• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

UMKM KERIPIK UMBI – UMBIAN DESA CANDIWATU MENINGKAT PESAT DENGAN ADANYA ALAT PENGIRIS UMBI – UMBIAN YANG MUDAH DIAPLIKASIKAN, BERDAYA RENDAH, DAN KEERGONOMISAN TERCAPAI

Editor Redaksi
14 Januari 2026
in Berita

JurnalPost.com – Keripik umbi – umbian Ibu Ngatiyah – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Jawa Timur, berhasil menarik perhatian masyarakat dengan produk keripik umbi-umbian yang khas. Produk ini bukan hanya menjadi camilan favorit, tetapi juga menjadi sumber penghasilan utama bagi puluhan keluarga di desa tersebut. Bahan – bahan yang digunakan dalam pembuatan keripik tersebut yaitu dari singkong, sukun, ketela, dan juga ada yang dari pisang, dengan berbagai macam olahan keripik tersebut, produsen bisa memasok dibeberapa toko yang ada di Surabaya.

Permasalahan yang sering timbul didalam UMKM keripik yaitu proses produksi yang masih menggunakan alat tradisional, dari permasalahan tersebut menjadikan waktu produksi menjadi lebih lama. Selain waktu produksi yang lebih lama, keergonomisan dan kehigienisan dari produk tersebut menjadi berkurang karena pekerja sering mengalami kecapean yang berlebihan ketika melakukan proses pemotongan, sehingga pekerja sering mengeluhkan nyeri pada badan. Disisi lain, dengan adanya penggunaan alat yang masih tradisional, maka kehigienisan dari produk tersebut tidak terjamin dengan baik karena alat yang digunakan tidak berstandart food grade.

UMKM keripik umbi-umbian ini bermula dari inisiatif kelompok ibu rumah tangga yang ingin memanfaatkan hasil panen lokal seperti singkong, sukun, ubi jalar, dan pisang. Dengan bahan baku yang dibuat berasal dari pertanian langsung, dan diolah secara tradisional, mereka bisa membuat keripik dengan citarasa yang khas, UMKM keripik ini mulai memproduksi secara sederhana sejak tahun 2010.

Kini, usaha tersebut telah berkembang dengan kapasitas produksi mencapai ratusan bungkus per hari dan membutuhkan bahan baku beberapa kuintal dalam sehari. Produk keripik dikemas menarik dan dipasarkan ke pasar tradisional, hingga beberapa toko oleh-oleh yang ada di Surabaya.

Dari permasalahan yang timbul ddari penjelasan diatas, maka langkah yang tepat yaitu dengan cara mengubah cara produksi pada UMKM tersebut dari yang tradisional menggunakan alat pengiris yang biasa, beralih dengan menggunakan alat pengiris yang mudah diadjustable tingkat ketebalan potongannya, berstandart food grade, dan bisa mencapai keergonomisan pekerja, sehingga pekerja lebih nyaman dalam melakukan pekerjaannya.

Dengan efisiensi produksi yang meningkat dengan menggunakan alat pengiris umbi – umbian yang memiliki kecepatan putaran sebesar 2800 RPM, maka kapasitas produksi akan meningkat, dan membuat produk memiliki cita rasa gurih dan renyah, keripik umbi-umbian Desa Candiwatu kini menjadi ikon kuliner lokal. Harapannya, UMKM ini terus berkembang dan mampu menembus pasar nasional.

Nama Penulis : Muhammad Hafidz Syarifudin
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Pembimbing : Muhammad Ridha Febriyani, S.H., M.Kn., M.H.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.