
Oleh : Yusi Fauzani ( Mahasiswi Prodi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University )
JurnalPost.com – Manusia sejatinya makhluk sosial yang sering berinteraksi dengan manusia lainnya. Dengan terlahir sebagai makhluk sosial tentunya sering terjadi komunikasi. Dalam berkomuniksi, tidak mungkin jika manusia sering kali mengalami kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Kesalahpahaman tersebut biasa disebut miskomunikasi atau miss communication. Miskomunikasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan salah penerimaan atau salah penanggapan dari suatu komunikasi.
Miskomunikasi adalah tantangan umum dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan pribadi maupun profesional. Miskomunikasi dapat terjadi karena beberapa hal, seperti informasi yang tidak utuh, percakapan yang meninggalkan ruang untuk berasumsi, tidak menangkap inti diskusi, informasi yang terlalu banyak, informasi yang datang dari berbagai sumber, dan percakapan yang keluar jalur terlalu jauh. Sebelum beranjak ke strategi dalam menghadapi miskomunikasi, hendaknya kita perlu tahu dulu apa penyebab terjadinya miskomunikasi
Nah, apa saja sih faktor-faktor munculnya miskomunikasi?
1. Pesan yang tidak jelas
Apa maksud pesan yang tidak jelas? Pesan yang memiliki makna yang ambigu Keambiguan dapat menjadi sumber miskomunikasi, karena penerima pesan dapat mengartikan pesan dengan cara yang tidak sesuai dengan niat atau makna yang dimaksud oleh pengirim pesan. Oleh karena itu, dalam komunikasi yang efektif, penting untuk menggunakan bahasa yang jelas, kalimat yang terstruktur dengan baik, dan menghindari penggunaan kata-kata atau frasa yang dapat menimbulkan kebingungan.
2. Adanya asumsi
Pesan yang disampaikan tidak jelas juga mengundang orang lain untuk berasumsi dari berbagai sudut pandang, maka pentingnya informasi yang jelas dan dapat dipahami
3. Tidak adanya rasa empati
Ketika menyampaikan sesuatu, orang lain enggan untuk mendengarkan pesan dan hal tersebut dapat menjadi hal yang menyinggung dan dapat memicu terjadinya konflik
4. Hambatan Bahasa
Setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda-beda terlebih lagi dalam hal Bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi. Berkomunikasi jika bahasa beda dan kita tidak memahami bahasa tersebut, hal tersebut dapat menjadi pemicu terjadinya asumsi dan miskomunikasi
Nah, kali ini penulis sudah merangkum beberapa strategi yang dapat membantu kamu nih dalam menghadapi miskomunikasi:
1. Terdapat feedback
Feedback atau umpan balik adalah informasi yang diterima sebagai bentuk respons terhadap pesan yang telah dikirimkan sebelumnya dikutip dari Bonaraja Purba, dkk dalam buku Ilmu Komunikasi: Sebuah Pengantar (2020). Tentunya, sebuah feedback yang baik akan berpengaruh terhadap keberlangsungan Komunikasi. feedback dari lawan bicara akan mengantarkan sejauh mana lawan bicara memahami perkataan atau pesan yang disampaikan, Melalui feedback kita dapat mengetahui bahwa lawan bicara mendengarkan pesan yang kita sampaikan dengan seksama maka hal tersebut dapat mengurangi terjadinya miskomunikasi.
2. Klarifikasi
Klarifikasi menjadi poin penting setelah menerima pesan. Untuk menghindari overthinking, jangan ragu untuk menanyakan kembali dan meminta pengulangan kalimat kepada lawan bicara. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya asumsi yang salah. Membuat asumsi tanpa memverifikasinya dapat menyebabkan pemahaman yang tidak akurat dan miskomunikasi. Melalui klarifikasi kita dapat melatih skill komunikasi untuk terus memahami pesan yang disampaikan oleh lawan bicara dan menyaringnya untuk pemahaman makna agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman
3. Perhatikan Komunikasi Non-Verbal
Apakah bentuk miskomunikasi hanya terjadi secara verbal saja? tentu tidak. Ternyata tidak hanya bisa terjadi secara verbal saja, Komunikasi non-verbal bbisa saja dari ekspresi dan gerakan tubuh yang ditunjukkan ketika menyampaikan pesan , hal tersebut merupakan aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi. Jika ekspresi tidak diinterpretasikan dengan tepat, maka bisa saja terjadi miskomunikasi. Contoh, ketika kita sedang menyampaikan kabar Bahagia namun, wajah kita bersedih tentunya orang lain akan bingung dan berbagai asumsi bermunculan tanpa diketahui kebenarannya.
4. Gangguan teknis
Tidak hanya komunikasi secara langsung saja, di era yang serba digital sekarang komunikasi dapat terhubung dengan media apapun termasuk sosial media.Ketika melakukan percakapan via telepon dengan adanya gangguan jaringan, hal tersebut dapat memicu terjadinya kesalahpahaman dalam melakukan komunikasi. Bahkan dalam via chat atau pesan ketika mengetik sesuatu namun ada ejaan yang salah , hal tersebut dapat menjadi pemicu akan terjadinya miskomunikasi. Ingat, hal kecil biasanya akan leboh berdampak besar. Jadi, hati-hati ketika hendak melakukan sesuatu
5. Perhatikan budaya dan bahasa
Dalam berkomunikasi tentunya setiap orang memiliki latar budaya yang berbeda beda, penting untuk memahami norma dan nilai-nilai budaya. hal Ini dapat membantu menghindari kesalahan interpretasi yang mungkin muncul akibat perbedaan budaya. Tentunya bahasa menjadi alat komunikasi sehari-hari. Bisa jadi bahasa dari budaya orang lain memiliki arti yang berbeda -beda walaupun pengucapannya sama.
Berikut ialah strategi efektif dalam menghadapi miskomunikasi yang sudah penulis rangkum. Miskomunikasi memang menjadi hal yang wajar dalam berkomunikasi, namun jika hal itu terus menerus dibiarkan tentunya tidak baik bagi emosional untuk setiap manusia. Miskomunikasi sering kali mengakibatkan kebingungan, kesalahpahaman, dan konflik antara individu atau kelompok. Dalam situasi yang lebih serius, miskomunikasi dapat menyebabkan gangguan hubungan interpersonal atau bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.Jadi, mari tingkatkan keterampilan komunikasi untuk mengurangi miskomunikasi dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis.Untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan sebagai pemicu konflik, semoga strategi ini dapat membantu kamu yang sedang terjadi miskomunikasi!!



