• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Opini Iklan Lifebuoy Dalam Selogan “Cuci Tangan Pakai Sabun”

Editor Redaksi
6 November 2025
in Artikel

Oleh: Amelia Putri Nazwa
NIM : 1152200378
MK : Media and Cultural Studies ( A )

JurnalPost.com – Iklan Lifebuoy dengan slogan “Cuci Tangan Pakai Sabun” bukan sekadar pesan kesehatan, tetapi juga menjadi fenomena budaya populer yang meresap ke ruang publik Indonesia. Kampanye ini memanfaatkan momentum global seperti Global Handwashing Day yang dicanangkan PBB sejak 2008 untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan tangan demi mencegah penyakit. Pesan ini tampak sederhana dan penuh niat baik yang mengajak masyarakatuntuk hidup sehat. Tetapi di balik slogan itu terdapat konstruksi makna yang lebih dalam tentang bagaimana kebersihan dijadikan alat persuasi yang mengikat antara moralitas, kesehatan, dan konsumsi.

Saurin Apriliawan. (2013). Dari Universitas Indonesia, kampanye Lifebuoy “Cuci Tangan Pakai Sabun” merupakan strategi komunikasi persuasif yang efektif karena menggabungkan nilai sosial dan citra korporat. Lifebuoy tidak hanya menjual sabun, tetapi juga menjual nilai moral bahwa mencuci tangan adalah tindakan bertanggung jawab dan beradab. Dalam konteks yang sama, penelitian Nurbaiti, A., Ihsani, I., Raharjo, S. T., & Humaedi, S. (2019). Dari Universitas Padjadjaran menyoroti bahwa program CSR “Lifebuoy Berbagi Sehat” menggabungkan edukasi kesehatan dengan strategi pemasaran sosial atau cause related marketing. Yang arinya setiap aksi sosial yang dilakukan Lifebuoy bukan hanya wujud kepedulian, melainkan juga investasi citra dan strategi pasar yang memperkuat posisi merek di benak konsumen.

Dari perspektif Cultural Studies, Lifebuoy dapat dibaca sebagai bentuk hegemoni budaya, seperti dijelaskan oleh Antonio Gramsci. Melalui slogan “Cuci Tangan Pakai Sabun”, Lifebuoy yang menanamkan bahwa nilai kebersihan merupakan tanggung jawab individu dan simbol kepatuhan terhadap norma kesehatan modern. Hegemoni ini bekerja dengan cara halus dan masyarakat tidak merasakan paksaan, tetapi justru menerima gagasan itu sebagai kebenaran alamiah. Padahal di baliknya ada kepentingan ekonomi yang menjadikan kebersihan sebagai komoditas.

Stuart Hall menjelaskan bahwa media berperan besar dalam membentuk representasi dan identitas. Dalam iklan Lifebuoy, tubuh yang bersih, keluarga harmonis, dan rumah modern menjadi representasi ideal dari masyarakat yang “beradab”. Identitas ini membangun hierarki sosial yang artinya bersih adalah modern dan sehat, sedangkan kotor adalah tertinggal dan tidak bermoral. Dengan begitupun Lifebuoy tidak hanya menciptakan kesadaran kesehatan, tetapi juga memperkuat identitas kelas menengah perkotaan yang menjadi target pasarnya.
Sementara itu, Michel Foucault melihat fenomena ini sebagai praktik diskursus dan kekuasaan. Iklan kebersihan tidak hanya menyampaikan informasi, melainkan mengatur perilaku tubuh manusia. “Cuci tangan” menjadi simbol perilaku hidup bersih dan sehat. disiplin sosial yang tidak melakukannya dipandang tidak bertanggung jawab terhadap diri dan lingkungan. Melalui wacana kebersihan, Lifebuoy secara tidak langsung mengatur tubuh dan moralitas publik, menjadikan kebersihan sebagai alat biopower dalam masyarakat kapitalistik.

seperti dikemukakan Dick Hebdige, budaya populer selalu membuka ruang resistensi. Di media sosial, muncul parodi yang menertawakan gaya dramatis iklan Lifebuoy atau kritik terhadap penggunaan isu kemiskinan seperti dalam kampanye “Cuci Tangan Pakai Sabun” dan “5 Tahun Bisa untuk NTT” bentuk resistensi ini yang menjadi ekspresi kesadaran kritis masyarakat terhadap bagaimana perusahaan besar memanfaatkan penderitaan sosial untuk keuntungan komersial. Di sini bisa dilihat budaya populer menjadi arena konflik yang dimana makna antara korporasi yang mendefinisikan “sehat” dan masyarakat yang mencoba menafsirkannya ulang.

Kampanye Lifebuoy “Cuci Tangan Pakai Sabun” yang dikemas dalam program Lifebuoy Berbagi Sehat tampak sebagai gerakan sosial yang mengedukasi masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Namun, menurut kajian Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran, kampanye ini juga berfungsi sebagai cause-related marketing strategi yang memadukan citra sosial dengan kepentingan komersial. Dalam perspektif Cultural Studies, fenomena ini menunjukkan adanya hegemoni korporasi yang menanamkan nilai kebersihan sebagai bentuk moralitas sekaligus konsumsi. Lifebuoy membingkai “tubuh bersih” sebagai identitas kelas menengah modern, menciptakan kesadaran bahwa kesehatan hanya dapat dicapai melalui produk mereka. Seperti kata Foucault, kebersihan menjadi alat kekuasaan yang mengatur tubuh, sedangkan menurut Hall, representasi tersebut memperkuat struktur sosial yang tidak setara.

Tindakan praksis yang perlu dilakukan yaitu membangun kesadaran kritis masyarakat melalui literasi media dan kesehatan agar publik mampu menafsirkan pesan iklan secara mandiri. Pemerintah dan komunitas dapat menciptakan kampanye kebersihan yang non komersial yang dimana menekankan akses public dan bukan promosi merek. Selain itu juga CSR perusahaan seharusnya bersifat partisipatif, melibatkan masyarakat sebagai subjek utama, bukan malah objek kampanye. Dengan demikian, makna kebersihan dapat dikembalikan sebagai nilai sosial kolektif bukan alat dominasi ekonomi dan slogan “Cuci Tangan Pakai Sabun” benar-benar menjadi gerakan sosial untuk kesejahteraan bersama.

Sumber :
Saurin Apriliawan. (2013). Analisis Kampanye Persuasif: Studi Kasus Kampanye “Cuci Tangan Pakai Sabun” dan “5 Tahun Bisa untuk NTT” oleh Lifebuoy. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/58056513/digital_20368879- MK-Saurin_Apriliawan-libre.pdf
Nurbaiti, A., Ihsani, I., Raharjo, S. T., & Humaedi, S. (2019). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Melalui Program Berbagi Sehat oleh PT Unilever. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 238–245. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/108421834/12677- libre.pdf?1701836008=&response-content- disposition=inline%3B+filename%3DPerilaku_Hidup_Bersih_Dan_Sehat_Melalui.pdf

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.