• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Perjalanan dari Pembaca Kecil Menjadi Relawan Muda: Kisah Rachel di Rumah Baca Tanah Ombak

Editor Redaksi
1 Desember 2025
in Berita

Rachel

(Ghefira Nur Salsabila.n)

JurnalPost.com – Tidak semua perjalanan dimulai dari jalan raya. Ada yang berawal dari jalan setapak di tepi pantai, di antara rak kayu berisi buku-buku sederhana. Di dalam rumah kecil itu, buku-buku tersusun rapi, seolah menunggu untuk dibuka. Rumah tersebut bukan perpustakaan besar, melainkan tempat tinggal sebuah keluarga yang membuka ruangnya bagi anak-anak sekitar untuk belajar dan bermimpi.

Di sanalah kisah Rachel Gemi Raldika bermula, perempuan yang lahir di Kota Padang dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Ia percaya bahwa apa yang ia lakukan adalah hal yang baik bagi dirinya. Ketika masih remaja, Rachel tumbuh menjadi sosok yang berani menghadapi tantangan dan memiliki semangat belajar yang tinggi.

Semasa sekolah menengah pertama, Rachel yang menyukai tantangan bergabung sebagai anggota pertama Rumah Baca Tanah Ombak yang baru dibangun di dekat rumahnya. Ia menyaksikan perkembangan rumah baca tersebut dari tempat yang sederhana hingga menjadi ruang belajar yang penuh kegiatan positif.

Semenjak berdirinya Rumah Baca Tanah Ombak, Rachel sangat tertarik dengan literasi, terutama membaca buku-buku yang ada di sana. Kecintaan Rachel terhadap literasi tidak hanya berhenti di sana. Selain gemar membaca, Rachel juga memiliki bakat dalam bidang teater. Pada tahun 2016, Rachel pernah menjadi perwakilan dari Provinsi Sumatera Barat dalam acara Festival Literasi Nasional yang berlangsung selama satu seminggu. Dalam kesempatan itu, ia mendapat banyak pengalaman berharga yang semakin menumbuhkan semangatnya di dunia literasi. Selain itu, Rachel juga pernah menerbitkan puisinya di salah satu koran lokal.

Rachel bergabung dengan Rumah Baca Tanah Ombak sejak usia sembilan tahun sebagai anggota. Seiring berjalannya waktu, ia tumbuh dan berkembang di lingkungan literasi tersebut hingga kini, pada usia dua puluh dua tahun, ia aktif sebagai relawan yang membimbing anak-anak dalam kegiatan membaca dan menulis.

Keputusan Rachel untuk bergabung sepenuhnya berasal dari keinginannya sendiri, tanpa paksaan dari siapa pun. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pertama, ia melanjutkan kuliah di Universitas Ekasakti (UNES) dengan jurusan Akuntansi. Saat ditanya mengapa memilih jurusan yang tidak berkaitan langsung dengan literasi, Rachel menjawab dengan penuh keyakinan, “Rachel ingin mencoba hal baru dan Rachel sendiri memang suka tantangan, Kak”

Selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Rachel tetap aktif menjalankan perannya sebagai relawan di Rumah Baca Tanah Ombak. Meski sibuk kuliah, ia selalu meluangkan waktu di akhir pekan untuk datang ke rumah baca, membantu adik-adik belajar membaca, menulis, dan berlatih teater. Kini, ia tidak lagi menjadi anak-anak yang dibimbing,

melainkan harus menjadi pembimbing bagi adik-adik baru yang datang belajar. Rachel merasa sangat senang bisa membantu dan berbagi ilmu tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

Melalui kegiatan di rumah baca, Rachel mendapatkan banyak pengalaman berharga dan kesempatan untuk mengenal orang-orang dari berbagai latar belakang. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika rumah baca kedatangan seorang relawan asal Prancis yang tertarik dengan kegiatan literasi anak-anak di sana. Perempuan tersebut kemudian menjadi sosok yang sangat dekat dengan Rachel hingga akhirnya seperti anak sendiri dan menjadi ibu angkat baginya.

Rachel sangat menyayangi ibu angkatnya. Mereka menjalin hubungan yang akrab dan saling peduli. Dari ibu angkatnya, Rachel tidak hanya mendapatkan kasih sayang, tetapi juga semangat, dukungan, serta uang jajan yang membantu kehidupannya selama kuliah. Meski begitu, Rachel tetap menjaga hubungan baik dengan ibu kandungnya di rumah dan berusaha membalas semua kebaikan melalui prestasi serta dedikasinya di dunia literasi.

Menjadi relawan telah memberi banyak pelajaran bagi Rachel. Ia merasa kehidupannya jauh lebih bermakna karena bisa berkontribusi untuk orang lain. Melalui kegiatan di rumah baca, Rachel juga mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan orang, termasuk warga asing dan belajar mengenal budaya serta berbagai bahasa baru. Pengalaman-pengalaman inilah yang membentuk Rachel menjadi pribadi yang percaya diri dan memiliki wawasan yang luas. Bagi Rachel, menjadi relawan bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang kebersamaan yang membuat dia tetap di sana.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.