
Penulis: Bagus Kurniawan
MOJOKERTO, JURNALPOST, 8 Januari 2026 — Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Fokus kegiatan kali ini adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi usaha mikro, khususnya di sektor pengolahan pangan tradisional, dengan mengintegrasikan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi.
Salah satu sub-kelompok KKN Reguler 19
menjelaskan bahwa Desa Tamiajeng memiliki potensi besar dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis kerupuk tradisional. Selama ini, usaha kerupuk milik Ibu Cianah mengandalkan proses pencetakan manual yang memerlukan waktu lama dan ketelitian tinggi, sehingga kapasitas produksi seringkali terbatas.
Program kerja mahasiswa KKN di Desa Tamiajeng terbagi dalam beberapa divisi, termasuk divisi ekonomi produktif, teknologi, dan pendampingan usaha. Pembagian ini bertujuan agar setiap program dapat dilaksanakan secara terstruktur dan tepat sasaran, dengan fokus utama pada keberlanjutan dan kemandirian UMKM setempat.
Program unggulan yang menjadi sorotan adalah penerapan alat pencetak kerupuk semi-otomatis pada usaha kerupuk Ibu Cianah. Berdasarkan pengamatan lapangan, proses pencetakan manual sangat lambat dan konsistensi bentuk kerupuk sulit dipertahankan. Sebelumnya, dengan tenaga manual, satu pekerja hanya mampu mencetak sekitar 100–150 biji kerupuk per jam, dengan bentuk dan ketebalan yang kurang seragam.
Melalui program ini, mahasiswa memperkenalkan alat pencetak kerupuk yang dirancang khusus dengan dua ukuran cetakan:
• Ukuran kecil dengan kapasitas 55 biji per sekali cetak
• Ukuran besar dengan kapasitas 18 biji per sekali cetak
alat ini bekerja dengan sistem press semi-otomatis, menggunakan tenaga listrik yang hemat energi, dan dilengkapi dengan cetakan yang dapat diatur sesuai ukuran. Selain pemasangan alat, tim KKN juga memberikan pelatihan penggunaan, perawatan, serta tips pengelolaan produksi yang lebih higienis dan terstruktur.
Tujuan program ini adalah meningkatkan produktivitas tanpa menambah beban tenaga kerja. Dengan alat ini, proses pencetakan menjadi lebih cepat, konsisten, dan efisien. Dampaknya, kapasitas produksi harian dapat meningkat signifikan, bentuk kerupuk lebih rapi dan seragam, serta waktu kerja bisa dialihkan untuk proses lainnya seperti pengeringan dan pengemasan.
Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif Ibu Cianah dan suami selama pelatihan berlangsung. Ibu Siti mengungkapkan, “alat ini sangat membantu. Hasil cetakan lebih rapi, waktu produksi lebih cepat, dan pekerjaan jadi tidak terlalu melelahkan.”
Selain program utama, mahasiswa juga mengadakan kegiatan pendukung seperti sosialisasi tata kelola produksi yang baik, pelatihan perawatan alat, serta diskusi pengembangan usaha dan pemasaran digital. Program pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya standar produksi dan manajemen usaha yang berkelanjutan.




