• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Transformasi Evaluasi Pendidikan melalui E-Asesmen Autentik

Editor Redaksi
9 Juli 2024
in Artikel, Kolom Opini

JurnalPost.com – Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya menekankan kurikulum baru, Kurikulum Merdeka atau yang biasa disebut Kumer melalui Permendikbud Nomor 12 Tahun 2024. Hal yang paling baru disorot adalah berulangkali penekanan kata “asesmen” pada dokumen pemberlakuan kurikulum tersebut. Bahkan, asesmen juga dibuatkan menjadi panduan tersendiri, yakni Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah yang diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal ini tentu menjadi pengingat bahwa evaluasi dan asesmen memiliki urgensi dalam pendidikan. Dalam era digital yang terus berkembang, sistem pendidikan mengalami transformasi yang signifikan dalam berbagai aspek, termasuk dalam metode evaluasi, yakni asesmen. Asesmen saat ini tidak lagi tradisional melainkan sudah bertransformasi ke elektronik atau digitalisasi. Salah satu inovasi terkini adalah e-asesmen autentik, yaitu penilaian berbasis elektronik yang menekankan pada keaslian dan relevansi tugas terhadap dunia nyata.

Hasil penelitian menyatakan bahwa asesmen autentik menjadi penilaian yang tepat karena dilakukan pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Selain itu berdasarkan sifat dan bentuk asesmen autentik membentuk peserta didik untuk lebih terampil dan berkompetensi, sehingga siap untuk terjun ke dunia kerja atau ke tingkat pendidikan selanjutnya (Leyder et al., 2023). E-asesmen autentik menawarkan banyak keuntungan dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas evaluasi pendidikan.

E-Assessment autentik dinilai sangat relevan dengan kehidupan nyata. E-asesmen autentik menilai siswa berdasarkan tugas yang mencerminkan situasi dan tantangan dunia nyata. Hal ini akan membantu siswa memahami bagaimana keterampilan dan pengetahuan yang mereka pelajari dapat diterapkan di luar lingkungan akademik. Contoh implementasinya adalah tugas berbasis proyek, studi kasus, atau simulasi dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna dibandingkan ujian tradisional.

E-asesmen autentik fokus pada pengembangan keterampilan penting abad 21, seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital. Dengan menilai siswa melalui tugas yang kompleks dan multidimensi, e-asesmen autentik membantu mempersiapkan mereka untuk tantangan masa depan. Dengan fokus pada tugas-tugas yang bermakna dan relevan, e-asesmen autentik mendorong pembelajaran yang lebih dalam. Siswa diajak untuk memahami konsep secara menyeluruh dan mengaplikasikannya dalam berbagai konteks, bukan sekadar menghafal fakta atau prosedur.

Dibalik manfaat dan keuntungan e-asesmen autentik, nyatanya dalam implementasinya juga memiliki tantangan yang besar. Indonesia dengan wilayah geografisnya yang luas dan infrastruktur yang belum merata tentu memiliki problem yang besar. Sebagai dampak adanya penggunaan ‘e’ atau elektronik, implementasi e-asesmen autentik memerlukan infrastruktur teknologi yang memadai. Tidak semua siswa dan sekolah memiliki akses yang memadai terhadap perangkat teknologi dan koneksi internet yang stabil. Kesenjangan digital ini dapat menjadi hambatan besar dalam pelaksanaan e-asesmen autentik. Tidak semua institusi pendidikan memiliki akses ke perangkat dan koneksi internet yang diperlukan untuk menjalankan e-asesmen ini dengan efektif. Oleh karena itu, perlu adanya investasi dalam teknologi dan pelatihan untuk memastikan keberhasilan penerapannya. Keterbatasan sinyal dan perangkat komputer di beberapa sekolah pedalaman tentu menjadi tantangan berat.

Selain dalam hal teknologi, e-asesmen autentik juga memerlukan waktu untuk adaptasi guru dan murid. Dikarenakan e-asesmen autentik ini masih tergolong baru, maka memerlukan perubahan paradigma dalam pendekatan penilaian, baik bagi guru maupun siswa. Guru perlu dilatih untuk merancang dan menilai tugas autentik, sementara siswa perlu dibiasakan dengan format penilaian yang baru ini. Proses adaptasi ini mungkin memerlukan waktu dan dukungan yang memadai.

Penerapan e-Assessment autentik membutuhkan kerjasama antara guru, siswa, dan pihak terkait lainnya. Guru perlu merancang penilaian yang relevan dengan konteks kehidupan nyata, menyediakan panduan dan umpan balik yang memadai kepada siswa, dan menggunakan teknologi dengan bijaksana untuk mendukung proses evaluasi. Dengan demikian, e-Assessment autentik dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pembelajaran berbasis kompetensi dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata setelah mereka lulus.
E-asesmen autentik telah membawa transformasi signifikan dalam evaluasi pendidikan, dengan menekankan pada keaslian dan relevansi tugas penilaian. Meskipun menghadapi beberapa tantangan, potensi manfaatnya sangat besar dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Dengan strategi yang tepat dan dukungan yang memadai, e-asesmen autentik dapat membantu menciptakan sistem pendidikan yang lebih adaptif, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Sumber Pustaka:
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Leyder, R. A., Leluyani, L., & Uguy, H. (2023). Assesment Kurikulum Merdeka Belajar pada Sekolah Menengah Atas (SMA). Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(4), 6717-6728.
Permendikbud Nomor 12 Tahun 2024

Penulis: Winda Dwi Lestari
Mahasiswa Pascasarjana S-2 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Surakarta

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.