
Surabaya, JurnalPost.com – UMKM Sinom di RW 8 Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, kini memiliki identitas visual dan logo resmi setelah sekian lama memasarkan produk tanpa kemasan dan brand yang jelas. Upaya penguatan branding ini merupakan hasil program pengabdian masyarakat mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang fokus membantu UMKM menghadapi tantangan pemasaran di era digital.
UMKM yang memproduksi minuman tradisional berbahan daun asam muda (sinom) ini sebelumnya tidak memiliki logo, label kemasan, maupun media promosi. Kondisi tersebut membuat produk sulit dikenali dan hanya dipasarkan di lingkup lokal. Melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam, tim mahasiswa merancang logo baru yang memadukan figur perempuan dan ilustrasi daun sinom dengan warna apricot cream yang hangat. Desain final telah melalui beberapa tahap revisi bersama pemilik usaha.
Selain logo, tim juga memproduksi 150 stiker kemasan untuk produk sinom, 100 stiker untuk varian sari kedelai, serta satu banner berukuran 2×1 meter untuk dipasang di lokasi usaha.
UMKM Sinom juga resmi terdaftar di Google Maps agar lebih mudah ditemukan konsumen. Semua aset digital dan cetak diserahkan agar dapat digunakan secara mandiri di masa mendatang.
Pemilik UMKM menyambut positif hasil pendampingan tersebut. Branding baru dinilai membuat produk terlihat lebih profesional, meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha, serta menarik minat konsumen. Sejumlah warga mulai mengenali produk melalui label dan banner yang telah terpasang.
Program ini menegaskan pentingnya identitas visual bagi UMKM sebagai langkah awal meningkatkan daya saing di tengah derasnya persaingan pasar. Tim peneliti menyimpulkan bahwa branding sederhana namun konsisten dapat meningkatkan nilai estetika, kepercayaan konsumen, dan membuka peluang perluasan pasar, terutama jika diintegrasikan dengan platform digital.
Ditulis oleh: Yohanes Putra Valentino




