
JurnalPost.com – Pasar Gadang adalah salah satu pusat pasar tradisional di malang yang tidak pernah sepi oleh pengunjung, baik pengunjung dari malang ataupun daerah lain. Aktivitas Pasar Gadang sangat berperan penting dalam pendapatan daerah serta ekonomi di lingkungan sekitar nya. Pasar ini terletak di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, pasar ini bersebelahan dengan teminal gadang yang terkoneksi dengan bus dan angkot antar kota maupun luar kota. Akses dari Pasar yang mudah di jangkau dan jumlah pedagang yang sangat banyak, serta harga yang bahan pokok pangan yang lebih murah dibanding pasar tradisional pada umum nya membuat pasar ini disebut pasar induk yang tidak pernah sepi, bahkan tengah malam pun masih terlihat aktivitas bongkar muat maupun transaksi pembelian di pasar ini. Pasar ini berdiri sejak tahun 1982 dengan luas sekitar 3 Ha, untuk menunjang kebutuhan daerah sekitarnya.
Yang menarik adalah pasar ini tidak hanya melayani penjualan namun juga pembelian, produk yang dijual di pasar ini macam-macam, mulai dari ikan, daging, ayam potong, sayur-sayuran, buah-buahan, serta bahan dapur seperti bawang merah, bawang putih dan sejenisnya, menurut data yang di dapat dari Dinas Pasar Kota Malang menyebutkan bahwa pedagan di pasar ini berjumlah 1.566 pedagang di pasar induk, dan 250 pedagang di pasar sayuran, “Sangat banyak pedagang, bisa dibilang pasar ini sudah terlalu padat, jumlah pembeli tiap bulan nya juga bertambah, pembeli juga bukan hanya dari warga sekitar pasar, dari daerah malang dan sekitar nya juga banyak, pedagang sayur keliling dan pedagang pasar kecil juga kulak barang disini, jadi kami berharap pasarnya di perbesar dan di renovasi” ujar Muzaki, salah satu pedagang bawang merah di Pasar Gadang.
Pasar ini memang cenderung lebih padat di sore hingga malam hari, karena pada sore hingga malam hari merupakan waktu pengiriman sayur, ikan, daging, ayam potong, buah-buahan dan bumbu masak dapur, sebagian besar pengunjung memilih datang sore hari dikarenakan barang yang dijual adalah barang yang baru dikirim oleh petani, nelayan dan distributor bahan pangan lain nya, “Lebih enak sore atau malam mas, barang nya baru dateng, pilihan nya juga banyak, jadi kita bisa milih yang bagus-bagus, kalo pagi atau siang biasanya tinggal sisa sisa mas, iyaa tetep bagus, tapi nggak seperti pas yang baru dateng dari petani nya,” ucap salah satu pembeli di Pasar Gadang
Pada musim bulan ramadhan pasar juga dipenuhi oleh para pedagang yang membeli bahan baku makanan untuk berjualan takjil, selain itu banyak juga pembeli yang mempersiapkan isi dapur nya untuk menjelang hari raya, dan yang selalu ramai pembeli di pasar ini adalah tempe khas malang, seringkali pengunjung dari daerah Jawa Timur yang mampir ke pasar ini untuk membeli tempe khas malang yang harga nya sangat terjangkau, mereka juga biasanya membeli sayuran serta bawang merah dan bawang putih untuk dibuat persediaan selama beberapa minggu kedepan.
Pasar ini memang benar benar tidak pernah istirahat, namun dibalik padat nya pengunjung, tedapat beberapa permasalahan yang hingga saat ini terjadi, mulai dari akses jalan di pasar yang berlubang, kemacetan di jam tertentu dan pengolahan limbah sampah organik maupun non organik yang kurang tertata membuat penumpukan sampah kurang nyaman untuk dilihat, selain itu pemisahan sampah basah dan kering pada tempat pembuangan sampah juga masih belum sepenuhnya di terapkan. Namun pemkot dan pedagang terus berupaya secara berkala agar kebersihan dan kenyamanan Pasar Gadang semakin baik kedepannya.
Oleh :
Aditya Nico Novandi Siahaan
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Dosen Pengampu
Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.




