• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Inovasi Mesin Sawut Ubi Dorong Produktivitas UMKM Carang Mas Pacet

Editor Redaksi
14 Januari 2026
in Berita

Oleh : Kezia Ferllince Forno
DPL : Novi Andari, S.S., M.Pd

JurnalPost.com UMKM pangan berbasis bahan baku lokal memiliki peran strategis dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat pedesaan. Keberadaan UMKM tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi pelaku usaha, tetapi juga menopang mata pencaharian petani, pedagang, dan tenaga kerja di sekitarnya. Namun, pada praktiknya, banyak UMKM masih menghadapi keterbatasan dalam proses produksi akibat penggunaan peralatan manual yang kurang efisien.

Kondisi tersebut dialami oleh UMKM carang mas milik Bu Lis di Desa Waru Gunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Proses penyawutan ubi sebagai tahapan awal produksi masih dilakukan secara manual dengan alat tradisional. Proses ini membutuhkan waktu lama, menguras tenaga, serta menghasilkan ketebalan sawutan yang tidak seragam. “Selama ini kami menyawut ubi masih manual. Kalau pesanan banyak, tenaga cepat capek dan prosesnya lama, sering kali pesanan tidak terpenuhi” ungkap Bu Lis.

Ketidakteraturan ketebalan sawutan berdampak langsung pada kualitas produk carang mas saat proses penggorengan. Produk menjadi kurang seragam dari sisi warna dan tekstur, sehingga kualitas hasil produksi sulit dijaga secara konsisten. Selain itu, beban kerja fisik yang tinggi berpotensi menurunkan kenyamanan dan keselamatan kerja, terutama ketika produksi dilakukan dalam jumlah besar. Jika kondisi ini terus dibiarkan, UMKM akan kesulitan meningkatkan kapasitas produksi dan berisiko tertinggal dalam persaingan pasar.

Permasalahan tersebut mendorong tim pengabdian dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya untuk menghadirkan solusi berupa teknologi tepat guna. Salah satu anggota Sub Kelompok 1, Ovika Agustin Anugrah Niawan, menyampaikan bahwa perancangan alat ini berangkat dari hasil observasi langsung di lokasi mitra. “Kami melihat langsung bagaimana proses manual sangat melelahkan dan memakan waktu, sehingga kami merasa proses tersebut perlu ada perlu otomatisasi . Dari situ kami merancang mesin yang sederhana, aman, dan benar-benar sesuai kebutuhan UMKM,” jelasnya.

Pendapat serupa disampaikan oleh Wandah Widyantika, yang menekankan pentingnya kenyamanan kerja operator. “Selain meningkatkan kecepatan produksi, kami juga fokus pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) agar alat ini benar-benar bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Rizal Hidayatulloh menyoroti hasil uji coba alat yang telah dilakukan bersama mitra. “Dari hasil uji coba, waktu penyawutan jauh lebih singkat dan hasilnya lebih seragam dibandingkan cara manual,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya merancang dan menerapkan mesin sawut ubi otomatis dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta ergonomi operator. Mesin ini dirancang dengan sistem kerja sederhana, komponen yang aman, dan mudah dioperasikan oleh pelaku UMKM. Penerapan teknologi ini tidak bertujuan menggantikan tenaga kerja, melainkan membantu meringankan beban kerja dan meningkatkan efisiensi proses produksi.

Kezia Ferlince Forno, anggota Sub Kelompok 1, menambahkan bahwa keterlibatan langsung bersama mitra UMKM menjadi pengalaman penting dalam proses pengabdian ini. “Dengan terjun langsung ke lapangan, kami jadi lebih memahami kebutuhan UMKM. Mesin ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga agar mudah diimplementasikan oleh pelaku usaha,” jelasnya.

Dengan adanya mesin sawut otomatis, proses penyawutan diharapkan tidak lagi menjadi hambatan utama produksi. Keseragaman hasil sawutan dan kecepatan proses menjadi dasar penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi secara berkelanjutan.

Penerapan mesin sawut ubi otomatis diharapkan mampu memberikan perubahan jangka panjang bagi UMKM carang mas. Proses produksi yang lebih cepat, aman, dan nyaman diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi harian serta menjaga konsistensi kualitas produk. Dengan demikian, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi permintaan pasar secara stabil dan memperluas jangkauan pemasaran.

Bu Lis berharap inovasi teknologi tepat guna seperti ini dapat terus dikembangkan dan dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak pelaku UMKM. “Bantuan seperti ini sangat bermanfaat bagi usaha kecil seperti kami. Kerjanya jadi lebih ringan dan hasilnya lebih rapi. Semoga ke depan produksi bisa terus meningkat dan usaha kami bisa lebih maju,” tuturnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Novi Andari, S.S., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. “Mahasiswa belajar memecahkan masalah nyata di masyarakat. Sinergi antara kampus dan UMKM seperti ini diharapkan dapat berkelanjutan sehingga memberi dampak positif yang nyata bagi pengembangan usaha dan perekonomian masyarakat sekitar ,” jelasnya.

Hasil penerapan mesin sawut ubi otomatis menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kinerja produksi UMKM Carang Mas. Waktu penyawutan berkurang secara nyata, sementara hasil sawutan menjadi lebih seragam dengan ketebalan yang terkontrol. Kapasitas produksi harian meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kondisi sebelumnya.

Selain peningkatan produktivitas, mitra UMKM juga merasakan penurunan tingkat kelelahan kerja. Proses produksi menjadi lebih aman dan nyaman karena risiko cedera dapat diminimalkan melalui desain alat yang memperhatikan aspek K3. “Sekarang kerjanya tidak terlalu menguras tenaga dan lebih aman,” tambah Bu Lis.

Peningkatan kapasitas produksi ini memberikan dampak lanjutan terhadap lingkungan ekonomi sekitar. Kebutuhan bahan baku ubi dari pemasok lokal meningkat, sehingga memberikan manfaat langsung bagi petani setempat. Aktivitas produksi yang lebih stabil juga membuka peluang kerja pada tahapan produksi lanjutan, seperti penggorengan, pengemasan, dan distribusi.

Secara keseluruhan, inovasi mesin sawut ubi otomatis ini membuktikan bahwa penerapan teknologi tepat guna yang sederhana dan tepat sasaran mampu memperkuat daya saing UMKM, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, serta mendorong pergerakan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.