Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi
JurnalPost.com – Profesi akuntan sangat dibutuhkan di era yang sekarang ini demi terbentuknya sistem dan laporan keuangan yang terstruktur, bahkan sertifikasi akuntan sangat amat dibutuhkan untuk keprofesian yang diinginkan. Namun seiring berkembangnya teknologi yang amat pesat, profesi akuntan ini terancam tergantikan oleh Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, seperti robot dan software. Oleh sebab itu menyikapi masalah ini diperlukannya adanya pengembangan sumber daya manusia melalui sertifikasi profesi akuntan publik.
Akuntan publik yaitu akuntan yang telah memperoleh izin dari menteri keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik di Indonesia, akan tetapi jumlah akuntan di Indonesia masih sangat minim. Padahal secara keseluruhan pengajaran akuntansi di perguruan tinggi lebih cenderung mengarahkan mahasiswanya untuk bekerja sebagai akuntan publik di Kantor Akuntan Publik (KAP).
Jumlah akuntan publik aktif di Indonesia adalah 1.464 orang, sementara kantor akuntan publik (KAP) berjumlah 472 perusahaan, kekurangan ini membuka peluang bagi calon auditor dan akuntan untuk menempuh pendidikan akuntansi, namun kekurangan tersebut juga dapat menyulitkan perusahaan dalam mendapatkan layanan KAP yang memadai, sehingga menunjukkan perlunya peningkatan jumlah dan kualitas tenaga akuntan publik untuk memenuhi kebutuhan sektor keuangan di Indonesia.
Sertifikasi akuntansi penting untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan karir akuntan di Indonesia. Mahasiswa yang berminat dalam karir di akuntansi publik dapat memilih untuk mengejar sertifikasi Certified Public Accountant (CPA). Sertifikasi Certified Public Accountant (CPA) adalah gelar profesional yang diselenggarakan oleh IAPI untuk menandakan bahwa seseorang telah memenuhi persyaratan khusus dalam bidang akuntansi. Seorang CPA memiliki kualifikasi dan kompetensi yang diakui dalam praktik akuntansi publik, termasuk pengetahuan mendalam tentang standar akuntansi, perpajakan, audit, dan aspek keuangan lainnya. Sertifikasi CPA memberikan pemahaman yang mendalam tentang standar profesional, kompetensi, dan etika dalam praktik yang dapat meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa untuk berkarir di Kantor Akuntan Publik.
Sertifikasi CPA memberikan manfaat besar bagi mahasiswa yang ingin berkarir di bidang Akuntan Publik. Dengan sertifikasi ini, mahasiswa dapat meningkatkan kredibilitas, dapat meningkatkan kualitas layanan, memperoleh kepercayaan klien, dan membuka peluang karir di Kantor Akuntan Publik. Selain itu, sertifikasi CPA juga memiliki implikasi yang positif berupa peningkatan motivasi, komitmen, persiapan, minat, dan kepercayaan diri mahasiswa dalam menjalani karir di bidang Akuntansi. Dengan demikian, sertifikasi CPA tidak hanya memberikan pengakuan profesional, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengembangan diri dan kompetensi serta menerapkan standar etika dalam praktik Akuntansi di Kantor Akuntan Publik.
Ajaran Lawan Sastra Ngesti Mulya, yang memiliki arti “dengan ilmu kita menuju kejayaan”, merupakan salah satu dari 10 fatwa sendi hidup merdeka dalam ajaran Tamansiswa. Ajaran ini menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dalam mencapai kejayaan dan mencerdaskan kehidupan. Hal ini sejalan dengan tujuan sertifikasi profesi CPA (Certified Public Accountant) di Indonesia, yaitu untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi akuntan profesional dalam menjalankan tugasnya secara berintegritas dan sesuai dengan standar profesi. Oleh sebab itu mahasiswa akuntansi memilih profesi dengan pasar kerja luas untuk daya saing karir yang lebih baik. Dengan menerapkan Ajaran Lawan Sastra Ngesti Mulya, seorang akuntan dapat membuka jalan untuk kemajuan karir dan bisnis yang lebih baik, serta menunjukkan kesuksesan akuntan melalui gelar yang dicapainya.
Penuli:
1. Dr. Dewi Kusuma Wardani, S.E., S.Psi., M.Sc., Ak., CA, CRM, BKP, ACPA
2. Fuadhillah Kirana Putri, S.Ak., M.Sc.
3. Siti Nur Jannah
4. Riska Widya Afrianingrum
5. Shelma Desinta Dukalaa
6. Wilhelmina Derang
7. Stefania Dai Suban
8. Skolastika Anita Lestari Warung
References
AO Dewi, I. G. A., & Dharma Yasa, K. (2020). MOTIVASI, GENDER, SELF EFFICACY DAN PERTIMBANGAN PASAR KERJA TERHADAP MINAT MAHASISWA UNTUK MENGIKUTI UJIAN CPA TEST CENTER DI UNDIKNAS DENPASAR. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 5(1), 103–115. https://doi.org/http://journal.undiknas.ac.id/index.php/akuntansi
Ariyanto, T., & Indarti, M. G. K. (2023). PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI DALAM PEMILIHAN KARIR MENJADI AKUNTAN PUBLIK : BEBERAPA FAKTOR PENENTU. KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi, 15(1), 68–78. https://doi.org/10.22225/kr.15.1.2023.68-78
Cahya, Y. A., & Erawati, T. (2021). Pengaruh Motivasi Ekonomi, Gender, Persepsi Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Mahasiswa Berkarir Menjadi Akuntan Publik (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta). Buletin Ekonomi: Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, 18(2), 239. https://doi.org/10.31315/be.v18i2.5640
Mutiara Islamiyah, H., Diana, N., & Cholid Mawardi, M. (2020). PENGARUH MOTIVASI KARIR, MOTIVASI GELAR TERHADAP MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI UJIAN CERTIFIED PUBLIC ACCOUNTANT (CPA) (Studi Pada Mahasiswa Akuntansi di Kota Malang). E-JRA, 09(01), 51–59.
Prabowo, A.A. (2020). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA AKUNTANSI FE UST MENGIKUTI UJIAN SERTIFIKASI AKUNTAN PUBLIK (USAP). Jurnal Kajian Bisnis, 28(2), 160–175.
Wardani, D. K., & Devi, S. (2023). Penerapan Ajaran Tri Nga dan Pertimbangan Pasar Kerja pada Minat Berkarir di Bidang Perpajakan. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 7(1), 354. https://doi.org/10.33087/ekonomis.v7i1.753
Tiara Elfranti Bolly, G., Kuntadi, C., & Pramukty, R. (2023). Determinan Kompetensi, Pelatihan Professional, Penghargaan Finansial dan Personalitas Audit terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karier sebagai Auditor. Jurnal Sosial Teknologi, 3(4), 317–328. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v3i4.687



