• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Penerapan industri 4.0 pada industri makanan sebagai upaya meningkatkan daya saing produk di pasaran

Editor Redaksi
6 Mei 2024
in Artikel

JurnalPost.com – Saat ini, banyak produk makanan dalam berbagai kategori tersedia di pasaran. Konsumen merasakan berbagai kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya. Produsen menyediakan berbagai produk makanan. Produk tersebut tersedia dalam berbagai kemasan yang dirancang sesuai kebutuhan konsumen agar nilai produk bertambah, dapat bersaing di pasar, dan menarik konsumen.

Produsen harus menjamin kelangsungan bisnis perusahaan dan mengoptimalkan keuntungan. Daya saing produk di pasaran merupakan hal mutlak yang harus diberikan oleh produsen ke produk yang mereka jual. Kemampuan bersaing ini bukan hanya produk dalam negeri melainkan juga produk luar negeri yang diimpor ke Indonesia.
Daya saing produk merupakan tantangan dalam menyikapi perubahan-perubahan pada faktor internal dan eksternal. Kemampuan beradaptasi ini merupakan hal terpenting dalam menjaga konsistensi biaya produksi dan mutu produk. Data dan informasi harus akurat, dapat dipercaya, dan tepat waktu agar dampak perubahan tersebut tidak memberikan dampak buruk bagi perusahaan.

Keunggulan dalam menyediakan dan menganalisis data informasi merupakan hal yang penting di era digitalisasi, termasuk keterhubungan data informasi dari berbagai bagian suatu organisasi perusahaan. Perusahaan harus bertransformasi agar bisa memiliki daya saing yang tinggi.

Definisi Industri 4.0
Wang dkk (2016)

“Industri 4.0 memanfaatkan sepenuhnya “emerging technologies” dan pengembangan mesin/peralatan yang mempunyai respon cepat untuk mengatasi tantangan global dalam rangka meningkatkan daya saing industri. Konsep utama industri 4.0 adalah memanfaatkan teknologi informasi canggih dan menggunakan layanan IOT. Produksi dapat berjalan lebih cepat dan lancar serta downtime minimal melalui integrasi teknik pengetahuan. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang lebih baik, sistem produksi lebih efisien, lebih mudah untuk mempertahankan dan mencapai penghematan biaya”

Industri 4.0 merupakan transformasi era industri sebelumnya: industri 1.0, industri 2.0, dan industri 3.0. Secara umum, industri 4.0 melibatkan integrasi teknologi, seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), big data, dan otomatisasi proses untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Elemen-elemen kunci tersebut memungkinkan perubahan fundamental dalam menjalankan bisnis perusahaan.

Bisnis perusahaan yang dimaksud adalah bisnis berkelanjutan yang mendapatkan beberapa keuntungan dari penerapan industri 4.0, seperti meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan, meningkatkan akurasi, meningkatkan pemberdayaan karyawan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Melihat keuntungan-keuntungan tersebut, pemerintah Republik Indonesia meluncurkan inisiatif Making Indonesia 4.0 pada tanggal 4 April 2018 oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.
Penerapan industri 4.0 di suatu perusahaan ditentukan oleh faktor-faktor penggerak, seperti:

1. Manajemen dan Organisasi
2. Orang dan Budaya
3. Produk dan layanan
4. Teknologi
5. Operasi pabrik

Dengan dukungan kelima faktor, suatu perusahaan dapat mengimplementasikan Industri 4.0 dengan membuat roadmap. Hal ini dibutuhkan karena industri 4.0 di suatu perusahaan tidak bisa mempertimbangkan biaya dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dalam satu waktu. Roadmap ditetapkan dengan tahap, sebagai berikut:

1. Mengevaluasi kesiapan perusahaan terhadap transformasi industri
2. Mengidentifikasi kebutuhan teknologi dan SDM dan menentukan urgensi serta dampak terhadap perusahaan
3. Membuat strategi implementasi yang mencakup rencana tindakan, sumber daya yang dibutuhkan, serta mengidentifikasi potensi hambatan dan solusinya
4. Melakukan pelatihan terhadap SDM, seperti transformasi Industri 4.0, AI, dan pengelolaan big data.
5. Mengimplementasi teknologi dengan memilih penyedia teknologi yang sesuai dan terintegrasi dengan sistem yang ada.
6. Mengevaluasi dan mengumpulkan masukan dari seluruh organisasi

Implementasi pada Industri Makanan
Secara umum, implementasi Industri 4.0 sama untuk semua jenis industri. Pada industri makanan, terdapat beberapa teknologi yang lazim digunakan oleh Research and Development (RnD), Quality Assurance (QA), dan Operation. Semua teknologi informasi ini terintegrasi dan terhubung satu sama lain sehingga menciptakan keselarasan sistem operasi produksi. Dengan sistem operasi produksi yang produktif dan efisien, perusahaan mampu memproduksi produk yang bernilai tambah tinggi bagi konsumen, berdaya saing tinggi di pasaran dan menjamin keberlangsungan bisnisnya.

Penulis: Husna Abelita Shafira (Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin, Universitas Airlangga)

DAFTAR PUSTAKA
Implementing Smart Factory of Industrie 4.0: An Outlook – Shiyong Wang, Jiafu Wan, Di Li, Chunhua Zhang, 2016 (sagepub.com)

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.