JurnalPost.com – Skincare sebagai perawatan kulit sudah menjadi hal umum yang diketahui banyak orang di dunia. Bahkan tak jarang untuk mendapatkan hasil yang sempurna, sebagian orang rela membayar mahal satu macam produk skincare. Jenis pemakaian skincare disesuaikan pada area tertentu, misalnya di sekitar mata yang cenderung tipis. Sehingga area mata rentan akan kerutan, lingkaran hitam, dan kantung mata. Dengan adanya kebutuhan tersebut, banyak penelitian meneliti akan suatu bahan baru yang dianggap lebih efektif digunakan pada under eye. Seiring berkembangnya nanoteknologi, terobosan baru dengan bahan nano untuk diimplementasikan pada produk pun bermunculan.

Nanoteknologi adalah bidang ilmu dan teknologi yang memanipulasi materi dengan skala nanometer. Pada skala ini, sifat material akan berubah dari sifat pada ukuran sebelumya. Dengan ukuran nanometer, bahan material nano pada skincare akan lebih efektif dalam penggunaannya. Nanoteknologi memunculkan sistem pembawa atau enkapsulasi. Sistem ini yang akan membawa bahan berkhasiat menembus kulit dengan lebih dalam dan kemudian mengaktifkan metabolisme untuk kesehatan kulit.
Salah satu produk inovasi dari nanoteknologi pada skincare adalah under eye patch dari nanofiber. Nanofiber adalah material berbentuk serat berukuran nano dengan diameter tidak lebih dari 500 nanometer. Dalam pembuatan produk ini, nanofiber dihasilkan dari Polivinil alkohol (PVA) dengan rumus senyawa CH2CH(OH)n yang merupakan polimer sintetik dengan sifat larut dalam air. Sehingga bahan ini aman digunakan dalam produk skincare serta produk biomedis lainnya.

Luas permukaan nanofiber dan porositasnya yang tinggi, memungkinkan nanofiber meningkatkan penyerapan nutrisi pada suatu produk. Struktur serat nanofiber membuatnya memiliki kemampuan mengikat komposisi nutrisi dengan baik. Sehingga ketika dipakai untuk produk eye patch, nutrisi tersebut tidak mudah lepas atau hilang. Kemampuan mengikat yang kuat ini menjadikan produk tersebut memberi hidrasi intensif saat dipakai pada kulit bawah mata.
Pembuatan nanofiber dengan PVA memakai metode electrospinning. Dalam fabrikasinya, PVA dibuat menjadi larutan yang kemudian dipompa ke dalam elektroda dengan potensi listrik hingga menjadi lapisan serat nanofiber yang halus dan tipis. Serat inilah yang kemudian dicampurkan dengan bahan-bahan skincare lain untuk dijadikan produk under eye patch seperti kolagen, peptida, kafein, dan vitamin C. Under eye patch dari nanofiber ini berguna untuk mempercepat penyerapan bahan aktif dalam produk sehingga produk perawatan kulit di bawah mata tersebut akan lebih efektif.
Dalam kesimpulan, nanofiber telah membawa inovasi baru dalam industri skincare, yang salah satunya pada produksi under eye patch. Bahan-bahan serta alat yang digunakan dalam proses inovasi produk skincare inipun ramah lingkungan. Selain inovatif, produk ini juga efisien dalam memberikan hasil yang maksimal pada kulit. Keberlanjutan penelitian dari nanofiber dan nanoteknologi secara umum semakin diharapkan untuk dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar.
DAFTAR PUSTAKA
(Hulupi and Haryadi, 2018)(Omer and Zelkó, 2021)(Purnawati et al., 2017)
Hulupi, M. & Haryadi, H. (2018) ‘Sintesis dan Karakterisasi Serat Nano Polivinil Alkohol yang Diikat Silang dengan Glutaraldehid untuk Aplikasi Pembalut Luka’, Chimica et Natura Acta, 6(3), p. 101. Available at: https://doi.org/10.24198/cna.v6.n3.18477.
Omer, S. & Zelkó, R. (2021) ‘A systematic review of drug-loaded electrospun nanofiber-based ophthalmic inserts’, Pharmaceutics, 13(10). Available at: https://doi.org/10.3390/pharmaceutics13101637.
Purnawati, D., Nugraheni, A. D., Shalihah, H., & Laraswati. (2017) ‘Pembuatan Nanofiber Polivinil Alkohol (PVA) Dengan Metode Electrospinning Sebagai Masker Debu Vulkanik’, Jurnal Fisika Indonesia, 21(1), p. 24. Available at: https://doi.org/10.22146/jfi.38656.
Penulis: Dyah Ajeng Kencana Putri
(Universitas Airlangga)



