
RABANIA
1STIE Pembangunan, Tanjungpinang, Indonesia
Email : 1[email protected]
JurnalPost.com – Di era digital yang serba cepat dan saling terhubung ini, manajemen kinerja perusahaan tidak lagi terbatas pada pengukuran efisiensi biaya dan produktivitas. Karena krisis lingkungan global dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap masalah sosial dan lingkungan, perusahaan kini fokus pada keberlanjutan. Perusahaan diharapkan tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, namun juga mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat dan planet bumi. Teknologi adalah sekutu yang kuat dalam tantangan ini, membantu bisnis mengelola kinerja secara lebih komprehensif. Perusahaan menggunakan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan blockchain untuk memahami bagaimana kinerja mereka berdampak pada keuntungan finansial dan keberlanjutan jangka panjang. Beberapa perusahaan dapat menggunakan manajemen kinerja berbasis teknologi untuk mengatasi masalah keberlanjutan.
Tantangan utama dalam manajemen kinerja di era digital yang pertama dan utama adalah transparansi dan akuntabilitas : tuntutan masyarakat terhadap transparansi perusahaan semakin meningkat, dan organisasi harus lebih akuntabel ketika melaporkan dampak lingkungan dan sosial mereka. Teknologi digital memudahkan pelacakan dan peninjauan data secara real time. Kedua, krisis lingkungan hidup dan perubahan iklim : perusahaan menghadapi tantangan besar dalam menjadikan operasi mereka berkelanjutan dalam hal penggunaan energi, limbah, dan sumber daya alam.
Manajemen kinerja tradisional tidak cukup untuk mengatasi permasalahan kompleks ini. Ketiga, tekanan peraturan: Pengetatan peraturan mengenai keberlanjutan dan pengurangan emisi karbon memaksa perusahaan untuk mendesain ulang proses bisnis mereka agar lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Jika perusahaan tidak mematuhi peraturan ini, mereka dapat menghadapi sanksi, pencabutan izin, atau boikot konsumen. Keempat, Transformasi Digital yang Cepat: Teknologi menyediakan alat yang ampuh untuk meningkatkan kinerja, namun transformasi digital yang cepat sering kali menciptakan ketidakpastian seputar investasi teknologi, keterampilan karyawan, dan integrasi sistem. Dunia usaha harus mampu beradaptasi dengan peluang digital sekaligus mengelola risiko keberlanjutan dengan tepat.
Di era digital, manajemen kinerja harus mengatasi tantangan keberlanjutan yang semakin mendesak. Perusahaan harus menggunakan teknologi digital untuk mengelola kinerja mereka secara menyeluruh, termasuk aspek keberlanjutan, jika mereka ingin tetap relevan dan kompetitif. Perusahaan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi operasional mereka sambil memenuhi harapan pemangku kepentingan terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan menggunakan sistem ERP yang terintegrasi seperti AI, IoT, blockchain, dan ERP.Menghadapi era digital yang penuh tantangan, perusahaan harus berkonsentrasi pada pertumbuhan finansial dan keberlanjutan. Teknologi adalah kunci untuk mencapai tujuan ini, karena memberikan alat yang diperlukan untuk mengelola kinerja secara lebih efektif, berinovasi, dan keberlanjutan dalam jangka panjang



