
Pemalang, JurnalPost,com — Ratusan Kepala Sekolah tingkat SLTA dari Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal antusias mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Sekolah Berkarakter yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diinisiasi oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah, dengan lokasi host di Kabupaten Pemalang.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII, Sukamto, S.Pd., MM, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya memperkuat karakter dan integritas dalam kepemimpinan sekolah. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun integritas kolektif instansi pendidikan, memperkuat komunikasi efektif, serta menumbuhkan kolaborasi eksternal antar pemangku kepentingan pendidikan.
“Pelatihan ini kami rancang untuk mendorong para kepala sekolah agar mampu menjadi role model di lingkungan masing-masing, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat,” ujar Sukamto dalam sambutannya. Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan sekolah yang berkarakter akan menjadi pondasi kuat dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.
Sebagai narasumber utama, Dr. Jumadi Subur, praktisi dan Performance & Competency Development Coach, menghadirkan materi yang menggugah dengan gaya penyampaian khas — menggabungkan pendekatan emosional dan spiritual yang menyentuh kesadaran peserta. Ia memaparkan pentingnya tiga pilar kepemimpinan berkarakter: integritas, komunikasi efektif, dan pelayanan berbasis hati (hearty service).
Dalam paparannya, Dr. Jumadi menjelaskan bahwa integritas adalah kunci utama dalam kepemimpinan. “Pemimpin sekolah harus bisa menjadi teladan, bukan hanya dalam disiplin dan keputusan, tapi juga dalam kejujuran, konsistensi, dan ketulusan hati,” ungkapnya. Ia menambahkan, komunikasi yang baik dan penuh empati merupakan jembatan penting dalam membangun tim yang solid di lingkungan sekolah.
Selain itu, Dr. Jumadi juga menekankan pentingnya kolaborasi yang mengedepankan prinsip win-win solution antara sekolah, masyarakat, dan pihak eksternal. “Kepala sekolah bukan hanya administrator, tapi juga connector — penghubung nilai dan kolaborasi antara sekolah dan lingkungan,” tuturnya.
Materi pelatihan kemudian ditutup dengan pembahasan tentang Hearty Service, konsep pelayanan yang berbasis hati dan empati. Menurut Dr. Jumadi, pelayanan yang baik tidak hanya soal prosedur dan kecepatan, tetapi juga soal sincerity (ketulusan) dan care (kepedulian) kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat.
Respon positif datang dari para peserta. Akhyat, salah satu Kepala Sekolah peserta pelatihan, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan memberikan wawasan baru dan semangat untuk melakukan perubahan di sekolah. “Banyak hal praktis yang bisa langsung kami terapkan, terutama dalam memperbaiki komunikasi dan meningkatkan kualitas pelayanan di sekolah,” ujarnya.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan budaya kepemimpinan sekolah di wilayah Jawa Tengah. Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan berbasis hati, para kepala sekolah diharapkan dapat menjadi motor penggerak perubahan menuju sekolah yang unggul, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat. []




