
JurnalPost.com – Wakil kepala sekolah bidang hubungan masyarakat menerima cenderamata dari perwakilan mahasiswa kelompok 21 kesetaraan gender Universitas Sumatera Utara yang melakukan sosialisasi di SMAN 3 Medan, Senin (20/10/25)
Kelompok mahasiswa proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kesetaraan Gender 21 Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan sosialisasi di SMAN 3 Medan, Jl. Budi Kemasyarakatan No.3, Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (20/10/25).
Kelompok MKWK Kesetaraan Gender 21 beranggotakan 19 mahasiswa lintas fakultas di USU dengan Imos Grace Desti Aritonang sebagai ketua kelompok dan As Syifa Nayla Rivai sebagai sekretaris kelompok. Pelaksanaan proyek MKWK dibimbing oleh Drs. Pribadi Bangun, M.Hum., sebagai dosen fasilitator dan Enjelina Risnawati lubis sebagai mentor. Sosialisasi dilaksanakan di kelas XI.10 yang dihadiri oleh 36 siswa.
Ketua kelompok, Imos Grace Desti Aritonang, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperluas pemahaman siswa mengenai bagaimna budaya patriarki masih menjadi hambatan dalam mewujudkan kesetaraan gender. “Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat mengenali bentuk-bentuk bias gender yang sering dianggap wajar, serta menumbuhkan sikap saling menghargai antara laki-laki dan perempuan. Kesadaran sejak remaja sangat penting agar setiap siswa mampu membangun lingkungan sekolah yang lebih adil dan setara,” ujarnya.
Perwakilan lainnya, anggota Divisi Materi & Riset, Sri Murni, juga menyampaikan pentingnya peran aktif siswa dalam menerapkan kesetaraan gender di SMAN 3 Medan. “Pencegahan budaya patriarki dimulai dari hal sederhana, seperti memberi kesempatan yang sama dalam diskusi kelas, menghindari komentar merendahkan tentang kemampuan berdasarkan gender, serta berani menegur ketika melihat ketidakadilan,” tuturnya.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa USU menyampaikan materi mengenai apa itu kesetaraan gender, mengapa kesetaraan gender itu penting, hambatan kesetaraan gender, dampak ketidaksetaraan gender, serta peran sekolah dalam mencegah ketidaksetaraan gender. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif, penayangan video, hingga games edukatif.
Perwakilan pihak sekolah menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai budaya patriarki dan kesetaraan gender diharapkan dapat membuka wawasan siswa mengenai pentingnya kesetaraan gender. “Hadirnya adik-adik mahasiswa dari USU memberikan wawasan baru bagi siswa kami untuk lebih memahami pentingnya perlakuan yang adil antara laki-laki dan perempuan. Kami berharap siswa berani bersuara ketika melihat perlakuan yang bias serta mampu mempraktikkan sikap setara dalam kegiatan sehari-hari,” ujar salah satu guru SMAN 3 Medan.
Di akhir kegiatan, mahasiswa kelompok 21 kesetaraan gender menyerahkan hadiah kepada siswa yang aktif bertanya dan menyerahkan cenderamata kepada pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi kepada pihak sekolah. Acara ditutup dengan sesi foto Bersama.




