
JurnalPost.com – Peribahasa dalam bahasa Indonesia memiliki keterkaitan yang erat dengan kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang memiliki susunan tetap dan mengisahkan suatu maksud tertentu. Mereka sering digunakan dalam percakapan untuk menasihati, membandingkan, atau menyindir seseorang.
Peribahasa juga mengandung nasihat tentang nilai kehidupan, etika, dan kearifan lokal. Mereka berperan dalam memberikan arahan tentang bagaimana seharusnya bertindak atau menjalani hidup. Dalam buku bahasa Indonesia, terdapat berbagai jenis peribahasa yang biasanya diuraikan berdasarkan tema, konsep, atau makna yang terkandung di dalamnya.
Beberapa jenis peribahasa umum yang ditemukan dalam buku bahasa Indonesia antara peribahasa lain yang berhubungan dengan alam, cuaca, atau fenomena alam seperti hujan emas di negeri orang. Peribahasa juga mempunyai banyak fungsi, antara lain memberikan nasehat, mewujudkan kebaikan dan kepantasan dalam pergaulan, menyindir dengan sopan, menyatakan pendirian yang tegas, pengamatan terhadap dunia dan keadaan, serta sebagai tanda representasi dalam suatu kaum.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peribahasa didefinisikan sebagai kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu. Mereka juga termasuk bidal, ungkapan, perumpamaan, dan memiliki arti yang sangat luas.
Dalam peribahasa terdapat sebab akibat yang di dalamnya terdapat pandangan hidup, nilai, norma hingga aturan dalam masyarakat. Mereka juga muncul berdasarkan kepekaan hidup masyarakatnya dalam memperhatikan keadaan dan alam sekitar. Contoh Peribahasa, berikut adalah beberapa contoh peribahasa dalam bahasa Indonesia yang menunjukkan keterkaitan mereka dengan budaya dan komunikasi sehari-hari:
“Dalam laut boleh diduga, dalam hati siapa tahu.” Artinya: tidak ada seorang pun yang tahu isi hati orang lain.
“Tangan merentang bahu memikul.” Artinya: berani berbuat harus berani bertanggung jawab.
Peribahasa menggunakan bahasa kiasan atau metafora untuk menyampaikan pesan atau makna yang lebih dalam. Mereka juga sering diselipkan dalam percakapan untuk menasihati, membandingkan, atau menyindir seseorang. Peribahasa juga memiliki peran atau fungsi dalam komunikasi yang sangat penting. Ciri utama peribahasa adalah susunan kalimat yang mengandung nasihat tentang nilai kehidupan, etika, dan kearifan lokal. Mereka memberi arahan tentang bagaimana seharusnya bertindak atau menjalani hidup.
Dengan demikian, peribahasa dalam bahasa Indonesia tidak hanya sekedar kumpulan kata atau kalimat, tetapi juga memiliki peran yang penting dalam memberikan arahan, nasihat, dan nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat.
Penulis: Liza Sania Khulatus Syafaah, Mahasiswi UNPAM



