
JurnalPost.com – Dalam pasar keuangan, penilaian saham adalah metode penghitungan nilai-nilai teoritis dari sebuah perusahaan dan saham mereka. Kegunaan utama dari metode ini adalah untuk memprediksi harga pasar di masa depan (atau secara umum, harga pasar potensial). Semua itu, untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga – saham yang dinilai terlalu rendah (sehubungan dengan nilai teoretisnya) akan dibeli, sedangkan saham yang dinilai terlalu tinggi akan dijual, dengan harapan bahwa saham yang nilainya terlalu rendah secara keseluruhan akan naik nilainya, sedangkan saham yang dinilai terlalu tinggi umumnya akan mengalami penurunan nilainya.
KINO INDONESIA, Tbk adalah perusahaan yang bergerak dibidang farmasi dan minuman. Salah satu produk yang dihasilkan adalah larutan cap kaki tiga PET Tawar. Perusahaan dituntut dapat menghasilkan produk dengan mutu yang baik dan mengurangi pemborosan (waste) maka pengendalian kualitas memang sangat diperlukan. Untuk itu digunakan metode Seven Tools untuk mengetahui penyebab kecacatan produk arutan cap kaki tiga PET Tawar dan melakukan analisa perbaikan dengan menggunakan five-M checklist. Bedasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab dominan terjadinya cacat yaitu faktor manusia dan alat (mesin). Setelah dilakukan implementasi perbaikan terjadi penurunan cacat sebesar 4,3%.
PT. Kino Indonesia, Tbk merupakan sebuah perusahaan yang tercatat sebagai salah satu perusahaan publik pada sektor consumer goods di Bursa Efek Indonesia Perusahaan ini memproduksi berbagai macam produk seperti minuman, makanan, makanan hewan, produk pemeliharaan dan perawatan tubuh, serta produk farmasi
Dalam 6 bulan terakhir, harga saham PT. Kino Indonesia, Tbk dengan kode saham KINO telah mengalami penurunan performa kurang lebih 59,48% dari harga tertinggi yang pernah dicapai dibulan mei 2022. Hal ini membuka peluang bagi para investor untuk berinvestasi dengan membeli saham PT. Kino Indonesia, Tbk., tentu saja dengan pertimbangan layak secara kinerja keuangan perusahaan. Gambaran mengenai pergerak an harga saham PT. Kino Indonesia, Tbk dapat dilihat pada gambar 1 dan berikut ini:
PT Kino Indonesia Tbk mencatatkan penjualan sebesar Rp4,13 triliun pada tahun 2023, meningkat 13,89% dari tahun 2022. Laba kotor perseroan juga meningkat 31,74% menjadi Rp1,72 triliun. Beban pokok penjualan meningkat 7,65% menjadi Rp2,41 triliun. Perseroan berhasil menekan beban penjualan sebesar 15,12% menjadi Rp1,16 triliun dan beban umum serta administrasi sebesar 51,31% menjadi Rp339,15 miliar. Laba bersih perseroan mencapai Rp77,24 miliar pada 2023, berbeda dengan tahun 2022 yang mencatatkan kerugian sebesar Rp950,28 miliar.
Laba per saham dasar PT Kino Indonesia Tbk meningkat signifikan menjadi Rp51 pada 2023, setelah sebelumnya mencatatkan kerugian Rp687 pada 2022.
Pada tahun 2023, PT Kino Indonesia Tbk mencatatkan kenaikan ekuitas sebesar 1,81% menjadi Rp1,61 triliun, penurunan liabilitas sebesar 3,65% menjadi Rp3,02 triliun, dan penurunan aset sebesar 0,64% menjadi Rp4,64 triliun. Perseroan juga memiliki kas sebesar Rp166,45 miliar.
Saham PT Kino Indonesia Tbk (KINO) stagnan di Rp1.440 per saham pada penutupan perdagangan 28 Maret 2024. Saham ini sempat naik 10 poin ke Rp1.450, dengan volume perdagangan 262 saham, frekuensi 16 kali, dan nilai transaksi Rp37,7 juta.
PT Kino Indonesia Tbk mencatatkan penjualan Rp4,13 triliun pada 2023, naik 13,89% dari tahun sebelumnya. Laba kotor perseroan juga meningkat 31,74% menjadi Rp1,72 triliun, meskipun beban pokok penjualan naik 7,65% menjadi Rp2,41 triliun.
Kesimpulannya, PT Kino Indonesia Tbk mengalami perbaikan kinerja keuangan pada tahun 2023, dengan penjualan mencapai Rp4,13 triliun, meningkat 13,89% dari tahun sebelumnya, dan laba kotor yang meningkat 31,74% menjadi Rp1,72 triliun. Meskipun beban pokok penjualan juga meningkat, perusahaan berhasil menekan beban penjualan dan beban umum, sehingga mencatatkan laba bersih sebesar Rp77,24 miliar, setelah sebelumnya mengalami kerugian.
Namun, harga saham KINO mengalami penurunan sebesar 59,48% dari puncaknya pada Mei 2022, yang membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi. Pada penutupan perdagangan 28 Maret 2024, saham KINO stagnan di Rp1.440 per saham. Dengan kenaikan laba per saham dasar menjadi Rp51, perusahaan menunjukkan potensi untuk pemulihan di masa depan, meskipun masih terdapat tantangan dari faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi kinerja harga saham.
Universitas Pamulang
Muhammad Zahwan Faris Haryanto (221011200682)
Putra Furqon (221011200665)
Ronni Steven Nababan (221011200712)
Nur habil Al Syarif (221011200996)



