• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Generasi Sibuk Tampil, Tapi Lupa Mengenal Diri Sendiri

Editor Redaksi
21 Desember 2025
in Artikel

Oleh: Fadli Akbar Ramadhan

JurnalPost.com – Di era media sosial, tampil menjadi kebutuhan. Bukan cuma soal eksistensi, tapi juga pengakuan. Banyak anak muda hari ini tumbuh dengan kebiasaan membandingkan diri, melihat hidup orang lain lewat layar, lalu diam-diam bertanya, “kok hidup gue begini-begini aja?” Pertanyaan itu jarang diucapkan, tapi sering terasa.

Media sosial memang memberi ruang berekspresi. Semua orang bisa bicara, bisa menunjukkan versi terbaik dirinya. Masalahnya, yang tampil hampir selalu sisi rapi. Prestasi, pencapaian, senyum, liburan. Hal-hal yang enak dilihat. Sementara proses, kegagalan, dan kebingungan sering disimpan sendiri. Dari sini, perlombaan dimulai. Siapa yang terlihat paling berhasil. Tidak sedikit anak muda akhirnya sibuk membangun citra. Apa yang diunggah dipikirkan

matang-matang. Bukan karena ingin jujur, tapi karena takut tertinggal. Validasi datang dalam bentuk angka. Like, komentar, jumlah penonton. Angka-angka ini pelan-pelan berubah jadi ukuran nilai diri. Saat sepi, muncul rasa kurang. Saat ramai, ada kepuasan sesaat. Lalu ingin lagi.

Masalahnya bukan pada media sosialnya. Yang jadi soal adalah ketika ruang digital lebih dipercaya daripada suara sendiri. Banyak anak muda tahu apa yang sedang tren, tapi bingung menjawab pertanyaan sederhana tentang dirinya. Suka apa, mau ke mana, dan kenapa memilih jalan tertentu. Semua serba cepat, tapi arah sering kabur.

Dalam kondisi seperti ini, proses mengenal diri jadi hal yang terpinggirkan. Padahal, itu fondasi penting. Tanpa mengenal diri, keputusan mudah dipengaruhi. Pilihan hidup sering ikut arus. Yang lain terlihat berhasil, kita ikut. Yang lain viral, kita kejar. Tidak semua salah, tapi lelahnya sering tidak disadari.

Tekanan untuk selalu terlihat baik juga berdampak pada kesehatan mental. Banyak anak muda merasa harus kuat setiap saat. Tidak boleh tertinggal. Tidak boleh terlihat gagal. Akhirnya, lelah dipendam. Cerita ditahan. Media sosial tetap aktif, tapi pikiran penuh. Ini ironi. Di tengah koneksi yang luas, rasa kesepian justru tumbuh.

Perlu ada keberanian untuk berhenti sejenak. Tidak semua momen harus dibagikan. Tidak semua pencapaian harus diumumkan. Anak muda perlu ruang untuk gagal tanpa tontonan, untuk bingung tanpa penilaian. Mengenal diri butuh waktu. Butuh sepi. Butuh jujur, bahkan saat tidak enak.

Media sosial seharusnya menjadi alat, bukan penentu arah. Validasi boleh datang, tapi jangan dijadikan tujuan utama. Lebih penting membangun relasi yang nyata, memahami kemampuan diri, dan menerima bahwa setiap orang punya ritme berbeda. Hidup bukan lomba tampilan.

Pada akhirnya, mengenal diri sendiri jauh lebih penting daripada dikenal banyak orang. Sebab yang paling lama menemani hidup, bukan pengikut atau penonton, tapi diri kita sendiri. Kalau itu saja asing, semua pengakuan terasa kosong.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.