• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Dari Peluh ke Sentuhan Jari: Cerita Perubahan Kecil di Sawah Tamiajeng

Editor Redaksi
12 Januari 2026
in Berita

Trawas, Mojokerto, JurnalPost.com – 11 Januari 2026, Di bawah terik matahari di kaki Gunung Penanggungan, Desa Tamiajeng menyimpan kisah tentang kerja keras yang nyaris tak pernah berhenti. Setiap hari, para petani melangkah menyusuri pematang sawah dengan tangki semprot di punggung. Bunyi tuas pompa yang ditekan berulang kali berpadu dengan napas yang semakin berat. Pemandangan ini bukan hal baru, melainkan rutinitas yang telah berlangsung puluhan tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan bertani di desa.

Bertani di Tamiajeng bukan sekadar soal menanam dan menunggu panen. Ada lelah yang harus ditahan, ada tenaga yang terus terkuras. Alat semprot manual memang setia menemani, tetapi menuntut kerja fisik yang tidak ringan. Tangan harus terus memompa agar tekanan tetap stabil, sementara panas matahari perlahan menguras energi. Tak jarang, karena kelelahan, penyemprotan menjadi kurang merata dan hasilnya pun tidak maksimal.

Di tengah rutinitas yang terasa stagnan itulah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kelompok R19 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya hadir membawa sudut pandang baru. Mereka datang bukan dengan konsep yang rumit, melainkan dengan kepekaan melihat persoalan kecil yang selama ini dianggap wajar. Dari pengamatan dan obrolan sederhana bersama petani, lahirlah gagasan untuk meringankan beban kerja di sawah.

Sub-kelompok 5 KKN R19 memulai perubahan dari alat penyemprot pestisida. Alat yang sebelumnya harus dipompa berkali-kali itu kemudian dimodifikasi menjadi sistem otomatis. Tidak ada lagi tuas yang harus ditekan terus-menerus. Kini, cukup satu sentuhan jari untuk menyalakan alat, dan semprotan bekerja dengan tekanan yang stabil hingga dimatikan kembali.

Tujuan mereka sederhana, yakni membuat pekerjaan petani menjadi lebih ringan dan efisien. Dengan sistem otomatis ini, tenaga yang biasanya habis untuk memompa bisa dialihkan untuk pekerjaan lain. Waktu penyemprotan pun menjadi lebih singkat, sementara hasilnya lebih merata. Perubahan kecil ini memberi dampak nyata dalam keseharian para petani.

Respon warga Desa Tamiajeng pun terasa hangat. Bagi para petani, kehadiran mahasiswa UNTAG Surabaya bukan hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi membawa perhatian dan kepedulian. Mereka melihat bahwa teknologi tidak selalu harus rumit atau mahal, selama mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

Apa yang terjadi di Tamiajeng menjadi pengingat bahwa inovasi bisa lahir dari hal-hal sederhana. Tidak semua kemajuan harus datang dari mesin besar atau teknologi canggih. Terkadang, cukup dengan memahami lelah yang dirasakan petani dan menghadirkan solusi yang tepat guna, perubahan sudah bisa dirasakan.

Meski masa KKN akan berakhir, harapannya inovasi ini tidak berhenti di sana. Alat penyemprot otomatis yang ditinggalkan menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa. Lebih dari sekadar alat, yang diwariskan adalah semangat untuk terus mencari cara agar pertanian menjadi lebih manusiawi.

Kini, di sawah-sawah Tamiajeng, bunyi pompa manual perlahan berkurang. Sebagai gantinya, terdengar dengung halus mesin yang bekerja dengan sekali sentuhan. Sebuah tanda bahwa perubahan telah hadir, pelan namun pasti, langsung dari desa.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.