
Surabaya, JurnalPost.com – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan program magang reguler di Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Kegiatan yang berlangsung sejak 1 Oktober hingga 11 November 2025 ini berfokus pada pengelolaan media sosial dan peningkatan penyebaran informasi kepada masyarakat.
Rakha Zhakarsya, mahasiswa Ilmu Komunikasi peminatan Public Relations yang menjadi peserta magang, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu kelurahan memperkuat citra dan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui media digital. “Media sosial kini menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk menyebarkan informasi dan memperkenalkan potensi daerah. Kelurahan Alun-Alun Contong memiliki banyak kegiatan positif yang bisa diangkat melalui konten digital,” ujarnya.
Selama magang, Rakha dipercaya mengelola akun Instagram resmi Kelurahan Alun-Alun Contong (@kelurahan_alunaluncontong) dengan membuat dan mempublikasikan berbagai konten informatif seputar kegiatan warga, pelayanan publik, dan program pemerintah. Ia juga melakukan dokumentasi kegiatan lapangan seperti kerja bakti lingkungan, rapat koordinasi dengan RT/RW, serta kegiatan sosial dan budaya masyarakat.
Tak hanya fokus pada media sosial, inovasi lain yang dilakukan adalah pembuatan poster berisi barcode nomor WhatsApp untuk mempermudah masyarakat menyampaikan keluhan atau pertanyaan secara langsung tanpa harus datang ke kantor kelurahan. Inovasi ini mendapat sambutan positif dari perangkat dan warga karena dianggap mempermudah komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
SEKKEL (Sekertaris Kelurahan Alun-Alun Contong), Aqib Zarnuji S.Ag., M.Ag, menyambut baik kontribusi mahasiswa UNTAG. Ia menilai kehadiran mahasiswa magang membawa semangat baru dalam mendigitalisasi sistem informasi kelurahan. “Kami sangat terbantu dengan ide-ide kreatif dari mahasiswa. Kehadiran mereka memberi warna baru dalam cara kami berinteraksi dengan warga,” katanya.
Melalui program magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja di lingkungan pemerintahan, tetapi juga turut berperan dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik di tingkat kelurahan. Program ini diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia akademik dan instansi pemerintahan dalam membangun komunikasi publik yang lebih efektif dan transparan.




