• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Jejak Alam di Kain: Gerakan Ecoprint Desa Tamiajeng

Editor Redaksi
12 Januari 2026
in Berita

Trawas, JurnalPost.com – Di kaki Gunung Penanggungan, Desa Tamiajeng dikenal dengan bentang alamnya yang subur dan asri. Pepohonan, dedaunan, dan tanaman liar tumbuh subur di sekitar rumah warga, sekolah dan area pesantren/asrama. Selama ini, kekayaan alam tersebut hadir sebagai latar kehidupan sehari-hari, namun belum banyak dimanfaatkan sebagai media kegiatan edukatif dan kreatif bagi masyarakat. Keberadaan alam yang melimpah ini sesungguhnya menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan warga desa.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi lingkungan sering kali belum menjadi prioritas dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Padahal, alam sekitar desa dapat menjadi sumber pembelajaran yang murah, berkelanjutan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kreatif yang tidak hanya memanfaatkan potensi alam, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif agar kesadaran lingkungan dapat tumbuh dari tingkat paling dasar. Pendekatan yang bersifat partisipatif menjadi kunci agar masyarakat merasa memiliki dan terlibat langsung dalam setiap proses kegiatan yang dilakukan.

Di tengah keterbatasan aktivitas kreatif berbasis lingkungan, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini menjadi cara yang sederhana namun bermakna untuk membantu Ibu-ibu PKK Desa Tamiajeng. Mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melakukan pelatihan ecoprinting dasar menggunakan bahan-bahan alami sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) mereka untuk mendukung masyarakat Desa Tamiajeng. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan mengedepankan nilai edukasi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ecoprinting dipilih karena alasan yang tepat. Metode ini menggunakan daun dan tumbuhan lokal untuk mendapatkan warna alami untuk mencetak pada kain. Prosesnya mudah dipelajari, aman digunakan, dan ramah lingkungan. Bagi mitra dalam kelompok yang tidak memiliki banyak kesempatan ekonomi, ecoprinting menawarkan cara yang bermanfaat untuk mempelajari keterampilan baru. Tidak membutuhkan banyak uang atau peralatan yang rumit. Selain itu, ecoprinting juga memberikan pengalaman langsung dalam mengenali jenis tumbuhan dan karakter alami yang dimiliki oleh lingkungan desa.

Pelatihan ini menggunakan contoh dan praktik langsung. Peserta mempelajari berbagai jenis daun, membuat desain pada kain, menumbuk kain, dan kemudian mengunci warna dengan melakukan perendaman pada air tawas. Setiap lembar kain yang dibuat memiliki desain khusus, yang menunjukkan tampilan alami Desa Tamiajeng. Proses praktik bersama ini menciptakan suasana belajar yang interaktif dan mendorong peserta untuk saling berbagi pengalaman serta ide kreatif.

Lebih dari sekadar menghasilkan produk ecoprint sederhana, kegiatan ini menjadi sarana edukasi lingkungan. Mitra belajar bahwa hal-hal alami di sekitar mereka bukanlah sesuatu yang harus diabaikan, tetapi dapat digunakan secara kreatif. Pengetahuan ini membantu membangun sikap peduli terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan dalam aktivitas masyarakat desa.

Ibu-ibu di Desa Tamiajeng memainkan peran penting dalam keberlangsungan program ini. Partisipasi mereka sejak awal membantu menjaga keberlangsungan kegiatan kreatif ramah lingkungan di dalam masyarakat. Bagi mahasiswa, pengabdian ini menjadi proses belajar sosial yang nyata. Mereka tidak datang sebagai pihak yang paling tahu, melainkan sebagai pendamping yang belajar bersama masyarakat. Interaksi, dialog, dan praktik bersama membentuk kolaborasi yang setara antara mahasiswa dan mitra. Hubungan yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami dinamika sosial di tingkat desa.

Gerakan ecoprinting di Desa Tamiajeng menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus bergantung pada bantuan dana besar. Aktivitas sederhana berbasis lingkungan justru dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dan berkelanjutan. Program seperti ini seharusnya tidak berhenti sebagai agenda sementara KKN, tetapi dapat dikembangkan dan direplikasi oleh pemerintah desa, lembaga pendidikan, maupun komunitas lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, masyarakat tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bersama. Melalui gerakan kecil seperti ecoprinting, Desa Tamiajeng membuktikan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah sederhana yang melibatkan alam dan masyarakat secara bersamaan.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.