• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Tak di Sangka ! Seminggu Lagi Akan Menikah, Pria Tewas Akibat Korban Balap Liar

Editor Redaksi
10 Maret 2024
in Kolom Opini

Oleh: Auliya Azizah, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com – Beredar video memperlihatkan seorang pria meninggal dunia akibat korban balap liar. Hal tersebut menjadi viral di media sosial. Dilaporkan pada Kamis, 1 Februari 2024 oleh akun Instagram @mood.jakarta, dalam beberapa video yang beredar di media sosial, pria yang tewas itu mengendarai sepeda motor.

Gunawan, korban yang ditabrak pembalap liar di Cibungbulang, Bogor, sebenarnya ingin menikah. Korban adalah seorang pekerja asal wilayah Tangerang dan berencana menikah minggu depan. Surat undangan pun sudah disebar oleh korban dan calon istrinya. Namun karena ulah pembalap liar di Cibungbulang malam itu, pernikahan Gunawan dan calon istrinya batal digelar. Gunawan meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSUD Louwiliang.

“Iya, almarhum ini mau menikah, undangan sudah disebar,” kata kerabat almarhum, Slamet Rahardjo kepada Radar Bogor Senin (29/1/2024).

Rahardjo mengatakan, saat kejadian, korban baru saja mengambil cuti untuk pernikahan. Saat itu korban pulang dari tempat kerjanya menuju Sukabumi melewati Jalan Cibungbulang. “Itu baru banget ambil cuti untuk nikah,” terangnya. “Almarhum lewat jalur sana, lagi jalan pelan katanya. terus ditabrak yang sedang balapan,” ujarnya.

Kecelakaan dapat terjadi di mana saja. Kecelakaan tak hanya terjadi di pabrik atau perusahaan, tetapi dapat juga terjadi di jalanan. Kecepatan, ugal-ugalan dan ketidakhati-hatian pengendara motor dapat berakibat fatal. Seperti kasus yang dialami Gunawan, seorang pria meninggal dunia akibat menjadi korban balap liar di Cibungbulang, Bogor pada Sabtu (27/1/2024).

Dalam kasus yang terjadi, korban yang sedang melaju dengan kecepatan rendah menjadi korban para joki balap liar yang nekat melintas dengan kecepatan tinggi. Sepertinya, korban sudah berhatihati dengan tidak mengebut karena menjaga keselamatan demi kelancaran pernikahannya minggu depan. Namun, takdir berkata lain para joki balap yang nekat melintas dengan kecepatan tinggi, tanpa memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, telah menabrak korban yang berujung kehilangan nyawa.

Gunawan, yang sedang dalam momen bahagia mengurus cuti nikah, tiba-tiba harus menghadapi kenyataan yang tidak terduga di tengah perjalanan pulangnya. Kematian pria tersebut juga meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan orang orang terdekatnya termasuk calon istrinya. Minggu depan, seharusnya adalah momen bahagia bagi calon pengantin dan keluarganya, namun sekarang menjadi penuh kesedihan.

Kasus kematian seorang pria akibat tertabrak dalam kegiatan balap liar ini, merupakan peristiwa tragis yang menunjukkan bahaya dari aktivitas balap liar. Mungkin balap liar sering kali dianggap sebagai cara untuk menunjukkan keberanian, kecepatan, dan kehebatan di antara teman-teman pelaku. Rasa persaingan dan keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari sesama dapat menjadi pendorong. Bisa jadi, kurangnya hiburan alternatif dan kegiatan positif dalam masyarakat juga menjadi penyebab balap liar. Pelaku mungkin juga merasa bosan atau tidak memiliki kegiatan yang membangun sering kali mencari sensasi, dan melakukan balap liar menjadi pilihan mereka. Orangorang yang balap liar tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu kenyamanan.

Peristiwa ini juga menunjukkan perlunya tindakan nyata untuk mengatasi maraknya balap liar di berbagai daerah. Penguatan penegakan hukum, pengawasan yang lebih ketat, serta pencegahan melalui edukasi dan kesadaran masyarakat melalui kampanye-kampanye keselamatan berkendara dan sosialisasi mengenai bahaya balap liar, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Hal tersebut dapat menjadi langkah awal dalam menangani masalah ini. Selain itu, sebaikanya perlu adanya kerjasama antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib dalam berlalu lintas. Seperti membuat aturan jika ada yang balap liar di kenakan denda, di berikan sanksi dan lain sebagainya.

Dengan demikian, diharapkan kejadian serupa kedepannya dapat diminimalisir, dan jalan raya dapat menjadi tempat yang aman bagi semua pihak. Dari kejadian tersebut, mari kita bersamasama memperjuangkan keamanan di jalan raya dengan tidak terlibat dalam balap liar. Kita harus menyadari bahwa balap liar sangat berbahaya dan dapat membahayakan nyawa kita sendiri dan orang lain di sekitar kita. Mari kita patuhi aturan lalu lintas dan menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.