
Oleh: Nashwa Sifa Safira
JurnalPost.com – Di zaman sekarang kata body shaming sudah tidak asing lagi terdengar dikalangan kita. Body shaming semakin sering terjadi baik dikalangan dewasa, remaja maupun kanak-kanak. Maraknya body shaming membuat orang-orang menganggap body shaming sebagai lelucon yang biasa untuk di lakukan. Body Shaming sendiri ialah mengomentari dan mengkritik bentuk fisik dengan cara yang negatif seperti mengejek bagian tubuh dengan menyamakan bentuk benda ataupun bentuk-bentuk yang menurutnya mirip dengan tubuh seseorang itu. Pelaku body shaming biasaya memiliki ciri-ciri seperti sering mengomentari fisik orang lain, hanya menilai orang dari penampilan luarnya saja, menormalkan adanya pembullyan.
Adapun beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya body shaming karena adanya standar kecantikan juga membuat body shaming semakin sering terjadi apabila orang tersebut tidak masuk ke dalam kriteria untuk standar kecantikan, seperti warna kulit yang cerah, hidung mancung, tubuh ideal yang tinggi, dan berat badan yg ideal. Body shaming juga termasuk dalam ciri-ciri pembullyan verbal yang membuat orang yang terkena body shaming menjadi terganggu kesehatan mentalnya dan dapat memunculkan dampak yang tidak bagus untuk kesehatan.
Ada beberapa pendapat ahli mengenai body shaming, seperti :
-body shaming adalah tindakan seseorang yang mencela atau suatu bentuk tubuh individu lain dimana bentuk tubuh tersebut tidak ideal dan atau tidak seperti bentuk-bentuk tubuh pada umumnya. Chairani (2018),
-body shaming adalah penilaian individu terhadap individu yang lainnya tentang tubuh mereka yang mengakibatkan akan timbul penilaian terkait bentuk tubuh yg tidak ideal dan tidak sesuai dengan pandangan orang lain mengenai bentuk tubuh mereka. Alawiyah (2019)
-body shaming adalah tindakan mengkritik, mengomentari, atau membandingkan fisik orang lain maupun dirinya sendiri. Dolezal (2015),
-body shaming adalah perasaan malu akan salah satu bentuk bagian tubuh ketika penilaian orang lain dan penilaian diri sendiri tidak sesuai dengan diri ideal yang diharapkan individu. Damanik (2018)
Berikut dampak yang ditimbulkan jika seseorang mengalami body shaming
1. Gangguan Makan
Seseorang yang terkena boody shaming biasanya berfikir untuk melakukan perubahan pada tubuhnya dengan melakukan diet ekstrim seperti tidak makan berhari-hari dan melakukan olahraga yang berat ataupun menaikkan berat badan dengan cara mengkonsumsi makanan yang berlebihan sehingga dapat terjadi gangguan pencernaan pada tubuhnya sendiri
2. Depresi
Jika seseorang terkena body shaming biasanya dia akan mengalami depresi akibat perspektif negatif yang terus terbayang-bayang didalam dirinya. Yang mengakibatkan selalu merasa kurang puas terhadap dirinya dan selalu menyalahkan bentuk fisik tubuhnya sendiri. Dari depresi juga dapat menyebabkan seseorang menyakiti dirinya sendiri sampai dia puas.
3. Turunnya rasa kepercayaan diri
Biasanya orang yang mengalami body shaming akan merasa malu dan ragu jika ingin tampil dan menunjukkan potensi diri dihadapan orang lain, sehingga lebih memilih untuk tidak tampil dihadapan orang banyak.
Adapun cara menghadapi body shaming ialah dengan melakukan perawatan diri, memilih pergaulan yang sehat, tidak selalu membandingkan diri sendiri dengan diri orang lain. Pada dasarnya seseorang terlahir dengan sebuah kekurangan dan kelebihan masing-masing didalam dirinya, maka dari penjelasan ini mari kita saling menghargai,memahami dan mencegah body shaming untuk kesehatan mental kita semua.
Referensi:
Riadi, M. (2022). Body Shaming (Pengertian, Aspek, Jenis, Dampak dan Penyebab). https://www.kajianpustaka. com/2022/06/body-shaming.html?m=1
Fadli, R. (2023). Body Shaming – Pengertian, Jenis dan Cara Mengatasinya. https://www.halodoc. com/kesehatan/body-shaming



