• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Maraknya Pergaulan Bebas Yang Terjadi Di Kalangan Remaja

Editor Redaksi
3 Mei 2024
in Kolom Opini

Oleh: Ayla Nasyta . H
Fakultas Ilmu Hukum Universitas Pamulang

JurnalPost.com – Kalian tau ga sih kalau lingkungan sekitar bisa menjadi faktor utama terjadinya pergaulan bebas? Seperti lingkungan pertemanan (circle), merenggangnya hubungan antar keluarga, kontrol diri yang lemah, krisis identitas, dan banyak remaja saat ini yang mengikuti zaman (fomo).

Biasanya dimasa remaja adalah masa mencari jati diri, masa di mana kita bingung memilih pergaulan, karena di fase ini adalah masa saat proses sifat/sikap diri kita menuju kedewasaan. Maka dari itu kita harus bisa menentukan mana pergaulan yang positif dan negatif.

Maraknya pergaulan negatif yang terjadi pada remaja zaman sekarang, seperti bullying, mengonsumsi obat-obatan terlarang, apalagi di era sekarang yang sudah tercemar dengan pengaruh westernisasi yang dampaknya menganggap bahwa pergaulan seks bebas, menyukai sesama jenis (LGBT), mengonsumsi minuman beralkohol merupakan hal yang wajar pada kalangan remaja.

Kebiasaan dan pandangan hidup remaja masa kini sangat dipengaruhi oleh budaya barat dan IPTEK yang masing-masing memiliki dampak positif dan negatif. Selain itu, kehidupan remaja masa kini bisa dibilang sangat memprihatinkan karena banyak remaja yang menyalahgunakan hidupnya untuk hal-hal negatif demi mendapatkan sebuah kesenangan dan ingin di cap gaul.

Di sisi lain, sebenarnya budaya barat ini memang tidak sepenuhnya memberikan dampak yang buruk ataupun sepenuhnya baik untuk para penduduk negara Indonesia, mereka datang secara seimbang, hanya saja budaya pendatang baru tersebut mampu mengikis secara perlahan-lahan kebudayaan lokal yang sejak dulu ada di negara ini.

Oleh karena itu, kita sebagai remaja masa kini harus tetap mempelajari dan melestarikan budaya lokal yang kita punya di tengah perkembangan zaman yang ada. Pemahaman yang baik tentang agama dan dukungan orang tua karena pengawasan orang tua untuk anak usia remaja sangatlah berperan penting.

Kira-kira kita bisa ga sih mencegah diri dari pengaruh pergaulan bebas? Bisa banget, karena pergaulan bebas dapat diatasi dan dicegah dengan solusi-solusi penanganan dan pencegahan pergaulan bebas dengan beberapa cara, yaitu memperbaiki cara pandang, jujur pada diri sendiri, menjaga keseimbangan pola hidup, banyak beraktifitas secara positif dan belajar tentang sosialisasi pergaulan bebas.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.