• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Foto BTS Hasil AI Viral: Penggemar Edit Gambar Seolah Member Berciuman, Inilah Pentingnya Literasi Media

Editor Redaksi
12 Januari 2026
in Kolom Opini

Oleh: Ismi Rahma Wardhani

JurnalPost.com – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya foto yang menampilkan member BTS seolah-olah sedang berciuman dengan penggemar . Foto tersebut diketahui bukan dokumentasi asli, melainkan hasil editan yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh sejumlah pengguna internet. Meski bukan pertama kalinya selebritas dunia menjadi objek manipulasi visual, viralnya foto ini kembali memicu diskusi tentang privasi, etika digital, dan pentingnya literasi media di era AI.

Foto editan tersebut tersebar luas di platform X, Instagram, hingga TikTok sejak beberapa hari terakhir. Banyak pengguna yang awalnya mengira foto itu autentik karena tampilan visualnya sangat realistis. AI mengeditnya semirip mungkin mulai dari detail wajah, ekspresi, dan pencahayaan terlihat meyakinkan, sehingga membuat sebagian besar warganet sulit membedakan mana gambar asli dan mana yang merupakan rekayasa digital.

Reaksi publik beragam, ada sebagian penggemar mengecap tindakan pengeditan itu melewati batas privasi para member dan berpotensi merusak citra mereka. Namun, sebagian lainnya menganggapnya hanya sebagai karya hiburan atau bentuk kreativitas penggemar. Di tengah isu ini manipulasi visual seperti ini bisa membawa dampak lebih luas daripada sekedar tren viral.
Foto hasil AI sangat mudah menyesatkan publik. Jika pengguna tidak memiliki literasi media yang baik, mereka dapat dengan cepat mempercayai informasi visual yang salah, lalu misinformasi berbasis gambar kini berkembang lebih cepat daripada teks, sehingga risiko penyebaran hoaks visual semakin tinggi.

Kasus seperti ini dapat memicu konflik antar penggemar, memperkuat stereotip negatif, hingga dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebarkan narasi yang merugikan artis. Selain itu, penggunaan wajah selebritas dalam konteks intim tanpa izin dinilai melanggar etika dan berpotensi merusak reputasi mereka di mata publik.

Di tengah maraknya manipulasi visual, literasi media menjadi kemampuan penting bagi pengguna internet. Pemahaman tentang ciri-ciri foto rekayasa seperti ketidaksesuaian tekstur kulit, pencahayaan yang tidak konsisten, hingga detail kecil yang tampak janggal dapat membantu masyarakat lebih kritis terhadap konten yang mereka konsumsi. Pengguna juga didorong untuk selalu memeriksa sumber asli sebelum ikut menyebarkan konten viral.

Kasus foto BTS hasil AI ini kembali menunjukkan bahwa tantangan era digital tidak hanya soal kecepatan informasi, tetapi juga kemampuan publik untuk menilai keaslian konten. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, sikap kritis, etis, dan bijak dalam bermedia sosial menjadi kunci untuk mencegah misinformasi visual dan menjaga ruang digital tetap sehat.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.