
Penulis Wa Ode Yarni – 8 Desember 2025
Oleh: Wa Ode Yarni, Mahasiswa Prodi Pendidikan Sekolah Dasar, Universitas Pamulang Angkatan 2025
Media sosial merupakan salah satu jenis internet yang berkembang dengan sangat pesat. Salah satu contohnya adalah situs video youtube. Dalam konteks pembelajaran, youtube dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media ajar agar pembelajaran menjadi menarik dan tidak monoton. Youtube bisa menjadi media atau alat bantu dalam pembelajaran. Melalui youtube peserta didik dapat menumbuhkan kreativitas diri dan menjadi media untuk berekspresi. Di youtube ada materi seperti tutorial, penjelasan konsep, eksperimen sains, bahasa, coding, dan lain-lain yang bisa di akses secara gratis sehingga dapat memudahkan pengguna untuk belajar dan menemukan motivasi.
Penggunaan youtube didasari oleh kebutuhan individu masing-masing apalagi saat masa pandemi covid-19 pembelajaran dilakukan secara daring. Sehingga kesempatan anak menonton youtube semakin besar jika ini dilakukan secara terus menerus akan berakibat buruk pada anak.
Youtube menyediakan berbagai informasi berupa video, termasuk di dalamnya audio. Namun perlu diingat, tidak semua channel diverifikasi, bisa ada kesalahan informasi. Penggunaan youtube yang berlebihan dan tidak diawasi dengan baik bisa menyebabkan resiko ketergantungan seperti pasif nonton kurang latihan mandiri atau baca buku. Youtube membutuhkan koneksi dan kuota yang stabil, sehingga menjadi masalah bagi yang akses internetnya terbatas.
Dalam menentukan video youtube yang tepat dengan kebutuhan anak usia dini diperlukan bantuan dari orang dewasa untuk memilih konten video. Pada pemilihan konten video yang dilakukan oleh orang dewasa merupakan bagian dari konsep teori belajar Lev Vygotsky. Pemilihan konten video difokuskan pada kemampuan kognitif dan Bahasa anak usia dini. Konten video youtube yang dipilih oleh orang dewasa sebagai media pembelajaran merupakan bantuan atau dukungan terhadap pengembangan kemampuan kognitif dan bahasa anak usia dini. Pada teori belajar Lev Vygotsky pemberian bantuan atau dukungan orang dewasa yaitu orang tua dan guru yang memiliki pengalaman merupakan penerapan dari konsep scaffolding dan Zona perkembangan proksimal (ZPD).
Teknologi selalu berkembang, guru berperan penting dalam mendidik anak. Guru merupakan sosok panutan atau contoh bagi peserta didik. Penggunaan metode yang bervariasi dalam menciptakan suasana belajar agar tidak membosankan untuk menarik minat peserta didik serta menjadi pembina ekstrakurikuler dalam mendekatkan diri kepada peserta didik memudahkan guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter baik. Dengan demikian, siswa akan lebih fokus belajar dan mengikuti instruksi guru tanpa harus bergantung pada youtube.
DAFTAR PUSTAKA
Chandra, E. (2017). YouTube, citra media informasi interaktif atau media penyampaian aspiratif pribadi. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 1(2). https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v1i2.1035
Lestari, R.H. and Utomo, P. 2025. LEV VYGOTSKY: Analisis Penggunaan Youtube Terhadap Kemampuan Kognitif dan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Warna. 9, 1 (Jun. 2025), 1-15. DOI:https://doi.org/10.52802/warna.v9i1.1389.
Yestiani, D., & Zahwa, N. (2020). Peran Guru dalam Pembelajaran pada Siswa Sekolah Dasar. FONDATIA , 4 (1), 46. https://doi.org/10.36088/fondatia.v4i1.515
Kurnia Euis, dkk. 2020. Analisis Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Di Masa Pandemi Covid-19, Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol. 5 No. 1 Page 241-256
Jannah, M. M., Fadhli, M., & Dian Kritiana. 2019. Hubungan Intensitas Menonton Youtube Dengan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Ilmiah Mahasiswa , hal 111-116.



