
JurnalPost.com – Jika kita pergi ke pasar tradisional dan menemukan pedagang buah potong, pastinya kita menyadari betapa banyak sampah kulit buah yang terbuang. Salah satu buah potong yang marak diperdagangkan di musim kemarau adalah buah nanas. Nanas memang memiliki rasa yang manis dengan buah yang berair memberikan sensasi segar ketika menyantapnya.
Akan tetapi, limbah kulit nanas sering kali dibuang begitu saja tanpa tahu dapat dimanfaatkan menjadi minuman bersoda yang kaya manfaat.
Tepache adalah minuman tradisional meksiko yang berbahan dasar kulit nanas. Tepache ini sudah banyak diteliti dan dikembangkan di Indonesia. Rasanya manis dan segar apalagi bila disajikan dengan es batu.
Tepache dapat dibuat dengan fermentasi kulit buah nanas yang sudah dibersihkan, air, dan gula aren atau gula merah. Fermentasi dapat dilakukan di dalam toples kaca yang sudah direbus agar steril dan ditutup rapat dengan kain lap bersih di atas dan ditutup dengan tutup toples. Umumnya proses fermentasi berlangsung selama 1-2 hari.

Setelah proses fermentasi, pastikan untuk menyimpan tepache di dalam lemari es agar proses fermentasi terhenti sehingga tidak meningkatkan kandungan alkohol berlebih.
Selain mengurangi limbah pangan dari kulit nanas, tepache ini memiliki banyak manfaat. Diantaranya adalah enzim bromelain dan pigmen karoten yang terkandung dalam kulit nanas, probiotik hasil dari fermentasi dan kaya akan vitamin c.
Oleh: Retno Asih Nurjannah, Teknologi Pangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa



