• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Implementasi Actuating (penggerakan) perspektif Al-quran pada Program Satu Kampung Satu Rumah Tahfizh Kab. Solok Selatan

Editor Redaksi
30 Oktober 2024
in Artikel

JurnalPost.com – Proses manajerial dalam mencapai tujuan tidak lepas dari fungsi manajemen. Dalam islam secara tegas tidak ada rumusan yang membahas secara khusus fungsi manajemen namun dalam prakteknya telah dilaksanakan dan dapat ditelaah dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan. Diantara fungsi manajemen yang umum diketahui adalah planing, organizing, actuating, dan controling. Dalam prosesnya diawali dengan perencanaan atau planning dimana semua kegiatan dirancang dalam proses ini, kemudian dilanjutkan dengan proses pengorganisasian dengan meletakkan dan membagi kegiatan sesuai tingkatan dan kemampuan tertentu. Kemudian proses dalam mencapai tujuan ini tidak akan tercapai jika tidak dilaksanakan dalam proses actuating.

Diantara fungsi manajemen yang umum diketahui adalah planing, organizing, actuating, dan controling. Dalam prosesnya diawali dengan perencanaan atau planning dimana semua kegiatan dirancang dalam proses ini, kemudian dilanjutkan dengan proses pengorganisasian dengan meletakkan dan membagi kegiatan sesuai tingkatan dan kemampuan tertentu. Kemudian proses dalam mencapai tujuan ini tidak akan tercapai jika tidak dilaksanakan dalam proses actuating. Proses penggerakan merupakan bagian yang dianggap intisari manajemen karena secara khusus merupakan bagian yang berhubungan dengan orang-orang setelah perencanaan dan pengorganisasian dilakukan.

Ada beberapa poin yang penting yang menjadi kunci dan langkah-langkah dalam kegiatan penggerakan menurut Rusli Syarif yakni penugasan, koordinasi, motivasi, dan pengarahan. Sedangkan dalam Al-Quran kegiatan penggerakan dibagi menjadi tabsyir dan tandzir (pemberi kabar gembira dan peringatan), dakwah (menyeru kepada kebaikan), at-tarbiyah (pendidikan), al-irsyad (petunjuk). Dalam kegiatan penggerakan tercapainya suatu tujuan tidak hanya dinilai dari perencanaan dan pengorganisasian yang baik saja, melainkan juga tergantung pada proses penggerakan dan pengawasan. Perencanaan dan pengorganisasian dalam kegiatan manajerial merupakan pondasi yang kuat bagi penggerakan. Karna pada dasarnya tujuan dirumuskan dalam perencanaan dan kegiatan penggerakan diarahkan untuk mencapai tujuan. Dengan dilaksanakannya standar kerja, metode kerja, prosedur dan program yang dirancang pada proses perencanaan, maka tujuan yang telah ditetapkan bisa dicapai.

Salah satu kegiatan keagamaan yang menerapkan konsep actuating perspektif Al-quran adalah program pemerintah satu kampung satu rumah tahfidz. Secara teknis, program ini memang tidak secara langsung menerapkan prinsip penggerakan perspektif al-quran. Namun jika ditelaah lebih dalam, dalam pelaksanaannya tercermin proses penggerakan yang sejalan dengan perspektif Al-quran. Program ini bertujuan untuk mencetak generasi yang berakhlak islami dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini secara resmi diluncurkan oleh Bupati Solok Selatan, H. Khairunnas pada tahun 2022 dan telah tertuang dalam Rencangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026.

Usaha dalam mecapai tujuan dari program satu kampung satu rumah tahfidz dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, proses penggerakannya akan ditelaah berdasarkan konsep penggerakan dalam al-quran. Pada proses tabsyir dan tandzir atau memberikan kabar gembira dan peringatan, pemimpin yang dalam hal ini adalah pemerintah memberikan kabar gembira atau hal baik yan terjadi jika program ini dikerjakan. Begitu juga dengan memberikan peringatan, pemerintah berhak memberikan saksi pelanggaran jika ada pihak-pihak yang menghalangi jalannya program baik dari pihak pemerintah seperti pejabat penanggung jawab beserta staff, dari pihak guru tahfidz, hingga santri.

Pada proses penggerakan selanjutnya yakni dakwah atau mengajak kepada kebaikan dan mencegah keburukan. Dalam hal ini pemerintah mengarahkan seluruh anggota baik guru tahfidz dan santri, memberikan nasehat, pengajaran yang baik, hingga memberikan arahan jika terjadi perbedaan pendapat. Hal ini sesuai dengan dalil dari Q.S An-nahl: 125

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.

Proses at-tarbiyah pada kegiatan penggerakan diartikan Muhammad Jamaluddin al-Qosimi adalah suatu proses menyampaian suatu batasan tentang kesempurnaan yang disampaikan secara bertahap. Dari segi bahasa berarti memperbaiki, mengurus, memimpin, menjaga, dan memeliharanya atau mendidik. Konsep ini jika dikaitkan dengan actuating erat kaitannya dengan pengarahan. Dalam program satu kampung satu rumah tahfidz, pemerintah memberikan pengarahan berupa pelaksanaan seminar dan pelatihan untuk guru tahfidz agar bekerja secara profesional dalam mendidik dan membimbing para santri serta mengelola rumah tahfidz.

Proses pembimbingan guru tahfidz
Terakhir, proses al-irsyad atau petunjuk Abu Al-Farj bin Al-Jauzi mendefinisikan kata “irsyad” sebagai usaha yang dikeluarkan untuk memberikan nasihat kepada orang lain serta pengarahan kepada kegaitan yang positif. Pada program satu kampung satu rumah tahfidz pemerintah berperan sebagai pemberi arahan atau petunjuk kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Beberapa tindakan yang dilakukan pemerintah dalam proses al-irsyad ini adalah memberikan buku pedoman untuk guru dan juga santri, menerbitkan buku kurikulum khusus penunjang pendidikan santri di rumah tahfidz serta memberikan jalan keluar jika seandainya ditemukan masalah-masalah yang menghambat jalannya kegiatan.

Keberhasilan proses penggerakan yang dianalisis dalam perspektif al-quran yang telah dilakukan terbukti tahun 2024, tepatnya 31 Agustus telah dilaksanakan wisuda tahfidz akbar perdana dengan total santri yang diwisuda 1.514 santri penghafal Al-qur’an. Tercatat juga Solok Selatan telah membina 274 rumah tahfizh. Keberhasilan program satu kampung satu rumah tahfizh tidak lepas dari manajemen yang tepat. Mulai dari perencanaan yang matang, pengorganisasian yang tepat, penggerakan kegiatan yang diiringi dengan pemberian motivasi dan dorongan, komunikasi timbal balik, serta diawasi agar kegiatan tersebut tetap berjalan untuk mencapai tujuan. Peran pimpinan juga sangat dibutuhkan dalam keberhasilan program ini, tanpa arahan dan komando pimpinan, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan maksimal. Tentu saja proses ini bukanlah proses yang mudah, ditemukan masalah-masalah dalam prosesnya namun tidak menghambat pemerintah dalam mencapai tujuan

Penulis: Rahmi Nur Azizah, S. Sos dan Dr. Hamidullah Mahmud, Lc., MA
(Magister Manajemen Dakwah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.