• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Pemanfaatan Limbah Organik sebagai Pestisida Alami: Sosialisasi kepada Komunitas Petani di Desa Warugunung, Mojokerto

Editor Redaksi
14 Januari 2026
in Berita
Dokumentasi kegiatan pelatihan bersama kelompok tani

JurnalPost.com – Ketergantungan petani terhadap pestisida kimia masih menjadi persoalan serius dalam sektor pertanian. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan memang dinilai praktis untuk mengendalikan hama, namun di sisi lain berdampak pada meningkatnya biaya produksi, risiko kesehatan bagi petani, serta kerusakan lingkungan pertanian. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi melemahkan keberlanjutan sistem pertanian di tingkat desa.

Di banyak wilayah pertanian, termasuk kawasan pedesaan dengan potensi alam yang melimpah, limbah organik dari sisa tanaman dan aktivitas rumah tangga masih belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut sering kali dianggap tidak bernilai dan berakhir sebagai sampah, padahal di dalamnya terkandung potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi kegiatan pertanian.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, khususnya Dekka Andika Darace yang tergabung dalam Tim Sub Kelompok 3 dengan Dosen Pembiming Novi Andari, S.S., M.Pd., berupaya menawarkan solusi alternatif dengan memperkenalkan pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku pestisida alami. Pendekatan ini berangkat dari asumsi bahwa pengendalian hama tidak harus selalu bergantung pada produk kimia pabrikan, melainkan dapat memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan petani. Pestisida organik berbahan nabati seperti daun pepaya, daun sirsak, bawang putih, serai, jahe, kunyit, dan lengkuas diolah melalui proses sederhana sehingga mudah diterapkan oleh masyarakat.

Dokumentasi kegiatan pelatihan bersama kelompok tani

Sosialisasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada cara pembuatan dan penggunaan pestisida organik, tetapi juga pada peningkatan kesadaran petani mengenai dampak penggunaan pestisida kimia secara berlebihan. Petani diajak untuk melihat kembali sumber daya lokal di sekitar mereka sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar pelengkap. Pendekatan partisipatif ini penting agar inovasi yang diperkenalkan tidak terasa asing dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Secara nyata, kegiatan ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang petani terhadap limbah organik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai. Petani mulai memahami bahwa bahan-bahan di sekitar mereka dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan ekonomis. Perubahan cara berpikir ini menjadi hasil penting dari kegiatan sosialisasi, karena menjadi langkah awal menuju kemandirian petani dalam mengelola lahan pertanian mereka.

Selain berdampak pada peningkatan pengetahuan, pemanfaatan pestisida organik juga membuka peluang pengurangan biaya produksi pertanian. Dengan bahan yang mudah diperoleh dan proses pembuatan yang sederhana, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada produk pestisida dari luar. Di sisi lain, penggunaan bahan alami membantu menjaga kesuburan tanah dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

Dokumentasi Pembuatan Pestisida Organik Bersama Kelompok Tani

Ke depan, diharapkan pendekatan ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dengan dukungan berbagai pihak. Dengan pendampingan yang konsisten, pemanfaatan pestisida organik berpotensi menjadi bagian dari praktik pertanian sehari-hari. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pendamping pertanian menjadi kunci agar inovasi sederhana ini dapat memberikan dampak jangka panjang.

Pada akhirnya, pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku pestisida alami bukan hanya solusi teknis untuk mengendalikan hama, tetapi juga bagian dari upaya membangun pertanian yang lebih mandiri, sehat, dan berkelanjutan. Ketika petani mampu mengelola sumber daya lokal secara optimal, ketahanan pertanian desa tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bahan kimia, melainkan tumbuh dari kesadaran dan kearifan lokal

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.