
Penulis: Nur Adillah Rahma Celestial
Mahasiswa Universitas Airlangga
JurnalPost.com – Perubahan adalah satu-satunya hal yang pasti. Dan hari ini dunia telah berubah dengan segala aspeknya terutama untuk generation Z yang cukup memberikan dampaknya. Mereka hari ini dapat mengakses dan memperoleh berbagai macam informasih yang dapat mendukung dunianya. Bahkan menjadi semacam pemantik untuk mendorongnya ikut serta berperan. Makanya tidak heran terutamanya dibidang politik hari ini banyak Gena Z yang ikut serta dipanggung politik. Terutama pada pemilihan legislatif di daerah, bahkan banyak diantara mereka yang terpilih dan menjadi wakil rakyat. Generasi Z ini sebetulnya adalah yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Karakteristik Generasi Z dalam tumbuh di era digital yang terhubung dengan informasi tanpa batas. Hal ini memberikan mereka akses yang luas terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim, keadilan sosial, kesetaraan gender, dan hak asasi manusia. Beberapa karakteristik unik yang membedakan mereka dalam politik adalah:
Media sosial sebagai alat utama, Generasi Z mampu menyuarakan pandangan mereka secara luas dan cepat. Platform seperti Twitter, Instagram, dan TikTok menjadi sarana efektif untuk advokasi dan kampanye politik. Berorientasi pada Aksi: Generasi ini cenderung lebih aktif terlibat dalam gerakan sosial, demonstrasi, dan petisi daring untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Kritis dan Skeptis: Generasi Z memiliki kecenderungan untuk mempertanyakan status quo dan mencari solusi inovatif terhadap masalah yang ada. Partisipasi politik Generasi Z terlihat dalam berbagai bentuk, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa bentuk partisipasi mereka meliputi Pemilu dan Kampanye Politik: Semakin banyak anak muda dari Generasi Z yang berpartisipasi dalam pemilu, baik sebagai pemilih maupun sebagai kandidat muda yang maju dalam pemilihan umum. Dengan memanfaatkan media sosial, mereka mampu menciptakan gerakan sosial yang memengaruhi opini publik dan kebijakan pemerintah. Banyak Generasi Z yang terlibat dalam organisasi kepemudaan, komunitas, dan lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada isu-isu tertentu.
Ada beberapa tantangan yang dihadapi meskipun kehadiran mereka memberikan angin segar, Generasi Z juga menghadapi berbagai tantangan dalam dunia politik, seperti banyak kebijakan masih didominasi oleh generasi yang lebih tua, sehingga suara Generasi Z sering kali kurang diperhatikan.Media sosial dapat menjadi pedang bermata dua, memperkuat keterbelahan ideologi di antara kelompok masyarakat. Dan Kurangnya Pendidikan Politik, Tidak semua anggota Generasi Z memiliki pemahaman yang mendalam tentang sistem politik, sehingga penting untuk meningkatkan literasi politik mereka. Masa Depan Politik Bersama Generasi dalam politik tidak dapat diremehkan. Dengan ide-ide segar dan semangat untuk perubahan, mereka memiliki kemampuan untuk:
– Mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan berorientasi pada masa depan.
– Mengintegrasikan teknologi dalam pemerintahan untuk menciptakan transparansi dan efisiensi.
– Menjembatani kesenjangan antar generasi melalui dialog yang konstruktif.
Dengan demikian Keikutsertaan Generasi Z dalam politik merupakan fenomena yang tidak hanya mengubah lanskap demokrasi tetapi juga menawarkan harapan baru bagi masa depan. Dengan memberikan ruang bagi suara mereka, kita dapat memastikan bahwa demokrasi terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman. Generasi Z adalah agen perubahan yang dapat membawa transformasi positif dalam tatanan politik lokal dan global.



