaduta Alfarado menilai diperlukan langkah strategis mengubah pola dari “menjual apa yang dipanen” menjadi “mengolah apa yang dimiliki”. Transformasi jagung mentah menjadi produk kreatif adalah kebutuhan mendalam untuk memperkuat struktur ekonomi pedesaan, khususnya di Dusun Kepatihan.

Masalah utama penjualan bahan mentah adalah kerentanan harga. Saat panen tiba, harga jagung seringkali merosot tajam karena suplai berlebih. Dengan mengolah jagung menjadi produk seperti Churros, Puding, dan Vla, terjadi proses hilirisasi hasil pertanian. “Satu buah jagung yang tadinya hanya bernilai murah, dapat meningkat harganya hingga berkali-kali lipat setelah diolah menjadi camilan kekinian,” jelas Na’sha Presly Caurelysia. Inovasi ini memberikan posisi tawar lebih kuat bagi warga karena tidak lagi bergantung sepenuhnya pada harga pasar jagung mentah.

Ibu-ibu kader Posyandu memegang peranan penting dalam transformasi ini. Menurut Ilhan Putera Damara dan Andi Fyqri Hanyfa, ibu-ibu kader memiliki jaringan sosial kuat sehingga sangat potensial memicu munculnya UMKM baru di desa. Dengan mempertimbangkan potensi Desa Warugunung sebagai Desa Wisata, produk seperti Churros jagung bukan hanya camilan keluarga, tetapi komoditas jualan kompetitif yang memberikan kemandirian finansial bagi perempuan desa. Kegiatan sosialisasi yang dipandu Na’sha Presly Caurelysia tidak hanya teori, tetapi langsung praktik pembuatan produk. Di hadapan ibu-ibu kader Posyandu, tim mahasiswa mendemonstrasikan pembuatan Churros Jagung, Puding Jagung, dan Vla dengan bahan baku jagung lokal.

Yang lebih menarik, Daniel Aryaduta Alfarado memberikan edukasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). “Dari satu kilogram jagung seharga Rp 5.000, kita bisa menghasilkan 20 porsi churros dengan HPP Rp 3.000 per porsi. Jika dijual Rp 8.000-10.000, margin keuntungannya mencapai 60-70%,” Daniel Aryaduta Alfarado

Sevia Kikan Azzahra menambahkan bahwa perhitungan HPP sangat penting agar ibu-ibu tidak hanya sekedar berjualan, tetapi benar-benar untung dan berkelanjutan. Respon ibu-ibu sangat antusias ketika menyadari produk seperti Churros Jagung tidak hanya menarik dan kompetitif untuk dijual, tetapi juga mudah dipraktikkan di dapur sendiri. Ibu-ibu kader Posyandu secara spontan menyatakan bahwa Puding Jagung adalah jawaban tepat bagi kebutuhan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). “Ini sangat bermanfaat untuk kegiatan PMT di Posyandu kami. Puding jagung ini sempurna!” ujar salah satu ibu kader. Pelaku usaha lokal pun memberikan respons positif. “Setelah tahu cara membuat churros jagung dan perhitungan keuntungannya, saya jadi tertarik mengembangkan usaha. Apalagi bahan bakunya jagung sendiri yang mudah didapat di sini,” ungkap salah satu ibu-ibu Posyandu.

Dengan kesanggupan ibu-ibu menjadikan menu ini sebagai standar baru di Posyandu, desa tidak hanya berhasil menyerap hasil tani warga sendiri, tetapi juga memulai langkah nyata menuju kemandirian gizi berbasis potensi lokal. Sosialisasi yang digagas tim mahasiswa adalah pemantik untuk menyadarkan warga bahwa emas kuning yang tumbuh di ladang mereka memiliki potensi jauh melampaui apa yang mereka bayangkan. Jika transformasi ini berhasil diimplementasikan dan didukung penuh pemangku kepentingan desa, maka Desa Warugunung tidak lagi hanya akan dikenal sebagai penghasil jagung, melainkan desa kreatif yang mandiri secara ekonomi dan tangguh secara kesehatan.

Penulis: SEVIA KIKAN AZZAHRA Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Dosen Pembimbing: Novi Andari, S.S., M.Pd

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.