• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Dari Sawah ke Solusi: Cerita Mahasiswa KKN R19 Untag Surabaya Mendampingi Petani Tamiajeng

Editor Redaksi
12 Januari 2026
in Berita

Trawas, Mojokerto, JurnalPost.com 11 Januari 2026 — Pagi di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, selalu dimulai dengan aktivitas yang sama. Di lereng pegunungan yang sejuk, para petani memanggul tangki semprot di punggung mereka, menyusuri lahan pertanian hortikultura yang hijau. Di balik lanskap yang tampak tenang itu, tersimpan rutinitas kerja berat yang sudah bertahun-tahun dijalani, yakni memompa alat semprot pestisida secara manual berulang kali di bawah terik matahari.

Bagi para petani, knapsack sprayer manual bukan sekadar alat, melainkan bagian dari keseharian. Namun, alat tersebut juga membawa berbagai persoalan. Tekanan semprot yang tidak stabil, waktu kerja yang panjang, serta kelelahan fisik menjadi konsekuensi yang kerap dirasakan. Selain itu, risiko paparan pestisida juga menjadi tantangan tersendiri yang berpotensi berdampak pada kesehatan petani dalam jangka panjang. Kondisi inilah yang kemudian menarik perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) R19 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Melalui program kerja pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN R19 berupaya menghadirkan solusi yang sederhana namun tepat sasaran. Program ini dijalankan oleh Sub Kelompok 5 KKN R19 yang secara aktif terlibat dalam perancangan dan pelaksanaan kegiatan di lapangan. Salah satu anggota Sub Kelompok 5 adalah Zeva Chiara Elvina, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yang turut berkontribusi dalam pelaksanaan program kerja tersebut.

Solusi yang diperkenalkan berupa alat semprot pestisida otomatis tipe ransel yang dirancang agar lebih ergonomis dan efisien. Teknologi sederhana ini ditujukan untuk membantu petani mengurangi beban fisik sekaligus meningkatkan efektivitas proses penyemprotan di lahan pertanian.

Proses perancangan program tidak dilakukan secara instan. Tim Sub Kelompok 5 terlebih dahulu melakukan observasi dan berdialog langsung dengan kelompok tani setempat. Dari interaksi di lahan dan lingkungan sekitar desa, mahasiswa mencatat berbagai kendala yang dihadapi petani, mulai dari cepatnya kelelahan saat bekerja hingga penggunaan pestisida yang kurang efisien akibat tekanan semprot yang tidak merata. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar dalam merancang alat semprot otomatis yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi petani Desa Tamiajeng.

Alat semprot otomatis yang diperkenalkan menggunakan sistem pompa dinamo bertenaga baterai. Dengan mekanisme ini, petani tidak lagi harus memompa secara manual untuk menjaga tekanan semprot. Hasilnya, tekanan yang dihasilkan lebih stabil dan waktu penyemprotan dapat dipersingkat. Dalam praktik lapangan, perbedaan cara kerja ini dirasakan secara langsung oleh petani saat menggunakan alat di lahan pertanian.

Selain menghadirkan inovasi berupa alat, mahasiswa KKN R19 melalui Sub Kelompok 5 juga menekankan pentingnya aspek edukasi. Pelatihan penggunaan dan perawatan alat dilakukan secara langsung melalui praktik bersama. Petani diajak memahami cara pengoperasian alat, pengisian daya baterai, serta perawatan dasar agar alat dapat digunakan secara berkelanjutan. Pendekatan ini dilakukan agar teknologi yang diperkenalkan tidak hanya menjadi bantuan sementara, melainkan benar-benar dapat diadopsi dalam aktivitas pertanian sehari-hari.

Dalam pelaksanaan kegiatan, peran komunikasi menjadi bagian penting dari proses pendampingan. Zeva Chiara Elvina bersama anggota Sub Kelompok 5 lainnya berkontribusi dalam menyampaikan informasi, melakukan dokumentasi kegiatan, serta menyusun materi komunikasi yang memudahkan petani memahami fungsi dan manfaat alat semprot otomatis. Pendekatan komunikatif yang digunakan membantu membangun kepercayaan antara mahasiswa dan masyarakat desa.

Melalui penjelasan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan keseharian petani, proses transfer pengetahuan dapat berlangsung lebih efektif. Hal ini membuka ruang dialog dua arah, sehingga petani dapat menyampaikan masukan maupun kendala yang mereka temui selama penggunaan alat. Interaksi ini memperkuat keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan proses kegiatan.

Hasil kegiatan pengabdian ini tidak hanya terlihat dari sisi teknis. Secara sosial, mulai terlihat perubahan sikap petani yang semakin terbuka terhadap penggunaan teknologi tepat guna. Jika sebelumnya teknologi kerap dianggap rumit dan sulit diterapkan, kini petani melihat bahwa inovasi sederhana justru dapat mempermudah pekerjaan mereka. Dari sisi ekonomi, efisiensi waktu kerja dan penggunaan pestisida berpotensi membantu menekan biaya produksi.

Di akhir kegiatan, alat semprot pestisida otomatis yang diperkenalkan diharapkan tidak hanya menjadi simbol inovasi, tetapi juga menjadi awal dari perubahan cara kerja yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Dari peluh yang selama ini mengalir di sawah Tamiajeng, kini hadir solusi yang lahir dari kolaborasi, kepedulian, dan kerja bersama antara mahasiswa KKN R19 Sub Kelompok 5 dan masyarakat desa. Cerita dari Desa Tamiajeng menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil. Ketika ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan kebutuhan nyata di lapangan bertemu, pengabdian kepada masyarakat tidak lagi sekadar program, melainkan proses belajar bersama menuju masa depan pertanian yang lebih manusiawi.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.