• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Feminism dan arah perjuangan di era digital

Editor Redaksi
9 November 2024
in Artikel

JurnalPost.com – Feminisme merupakan gerkan sosial dan politik dengan tujuan untuk mencapai kesetaraan gender, terutama dalam hal hak, kesepakatan, dan perlakuan. Ferminisme yang telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan sejak kehadirannya pada abad ke-19. Feminisme juga dapat diartikan sebagai ideologi yang memberdayakan perempuan. Perempuan dapat menggunakan pengalamannya sebagai perempuan dan perspektif perempuan yang lepas dari mainstream kultur patriarki. Feminisme memiliki dasar epistemologi empirisme, yaitu pengalaman perempuan yang berbeda-beda. Contohnya seperti pengalaman perempuan Tionghoa di Amerika Serikat berbeda dengan perempuan Tionghoa yang tinggal di China atau Indonesia. Feminisme juga memiliki beberapa aliran, di antaranya feminisme liberal, feminisme radikal, feminisme sosialis, marxis, eco-feminis, feminis islam, anarko-feminis, afro american feminism.

Dalam feminisme tidak hanya berjuang untuk hak-hak politik dan sosial yang mengarah ke gender perempuan, tetapi juga untuk menciptakan kesadaran akan berbagai isu ketidakadilan gender yang masih ada dalam masyarakat. Jika kita memahami konteks global feminisme saat ini, pergeseran dalam mode komunikasi mungkin memungkinkan proses pembingkaian strategis yang baru dan kompleks serta mobilisasi feminis baru dengan membuat suatu gerakan yang membangun koalisi dan aliansi tertentu, terutama penggunaan ruang digital saat ini yang serba tersedia terbuka untuk khalayak umum sebagai cara untuk mengorganisir aktivisme feminisme yang menjadi menonjol dalam kurun beberapa tahun terakhir. Feminism yang menciptakan visi yang kuat mengenai solidaritas, kolektif, dan tindakan transformatif terhadap berbagai bentuk ketidakadilan sosial. Hal ini melibatkan praktik komunikatif dan menghubungkan secara berbeda untuk membangun aliansi di lintas ruang geografis dan dari waktu ke waktu. Namun mereka juga menyoroti garis patahan dan ketegangan antara ideologi, dan tantangan solidaritas pada saat begitu banyak suara perempuan yang masih terhiraukan.

Feminisme di era digital adalah gerakan feminisme yang memanfaatkan media digital untuk menyebarkan paham-pahamnya. Media digital yang bersifat publik memungkinkan siapa saja untuk berekspresi, sehingga menjadi medium yang efektif untuk menyebarkan ideologi feminisme. Wanita perlu membuktikan bahwa seorang wanita pantas untuk berkonstribusi dalam berbagai aspek kehidupan. Wanita saat ini bukan seorang kapitalis namun wanita yang mampu memajukan industri melalui teknologi digital. Disisi lain, pendidikan bukan hanya bersumber dari sekolah, saat ini kita dapat berbagi ilmu melalui media massa. Mengikuti sosialisasi dan pelatihan online merupakan langkah awal memperluas jangkauan pendidikan dengan memanfaatkan teknologi digital. Sudah banyak wanita yang paham akan teknologi, namun kelalaian teknologi seperti meng-upload hal-hal privasi dapat mengakibatkan pemudaran norma, adat dan budaya. Kelalaian ini juga menjadi tantangan pribadi bagi wanita dalam mengikuti perkembangan teknologi namun tetap menjaga batasan-batasan yang telah diatur.

Banyak hal yang dapat dilakukan wanita dalam menghadapi era teknologi digital. Terdapat potensi bagi wanita untuk bekerja di industri digital. Namun, perlu kepercayaan diri yang tinggi agar wanita menjadi sumber daya digital yang kuat. Seperti menjadi influencer di media massa, memasarkan produk secara online, atau menjadi beauty vlogger, dan banyak lagi yang dapat dilakukan oleh wanita di era digital saat ini. Istilah digital influencer merebak dengan semakin banyaknya penggunaan internet terutama sosial media. Digital influenceradalah kemampuan untuk mempengaruhi, merubah opini dan perilaku secara online, umumnya melalui social networking. Secara sederhana, digital influencer adalah mereka yang memiliki pengaruh yang besar di sosial media.Tidak jarang ditemukan wanita yang merintis jenjang karirnya melalui digital influencer, hal ini memperlihatkan bahwa media digital dapat membantu gerakan wanita dalam memainkan perannya di era teknologi digital saat ini. Hal lainnya adalah, wanita dapat berkontribusi pada industri kecantikan dimana saat ini sedang berkembang dengan kehadiran beauty vlogger. Mereka bisa membangun brandingdengan bantuan beauty vlogger. Apalagi dengan semakin banyaknya orang yang beprofesi ini, para perusahaan kecantikan bisa memilih beauty vlogger sesuai citra yang ingin dibangun oleh perusahan tersebut.

Wanita juga bisa menghasilkan karya yang dapat diharapkan menjadi sesuatu yang berguna bagi bangsa tanpa merusak nama dari pihak manapun. Misalnya putri dari mantan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia yaitu Hanna Keraf wanita asal Flores, Nusa Tenggara Timur. Ia merupakan lulusan mahasiswi Jurusan Bisnis internasional Universitas Ritsumeikan, dan menjadi founder gerakan “Du Anyam” serta aktif dalam kegiatan pemberdayaan wanita dalam menyebarluaskan budaya menganyam. Namun, berita tentang gerakan positif ini, maupun sosok pribadi dari Hanna Keraf itu sendiri kurang diangkat oleh pemberitaan secara luas. Padahal dari sosok ini, kita bisa melihat bahwa dengan pendidikannya, Hanna berhasil mengajak wanita-wanita lainnya untuk terus berkarya sekaligus melestarikan kebudayaan Indonesia.

Tantangan yang diperoleh oleh perempuan sebagai bentuk dari revolusi 4.0 perlu direspon dari perubahan paradigma, regulasi dan cara kerja. Sisi mental dari wanita itu sendiri pun perlu dikuatkan, memberikan kepercayaan bahwa semua wanita memiliki hak yang sama untuk berkembang merupakan langkah awal yang tepat. Mengutip perkataan dari Bung Karno presiden pertama Indonesia, bahwa “jika perempuan itu baik, maka jayalah negaranya, dan jika perempuan itu buruk maka runtuhlah negaranya”. Perkataan ini memperlihatkan bahwa wanita merupakan kunci baik buruknya suatu negara. Oleh sebab itu, untuk mengimbangi perkembangan teknologi digital yang saat ini sedang berkembang maka wanita wajib mendapatkan pendidikan yang layak, terus berkarya dan paham mengenai digital, namun tetap menjaga norma dan budayanya dalam kehidupan bernegara. Karena dunia digital menyebar secara luas, maka wanita tidak boleh terjebak didalamnya, tetap ada batasan-batasan yang perlu dijaga.

Seorang wanita harus lebih peduli lagi dengan keamanan di dunia digital dan bijak dalam memilah informasi, khususnya di media sosial. Menjadi sosok wanita di era teknologi digital merupakan sebuah tantangan, namun jika dimanfaatkan dengan baik maka hal ini dapat menjadi peluang dalam mengangkat derajat wanita itu sendiri. Oleh karena itu, untuk seluruh wanita di negeri ini marilah menjadi “Kartini” di era digital dan melahirkan karya-karya baru yang dapat memajukan keluarga, bangsa, dan negara.

Ditulis oleh : Mohammad Hilmi Bayhaqi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Dosen Pengampu : Dr. Merry Fridha., M.Si

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.